22 November 2018

Gejala Penyakit Trikomoniasis yang Harus Diketahui

Gejala Penyakit Trikomoniasis yang Harus Diketahui

Halodoc, Jakarta – Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis. Penyakit ini bisa menular melalui seks vaginal, seks oral, dan seks anal. Aktivitas ciuman dan penggunaan barang bersama dengan pengidap (seperti alat makan, dudukan toilet, atau handuk) tidak bisa menularkan trikomoniasis.

Risiko penularan penyakit akan meningkat jika berhubungan intim tanpa kondom, sering berganti-ganti pasangan, sering berganti alat atau mainan seks, memiliki riwayat penyakit trikomoniasis dan penyakit menular seksual lainnya.

Gejala Trikomoniasis Berbeda pada Pengidap Wanita dan Pria

Trikomoniasis lebih banyak terjadi pada wanita, tapi juga bisa dialami oleh pria. Berikut ini gejala trikomoniasis pada wanita dan pria yang perlu diwaspadai:

1. Gejala Trikomoniasis Wanita

Trikomoniasis pada wanita berdampak pada Miss V dan saluran pembuangan urine atau uretra. Gejala yang dialami berupa:

  • Nyeri pada perut bagian bawah.

  • Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan intim.

  • Keputihan abnormal, yakni cairan menjadi kental, encer, berbusa, bau amis, dan berwarna kekuningan atau kehijauan.

  • Nyeri, bengkak dan gatal di area Miss V dan paha bagian dalam.

2. Gejala Trikomoniasis Pria

Trikomoniasis pada pria menyerang uretra, Mr P, dan kelenjar prostat memiliki gejala sebagai berikut:

  • Frekuensi buang air kecil meningkat.

  • Nyeri saat buang air kecil dan ejakulasi.

  • Muncul cairan putih dari Mr P.

  • Nyeri, bengkak dan kemerahan pada ujung Mr P.

Trikomoniasis Diobati dengan Konsumsi Antibiotik

Trikomoniasis bisa diobati dengan antibiotik jenis metronidazole atau tinidazole. Obat ini diresepkan dokter setelah diagnosis ditetapkan dan harus dikonsumsi selama 5 - 7 hari. Pada kondisi tertentu, dokter meresepkan satu dari dua jenis antibiotik tersebut dalam dosis yang besar. Selama masa pengobatan, pengidap trikomoniasis harus menghindari hubungan intim sampai dinyatakan sembuh oleh dokter. Alasannya karena pengidap trikomoniasis bisa menularkan parasit melalui hubungan intim, bahkan saat masih dalam masa inkubasi (5 - 28 hari setelah terinfeksi).

Pengidap trikomoniasis dianjurkan untuk menghindari konsumsi alkohol karena bisa menyebabkan mual dan muntah, setidaknya selama 24 jam setelah mengonsumsi antibiotik metronidazole atau 72 setelah mengonsumsi tinidazole.

Cegah Trikomoniasis dengan Seks Aman

Berikut ini upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah trikomoniasis:

  • Setia pada satu pasangan seksual atau tidak berganti-ganti pasangan.

  • Menggunakan kondom saat berhubungan intim dengan pasangan.

  • Pastikan alat atau mainan seks yang digunakan dalam keadaan bersih dan terbungkus kondom. Sebisa mungkin, hindari penggunaan alat atau mainan seks secara bergantian.

  • Jika mengalami gejala yang disebutkan di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat.

  • Jika positif terinfeksi trikomoniasis, lebih baik tidak melakukan hubungan intim sampai dinyatakan sembuh oleh dokter.

  • Pasangan pengidap trikomoniasis perlu mendapat pengobatan dan tidak dianjurkan untuk berhubungan intim sebelum pasangan selesai menjalani pengobatan dan dinyatakan sembuh.

Itulah fakta tentang trikomoniasis yang perlu diketahui. Kalau kamu mengalami nyeri saat buang air kecil, Miss V berbau tak sedap dan nyeri saat berhubungan intim, segera bicara pada dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: