Gejala Tidak Spesifik, Begini Cara Deteksi Penyakit Limfoma Hodgkin

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
gejala-tidak-spesifik-begini-cara-deteksi-penyakit-limfoma-hodgkin-halodoc

Halodoc, Jakarta – Limfoma Hodgkin atau yang lebih dikenal dengan kanker kelenjar getah bening adalah salah satu jenis kanker yang perlu kamu waspadai. Pasalnya, kanker ini menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat kondisi kesehatan pengidap semakin menurun dan rentan terserang penyakit yang serius.

Sayangnya, limfoma Hodgkin menimbulkan gejala yang tidak terlalu signifikan, sehingga penyakit berbahaya ini seringkali terlambat dideteksi. Karena itu, kenali gejala dan cara mendeteksi penyakit Limfoma Hodgkin di sini agar kamu bisa mewaspadainya.

Apa Itu Limfoma Hodgkin?

Limfoma Hodgkin termasuk salah satu jenis limfoma, yaitu kanker yang menyerang sistem limfatik atau getah bening. Sistem limfatik sendiri terdiri atas kelenjar dan pembuluh yang tersebar di seluruh bagian tubuh. Sistem ini memiliki peran penting dalam mengontrol sistem kekebalan tubuh.

Namun pada kasus limfoma Hodgkin, salah satu jenis sel darah putih, yaitu limfosit tipe B mulai menggandakan diri secara abnormal dan menyebabkan limfosit tidak lagi menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu untuk melawan infeksi. Akibatnya, pengidap limfoma Hodgkin menjadi rentan terkena infeksi.

Baca juga: Perbedaan dari Limfoma Hodgkin dan Non-Hodgkin yang Perlu Diketahui

Gejala Limfoma Hodgkin

Kelenjar getah bening hampir bisa ditemukan di sepanjang tubuh kamu. Normalnya, kelenjar ini tidak bisa teraba. Namun, pada kasus limfoma Hodgkin, kelenjar getah bening akan mengalami pembesaran, yaitu berbentuk seperti benjolan yang tidak terasa nyeri yang paling sering muncul pada daerah leher, ketiak, atau selangkangan.

Sebenarnya penyakit ini bisa menyerang siapa saja dari segala usia, tapi kebanyakan pengidap limfoma Hodgkin adalah orang-orang yang berusia 20–40 tahun, serta lansia di atas 55 tahun.

Selain munculnya benjolan di leher, ketiak, dan selangkangan, gejala Limfoma Hodgkin lainnya yang mungkin juga bisa muncul, di antaranya demam, lemas, gatal, berkeringat di malam hari, berat badan menurun, pembesaran organ limfa, dan masalah pernapasan, seperti batuk, nyeri dada, dan sesak napas.

Baca juga: Komplikasi Penyakit yang Dapat Terjadi karena Limfoma

Cara Mendiagnosis Limfoma Hodgkin

Selain dengan mengamati gejala-gejalanya, penyakit Limfoma Hodgkin juga bisa dideteksi melalui sejumlah pemeriksaan. Namun sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu, dan menelusuri riwayat kesehatan pengidap serta keluarga untuk menemukan adanya faktor risiko penyakit kanker tersebut.

Berikut sejumlah pemeriksaan yang biasanya akan dilakukan untuk memastikan penyakit Limfoma Hodgkin:

  • Tes darah.
  • Tes pencitraan tubuh, seperti foto Rontgen, CT scan, MRI, dan PET scan.
  • Biopsi, yaitu pemeriksaan dengan cara mengambil sampel kelenjar getah bening yang membesar melalui pembedahan untuk diperiksa di laboratorium. Saat melakukan prosedur ini, pengidap akan diberikan bius lokal sebelumnya. Jenis biopsi lainnya yang juga bisa dilakukan adalah dengan mengambil cairan dari sumsum tulang guna mendeteksi tanda-tanda kanker.

Setelah diagnosis dipastikan, selanjutnya dokter akan menentukan stadium limfoma Hodgkin:

  • Stadium 1.  Kanker masih berada hanya di satu kelenjar getah bening atau pada satu bagian tubuh saja. Misalnya, pada leher saja atau area lain di atas atau di bawah diafragma.
  • Stadium 2. Kanker sudah menyerang dua kelenjar getah bening atau mulai menyebar pada kelenjar getah bening terdekat, tapi masih pada bagian tubuh yang sama. Misalnya, di atas atau di bawah diafragma.
  • Stadium 3. Kanker sudah menyerang jaringan di orang lain, seperti limfa. Pada kondisi ini, kanker sudah menyebar dari lokasi kemunculannya yang pertama, dan ke kumpulan kelenjar di atas atau di bawah diafragma.
  • Stadium 4. Ini adalah stadium akhir kanker limfoma Hodgkin, di mana kanker sudah menyebar ke beberapa jaringan atau organ tubuh lainnya. Kanker bisa menyebar ke paru-paru, hati, limfa, kulit, tulang, dan sumsum tulang.

Baca juga: 5 Penanganan yang Bisa Dilakukan untuk Mengobati Limfoma Hodgkin

Itulah beberapa cara untuk mendeteksi penyakit limfoma Hodgkin yang perlu kamu ketahui. Kanker limfoma Hodgkin memiliki peluang kesembuhan yang lebih tinggi bila terdeteksi dan ditangani sejak dini.

Bila kamu masih memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai limfoma, tanyakan saja langsung ke ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter untuk minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.