Hafiz Alquran Naja Idap Lumpuh Otak, Ini Faktanya

Hafiz Alquran Naja Idap Lumpuh Otak, Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta – Nama Muhammad Naja Hudia Afifurrahman sempat mencuri perhatian. Bocah berusia 9 tahun itu membuat banyak orang kagum karena kemampuannya menghafal 30 juz Alquran (hafiz), lengkap dengan ayat, surat, serta halamannya.

Malahan, Naja disebut berhasil menghafal seluruh isi Alquran hanya dalam waktu 10 bulan. Si Kecil Naja semakin menyedot perhatian karena ternyata ia tengah berjuang melawan penyakit lumpuh otak alias cerebral palsy.

Lumpuh otak terjadi karena gangguan dalam pertumbuhan otak atau kerusakan otak yang sedang berkembang yang dapat terjadi dalam masa kehamilan, saat proses melahirkan, ataupun dalam lima tahun pertama selama otak masih dalam masa pertumbuhan. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh.

Gangguan perkembangan otak biasanya terjadi saat anak masih di dalam kandungan atau ketika proses persalinan. Kondisi ini juga bisa menyerang pada dua tahun pertama kehidupan Si Kecil.

Baca juga: Faktor Penyebab Bayi Mengalami Lumpuh Otak

Mengutip Mayo Clinic, cerebral palsy secara umum menyebabkan gangguan gerakan reflek. Artinya ada kemungkinan anak dengan cerebral palsy memiliki gerakan yang kaku, atau malah sebaliknya yaitu terlalu lemas atau lentur. Biar lebih jelas, yuk cari tahu fakta seputar penyakit lumpuh otak seperti yang diidap Hafiz Alquran Naja!

  • Gejala yang Khas

Anak yang mengidap gangguan ini biasanya memiliki ciri yang khas, yaitu postur tubuh yang terganggu dan gerakan yang tidak terkendali. Untuk mengenali penyakit ini, ibu bisa memperhatikan cara anak berjalan. Pengidap lumpuh otak biasanya akan berjalan dengan sedikit goyang atau terlihat sedikit aneh. Pada bayi, gejala yang sering muncul adalah reflek genggaman yang tiba-tiba hilang, dan anak merangkak dengan satu kaki yang diseret.

  • Dampak yang Berbeda-Beda

Selain menyebabkan kelumpuhan, kondisi ini juga bisa memicu anak mengalami berbagai dampak lainnya. Penyakit ini berkaitan dengan terganggunya proses perkembangan otak yang bisa memicu terjadinya cacat intelektual, masalah penglihatan dan pendengaran, hingga kejang. Gangguan yang muncul akibat lumpuh otak bisa saja bersifat ringan hingga berat, dan biasanya tidak terlihat di awal. Satu hal yang pasti, efek dari penyakit ini biasanya bervariasi dan diperlukan pemeriksaan untuk menemukannya.

Baca juga: 4 Gejala yang Menjadi Indikasi Orang Terkena Lumpuh Otak

  • Penyebabnya Belum Diketahui

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab utama penyakit ini. Namun, banyak anggapan yang menyebut bahwa salah satu lumpuh otak alias cerebral palsy adalah kelahiran prematur. Saat bayi terlahir prematur, ada kemungkinan pembuluh darah ke otak belum berkembang sempurna, sehingga menyebabkan gangguan perkembangan pada organ tersebut.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang bisa memicu terjadinya kelainan ini. Seperti mutasi pada gen yang mengontrol perkembangan otak, infeksi pada ibu yang memengaruhi perkembangan janin, hingga gangguan suplai darah ke otak yang sedang berkembang. Trauma karena kecelakaan pun bisa menjadi penyebab terjadinya penyakit ini pada anak dan bayi.

  • Tidak Hanya Menyerang Bayi

Selain pada bayi yang baru lahir, kerusakan otak yang memicu cerebral palsy juga bisa saja terjadi pada anak usia 3–5 tahun. Ada beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda dari penyakit ini, seperti tangan dan kaki mulai kehilangan fungsi dan menyebabkan organ ini tidak bekerja secara maksimal.

  • Tidak Bisa Sembuh

Kabar buruknya, belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan cerebral palsy. Meski begitu, kondisi ini tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan sama sekali. Pengobatan untuk kondisi ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pengidap dalam beraktivitas secara mandiri.

Baca juga: Jangan Keliru, Ketahui Mitos Tentang Bell's Palsy

Masih penasaran tentang penyakit lumpuh otak? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah bicara dengan dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips kesehatan dan rekomendasi beli obat yang lebih aman dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!