06 December 2018

Inilah 7 Gejala Umum Demensia Alzheimer

inilah 7 gejala umum demensia alzheimer

Halodoc, Jakarta – Kamu sering banget melupakan sesuatu? Misalnya, lupa nama benda, nama tempat, atau lupa menaruh barang di mana? Wah, bisa jadi kamu mengalami alzheimer. Penyakit yang menyerang psikis seseorang ini memang diawali dengan gejala pikun ringan. Namun, lama-kelamaan kondisi pikun ini bisa berkembang semakin parah dan berakibat fatal. Itulah sebabnya penting untuk mengetahui gejala-gejala alzheimer agar pengobatan bisa dilakukan sedini mungkin.

Alzheimer dikenal banyak orang sebagai penyakit lupa atau demensia. Selain penurunan daya ingat, alzheimer sebenarnya juga bisa menurunkan kemampuan berpikir dan mengubah perilaku pengidapnya. Hal ini disebabkan karena adanya gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan.

Gejala Umum Demensia Alzheimer

Alzheimer umumnya terjadi pada usia di atas 65 tahun dan kebanyakan pengidapnya adalah wanita. Penyakit lupa ini tergolong penyakit yang berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Rata-rata pengidap alzheimer hanya mampu bertahan hidup selama 8—10 tahun setelah terdiagnosis.

Namun, penyakit alzheimer yang lebih cepat terdeteksi dan diobati bisa memberikan harapan hidup yang lebih lama bagi pengidapnya. Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan pemeriksaan dini kepada dokter spesialis saraf bila gejala umum demensia alzheimer berikut terjadi:

1. Gangguan Daya Ingat

Pada tahap awal, demensia alzheimer ditandai dengan gejalanya yang khas berupa penurunan daya ingat. Contohnya, pengidap sering lupa nama tempat atau benda, sering menanyakan pertanyaan yang sama atau menceritakan cerita yang sama berulang kali, bahkan lupa dengan percakapan yang belum lama dia bicarakan. Tidak seperti orang pada umumnya yang juga kadang-kadang bisa lupa akan sesuatu, pengidap alzheimer mengalami frekuensi lupa yang sangat tinggi.

Kondisi lupa pada pengidap demensia alzheimer bisa bertambah parah seiring berjalannya waktu. Pada kondisi yang sudah parah, pengidap sulit mengingat nama keluarga atau teman-teman terdekatnya, bahkan lupa nama sendiri.

2. Sulit Fokus

Pengidap alzheimer juga seringkali terlihat bingung dan sulit untuk fokus. Akibatnya, pengidap mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan untuk mengerjakan tugas yang ringan sekalipun, seperti memasak sampai menggunakan smartphone. Pengidap juga sulit melakukan perhitungan dan memerlukan waktu yang lebih lama dari biasanya untuk melakukan suatu pekerjaan.

3. Sulit Melakukan Perencanaan

Seiring perkembangan waktu, gejala demensia alzheimer akan meningkat. Pengidap akan kesulitan untuk melakukan perencanaan, seperti sulit mengatur keuangan atau menyusun jadwal kegiatan sehari-hari.

4. Disorientasi

Gejala disorientasi atau kebingungan yang dialami pengidap alzheimer juga bisa bertambah semakin parah seiring berkembangnya penyakit tersebut. Pengidap alzheimer bisa bingung di mana mereka berada dan bagaimana mereka sampai di sana. Tidak heran bila mereka seringkali juga tidak tahu jalan kembali pulang ke rumah, sehingga pengidap alzheimer kerap tersesat.

5. Kesulitan Memahami Visuospasial

Gejala demensia alzheimer lainnya yang bisa dialami pengidap adalah kesulitan memahami visuospasial. Pengidap yang mengalami gejala ini akan menunjukkan kesulitan untuk membaca, membedakan warna, tidak mengenali wajah sendiri di cermin, menabrak cermin saat berjalan, sampai tidak mampu menuangkan air tepat ke dalam gelas.

6. Perubahan Perilaku dan Kepribadian

Penyakit yang melemahkan daya ingat ini lama-kelamaan juga bisa membuat pengidapnya mengalami perubahan kepribadian, seperti mudah cemas, curiga, suasana hati menurun secara drastis, dan agresif. Tidak jarang pengidap alzheimer mudah kecewa dan putus asa, baik di rumah maupun dalam pekerjaan.

7. Delusi dan Halusinasi

Pada kondisi yang sudah parah, pengidap alzheimer bisa mengalami delusi dan halusinasi serta tidak mampu melakukan aktivitas, bahkan bergerak tanpa dibantu orang lain.

Itulah tujuh gejala demensia Alzheimer yang perlu kamu tahu. Kecepatan perkembangan gejala penyakit ini bisa berbeda-beda pada tiap pengidap. Namun umumnya, gejala akan berkembang secara perlahan selama beberapa tahun. Bila kamu atau orang terdekatmu mengalami gejala demensia Alzheimer seperti di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin. Tindakan pengobatan yang dilakukan lebih awal juga bisa menghambat perkembangan gejala.

Bila ada pertanyaan tentang gejala demensia alzheimer, tanyakan saja kepada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: