26 February 2019

Sering Dianggap Normal, Kenali Gejala Bercak Merah Eritema Multiformis

Sering Dianggap Normal, Kenali Gejala Bercak Merah Eritema Multiformis

Halodoc, Jakarta - Gejala bercak merah eritema multiformis kerap dianggap hal sepele. Hal ini tidak sepenuhnya salah. Kebanyakan kasus eritema multiformis memang biasanya akan pulih dalam beberapa minggu. Namun, pada kasus yang langka, ada jenis eritema multiformis yang ternyata dapat membahayakan nyawa, lho. Eritema multiformis mayor, namanya. Lebih jelasnya, yuk simak pembahasannya berikut!

Secara medis, eritema multiformis dijelaskan sebagai kondisi reaksi kulit yang dapat dipicu oleh infeksi atau penggunaan obat-obatan tertentu. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, meski lebih banyak menyerang mereka yang berusia di bawah 40 tahun. Lebih spesifiknya, gejala yang dialami pengidap eritema multiformis adalah:

  • Demam.
  • Rasa tidak enak badan.
  • Kulit gatal.
  • Persendian terasa ngilu.
  • Lesi kulit yang timbul-tenggelam; menyebar; dapat berbentuk seperti bintil, jerawat kecil, atau biduran; bintil dapat memiliki mata yang dikelilingi lingkaran berwarna merah (seperti lingkaran target); bintil dapat berisi air yang berukuran macam-macam; paling banyak ditemui di tubuh bagian atas, kaki, lengan, telapak tangan, tangan dan kaki, hingga di bibir atau di wajah; ukuran bintil simetris.
  • Mata merah dan kering. Kadang dapat terasa gatal, terbakar, dan mengeluarkan cairan.
  • Rasa sakit dalam mulut.
  • Gangguan penglihatan.

Baca juga: Tergolong Ringan, Begini Beberapa Cara Mengobati Eritema Multiformis

Pada beberapa kasus, eritema multiformis tidak hanya terjadi pada kulit, tetapi dapat juga terjadi di lapisan mukosa, seperti bibir dan mata (eritema multiformis mayor). Sementara itu, eritema multiformis yang tidak terjadi pada lapisan mukosa disebut eritema multiformis minor. Saat ini, eritema multiformis dianggap berbeda dengan sindrom Stevens-Johnson ataupun toxic epidermal necrolysis (TEN).

Selain diakibatkan oleh infeksi virus, seperti virus Herpes simplex dan Epstein-Barr, eritema multiformis juga dapat disebabkan oleh hipersensitivitas terhadap obat-obatan. Eritema multiformis yang dipicu oleh obat-obatan seringkali berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menguraikan obat di dalam tubuh yang terganggu, sehingga terjadi penumpukan zat dari obat tersebut di dalam tubuh. Kondisi ini dapat memicu respons imun, terutama di sel-sel epitel kulit yang menyebabkan terjadinya eritema multiformis.

Begini Penanganannya

Penanganan medis terhadap eritema multiformis biasanya dilakukan untuk mengendalikan penyakit yang mendasarinya, mencegah infeksi, dan meringankan gejala. Dokter mungkin akan meminta pengidap untuk menghentikan penggunaan obat-obatan yang dicurigai memicu gejalanya. Jangan menghentikan dosis tanpa sepengetahuan dokter.

Baca juga: Waspada, Ruam Sebesar Koin di Dada dan Kulit Bercak Bersisik

Selain itu, pengobatan untuk erythema multiforme stadium ringan meliputi:

  • Resep antihistamin untuk mengurangi rasa gatal.
  • Kompres dingin pada kulit yang bermasalah.
  • Resep obat antivirus jika penyebabnya adalah herpes simplex.
  • Obat pereda nyeri nonresep seperti paracetamol untuk meredakan demam dan rasa nyeri.
  • Anestesi lokal (terutama untuk sariawan di mulut) untuk meredakan rasa nyeri yang mungkin muncul saat makan atau minum.

Sementara itu, pengobatan untuk kasus eritema multiformis yang parah adalah:

  • Resep antibiotik untuk mengatasi infeksi kulit.
  • Resep kortikosteroid untuk mengendalikan peradangan.
  • Perawatan di ICU atau bangsal khusus luka bakar jika termasuk erythema multiforme mayor, dipicu oleh sindrom Stevens-Johnson, dan toxic epidermal necrolysis.
  • Immunoglobulin yang disuntikkan lewat infus (IVIG) untuk menghentikan perkembangan penyakit.
  • Pengidap juga mungkin butuh cangkok kulit jika sebagian besar kulit tubuh sudah rusak akibat kondisi ini.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Pityriasis Rosea, Penyakit Kulit yang Mengganggu

Itulah sedikit penjelasan tentang eritema multiformis. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!