Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Mata Minus, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Mata Minus, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Orang yang mengalami mata minus atau rabun jauh (miopi) akan mengalami kesulitan melihat dalam jarak jauh. Untuk bisa melihat jelas, mereka akan membutuhkan bantuan kacamata atau lensa kontak. Terkait hal yang menyebabkannya, ada anggapan bahwa mata minus terjadi akibat gigi berlubang, benarkah demikian?

Tentu saja tidak. Mata minus dan gigi berlubang merupakan 2 hal yang tidak memiliki kaitan. Bahkan, pada kasus gigi berlubang parah yang memerlukan tindakan pencabutan pun tidak akan menyebabkan kerusakan pada mata, seperti mata minus atau kebutaan. 

Baca juga: Mana yang Lebih Parah, Mata Minus atau Silinder?

Jika memang ada kemungkinan komplikasi dari gigi berlubang dan pencabutan gigi, itu adalah terbukanya rongga sinus setelah pencabutan, jika ujung akar gigi atas sangat dekat dengan dinding sinus, atau terletak dalam rongga sinus. Namun, hal ini pun kemungkinan terjadinya sangat kecil, dan bisa diantisipasi dengan pemeriksaan rontgen sebelum pencabutan.

Artinya, memiliki gigi berlubang tidaklah dapat menyebabkan mata menjadi minus. Meski demikian, bukan berarti gigi berlubang bisa kamu biarkan begitu saja, lho. Sebab, ada berbagai risiko gangguan kesehatan lain yang mengintai. Lebih jelasnya, kamu bisa bertanya pada dokter gigi di aplikasi Halodoc seputar gigi berlubang, lewat Chat atau Voice/Video Call. Jadi, jangan lupa download aplikasinya.

Hal-Hal yang Dapat Menyebabkan Mata Minus

Mata minus terjadi ketika bayangan objek yang ditangkap oleh mata tidak jatuh pas di retina, melainkan di depannya, sehingga membuat pandangan terlihat buram. Penyebab pasti dari mata minus tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya, yaitu:

1. Genetik

Seseorang dapat memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami mata minus, jika memiliki orangtua yang juga memiliki kondisi serupa. Ini disebut faktor genetik, yang bisa dibilang sulit dihindari. Risiko pun akan semakin besar jika kedua orangtua sama-sama memiliki mata minus.

Baca juga: Ini Penyebab dan Tanda Si Kecil Idap Rabun Dekat

2. Kebiasaan Membaca yang Buruk

Meski bukan penyebab utama, memiliki kebiasaan membaca yang buruk, seperti membaca di tempat yang redup atau dengan jarak yang terlalu dekat ke mata, dapat meningkatkan risiko kamu untuk mengalami mata minus. 

3. Jarang Beraktivitas di Luar Ruangan

Jarang melakukan aktivitas di luar ruangan dapat memengaruhi kesehatan mata dan menyebabkan mata minus. Sebab, tingkat cahaya di dalam ruangan dengan di luar tentu berbeda. Namun sekali lagi, ini bukanlah penyebab utama, melainkan hanya salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko.

4. Selalu Melihat Apapun dalam Jarak Dekat

Tak hanya membaca, melihat apapun dalam jarak dekat seperti ketika menulis atau bermain gawai juga dapat meningkatkan risiko kamu untuk mengalami mata minus. Jarak ideal untuk membaca dan bermain gawai adalah sekitar 30–40 sentimeter. Jadi mulai sekarang, perhatikan jarak antara mata dengan buku yang kamu baca dan layar gawai yang kamu tatap, ya.

Baca juga: 4 Penyebab Rabun Jauh pada Anak-Anak

Bisakah Mata Minus Dicegah?

Setelah mengetahui berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko mata minus tadi, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah terjadinya mata minus, yaitu:

  • Tidak membaca, menulis, dan melihat dalam jarak pandang yang terlalu dekat. Berilah jarak setidaknya 30 sentimeter.
  • Sering-seringlah beraktivitas di luar ruangan.
  • Jika mata lelah saat membaca atau menatap layar gawai, istirahatkan dulu mata dan hentikan semua aktivitas.
  • Hindari membaca dan menulis di tempat yang gelap atau kurang cahaya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Nearsightedness - Symptoms and causes. 
WebMD. Diakses pada 2019. Eye Health and Nearsightedness in Children and Adults.