Gigitan Serangga Beracun yang Picu Reaksi Alergi

Gigitan Serangga Beracun yang Picu Reaksi Alergi

Halodoc, Jakarta - Semua orang pasti pernah sesekali merasakan gigitan serangga, dan umumnya hal ini tidak menyebabkan bahaya. Namun, bisa saja pada beberapa orang kondisi ini menyebabkan reaksi alergi. 

Serangga biasanya menggigit manusia sebagai usahanya dalam mempertahankan diri akibat terancam bahaya atau merupakan cara mereka dalam mencari makan (yang biasanya darah manusia). Alergi akibat gigitan serangga muncul karena mereka menyuntikkan asam format. Reaksi alergi ini tergantung pada jenis serangga dan sensitivitas individu. Beberapa gejala umum terjadi adalah lepuhan, peradangan, kemerahan, pembengkakan, nyeri, gatal, dan iritasi.

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh Alergi, Waspadai Gejala-gejalanya

Efek gigitan serangga dapat berkisar dari iritasi ringan hingga penyakit serius. Beberapa jenis serangga yang bisa menggigit dan menyebabkan reaksi alergi, yaitu:

  • Lebah.

  • Tomcat.

  • Kumbang.

  • Tawon.

  • Semut Api.

  • Kutu busuk.

  • Kutu.

  • Nyamuk.

  • Laba-laba.

Baca Juga: Enggak Sengaja Tertusuk Bulu Babi, Ini yang Harus Dilakukan

Individu bereaksi dengan cara yang berbeda. Pada satu orang, gigitan menyebabkan benjolan kecil, gatal yang sembuh dalam beberapa hari. Di sisi lain, gigitan yang sama dapat memiliki efek yang lebih serius. Infeksi dapat terjadi di lokasi gigitan, menyebabkan kemerahan, kehangatan, dan pengerasan kulit di sekitar area tersebut, dengan nanah mengalir dari luka. Penting diketahui menggaruk luka juga menyebabkan infeksi dan kulit yang tebal dan kasar. Proses ini disebut "likenifikasi."

Orang yang bekerja di luar ruangan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena gigitan serangga. Sementara itu, di daerah beriklim dingin, risiko terkena penyakit akibat gigitan serangga rendah. Namun, semakin dekat garis khatulistiwa, suhu menjadi jauh lebih tinggi sehingga mudah ditemukan banyak serangga. Di area tropis seperti Indonesia, gigitan serangga dapat menyebabkan malaria, penyakit tidur, demam berdarah, atau virus Zika.

Pengobatan Alergi Akibat Serangga

Berikut adalah pengobatan rumahan untuk membantu mengatasi gigitan serangga:

  • Lepuhan. Jika alergi yang muncul menyebabkan lepuhan, jangan pernah memecahkan lepuhan tersebut karena kemungkinan akan menyebabkan infeksi. Jika memungkinkan, gunakan plester untuk melindungi area.

  • Urtikaria generalisata. Ini adalah kondisi saat muncul benjolan yang terasa gatal atau luka di sekitar gigitan. Biasanya dokter memberikan antihistamin dan kortikosteroid oral, seperti prednisolone untuk mengobati area lokal. Jika luka semakin memburuk, maka kamu wajib mencari bantuan medis. 

  • Reaksi lokal (besar) – reaksi lokal yang besar dan lokal dapat diatasi menggunakan antihistamin oral dan/atau analgesik oral dalam jangka pendek. Apabila pembengkakan lokal parah, dokter memberikan steroid oral dalam jangka pendek.

  • Reaksi lokal (kecil) – reaksi lokal yang kecil dan terbatas pada area gigitan dapat diatasi dengan kompres dingin dan/atau NSAID oral, seperti aspirin, parasetamol atau ibuprofen. Semenyata guna meringankan nyeri akibat gigitan bisa digunakan obat anestesi, krim steroid atau tablet antihistamin. Jangan mengoleskan krim atau salep pada kulit terbuka dan selalu ikuti petunjuk pada kemasan. Walau gigitan terasa gatal, hindari menggaruknya karena dapat merusak kulit dan menyebabkan bakteri masuk ke kulit sehingga infeksi terjadi.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Orang Bisa Mengalami Alergi 

Itulah beberapa jenis serangga penyebab energi dan kiat mengatasinya. Jika gejala reaksi alergi tidak kunjung hilang atau malah semakin parah, kamu harus memeriksakan diri ke dokter. Dengan melakukan penanganan yang tepat di rumah sakit, maka hal ini bisa meminimalisir risiko. Kini kamu bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu melalui Halodoc. Praktis, kan? Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!