15 November 2018

Gejala dari Serangan Panik yang Selama Ini Diabaikan

Gejala dari Serangan Panik yang Selama Ini Diabaikan

Halodoc, Jakarta - Serangan panik atau yang juga dikenal dengan sebutan ‘panic attack’ merupakan kondisi timbulnya rasa takut berintensitas tinggi, yang datang secara tiba-tiba tanpa penyebab yang nyata. Orang yang mengalami serangan panik akan merasa terkena serangan jantung dan sedang sekarat, karena adanya rasa nyeri pada area dada. Kendati demikian, serangan panik umumnya tidak berbahaya, kok.

Kondisi ini biasanya dapat hilang dan hanya dialami 1-2 kali sepanjang hidup. Namun, pada beberapa orang, serangan panik juga bisa terjadi secara berulang. Kondisi serangan panik yang terjadi secara berulang-ulang dan disertai perasaan takut berlebihan akan adanya serangan lanjutan biasa disebut sebagai gangguan panik (panic disorder). Hingga saat ini, serangan panik lebih banyak dialami oleh wanita berusia remaja hingga dewasa, dibanding pria, anak-anak, dan lansia.

Apa yang Menyebabkannya?

Banyak ahli menduga bahwa serangan panik merupakan bagian dari respon pertahanan alami tubuh ketika berada dalam situasi yang mengancam, karena memiliki bentuk reaksi yang sama. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang menemukan penyebab pasti dari serangan panik, khususnya ketika tidak ada penyebab nyata yang memicu serangan tersebut.

Meski begitu, serangan panik dapat terjadi karena beberapa faktor pemicu berikut ini:

  1. Faktor genetik atau memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat kondisi serupa.

  2. Memiliki sejarah pelecehan fisik atau seksual semasa kanak-kanak.

  3. Temperamen yang rentan terpengaruh oleh stres atau emosi negatif.

  4. Stres berlebihan, misalnya akibat kehilangan seseorang yang sangat berarti.

  5. Mengalami peristiwa traumatis, seperti kekerasan seksual atau kecelakaan berat.

  6. Mengalami perubahan besar di dalam hidup, seperti memiliki anak lagi tanpa direncanakan atau dampak perceraian.

  7. Perubahan atau ketidakseimbangan zat yang berdampak kepada fungsi otak.

  8. Merokok atau mengonsumsi minuman berkafein secara berlebihan.

Gejala yang Mungkin Sering Diabaikan

Gejala dan intensitas serangan panik pada setiap pengidapnya dapat berbeda. Ada yang mengalaminya hanya sesekali, dan ada yang sering. Gejala biasanya muncul secara tiba-tiba dan mencapai puncaknya dalam hitungan menit, dengan durasi sekitar 5-20 menit.

Berikut beberapa gejala yang umum terjadi ketika serangan panik terjadi:

  1. Berkeringat secara berlebihan.

  2. Cemas, seolah merasakan adanya bahaya atau malapetaka akan datang.

  3. Merasa takut kehilangan kendali atau takut mati.

  4. Gemetaran.

  5. Merasa sesak di tenggorokan dan sulit bernapas.

  6. Detak jantung yang cepat dan terasa keras.

  7. Merasakan kilatan hawa dingin atau panas yang menyerupai demam.

  8. Kram perut.

  9. Sakit dada.

  10. Pusing atau pingsan.

  11. Mual.

  12. Mati rasa (kebal) atau geli.

  13. Merasa terlepas dari tubuh dan merasa mengalami situasi yang tidak nyata.

Segera cari bantuan medis ketika serangan panik terjadi, karena kondisi ini memerlukan bantuan pihak lain dalam penanganannya. Serangan panik juga memiliki gejala yang serupa dengan penyakit lain yang tergolong serius, seperti serangan jantung. Disarankan bagi seseorang yang mengalami gejala menyerupai serangan jantung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit untuk memastikan penyebabnya.

Itu lah sedikit penjelasan tentang serangan panik dan gejalanya yang mungkin sering diabaikan. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal kondisi ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: