Waspada Lumpuh Otak yang Dapat Terjadi Akibat Kecelakaan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Waspada Lumpuh Otak yang Dapat Terjadi Akibat Kecelakaan

Halodoc, Jakarta - Ada banyak kemungkinan yang terjadi dalam sebuah kecelakaan, tapi yang paling menyebabkan kekhawatiran paling tinggi adalah cedera otak. Beberapa jenis cedera otak memang tidak selalu terlihat setelah terjadinya kecelakaan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan harus segera mendapatkan perawatan setelah kecelakaan, karena jika tidak segera ditangani bisa menimbulkan masalah serius seperti lumpuh otak.

Apa Itu Lumpuh Otak?

Lumpuh otak atau biasa disebut cerebral palsy adalah kelainan gerakan atau postur yang diakibatkan oleh kerusakan pada bagian otak. Biasanya pengidap cerebral palsy adalah bayi atau anak – anak yang disebabkan kecelakaan sebelum kelahiran. Otak bayi atau anak – anak berisiko lebih besar mengalami lumpuh otak karena pertumbuhan otaknya belum matang dan berkembang sempurna.

Baca Juga: Radang Otak – Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Lumpuh otak dapat menyebabkan gangguan motorik yang berhubungan dengan refleks abnormal,  floppiness atau rigiditas pada tungkai dan badan, postur cacat, gerakan tak terkendali, berjalan tidak stabil, atau kombinasi dari semuanya. Pengidap cerebral palsy mungkin memiliki masalah menelan (disfagia), ketidakseimbangan otot mata (mata tidak fokus pada objek yang sama), dan berkurangnya rentang gerak di berbagai sendi tubuh karena kekakuan otot.

Efek dari lumpuh otak pada kemampuan fungsional pun sangat bervariasi. Beberapa orang yang terkena efek ini dapat berjalan, tapi sebagian lainnya mengalami kelumpuhan. Lumpuh otak ini juga dapat memengaruhi tingkat kecerdasan seseorang. Beberapa pengidap lumpuh otak menunjukkan kemampuan intelektual normal atau hampir normal, tapi sebagian lainnya mengalami penurunan kemampuan kognitif. Efek lainnya yang mungkin muncul adalah epilepsi, kebutaan, dan tuli.

Bagaimana Tanda dan Gejala Lumpuh Otak?

Tanda dan gejala yang dialami pengidap lumpuh otak bervariasi. Namun, masalah yang paling umum terjadi biasanya berhubungan dengan gerakan dan koordinasi seperti:

  • Tonus otot menjadi terlalu kaku.

  • Otot yang kaku mengakibatkan refleks yang berlebihan (kelenturan).

  • Kurangnya koordinasi otot (ataksia).

  • Tremor atau gerakan tak sadar.

  • Gerakan yang lambat dan menggeliat (athetosis).

  • Keterlambatan motorik, seperti mendorong lengan, duduk, atau merangkak.

  • Memihak satu sisi tubuh, seperti meraih hanya dengan satu tangan atau menyeret kaki sambil merangkak.

  • Kesulitan berjalan, seperti berjalan dengan jari kaki, gaya berjalan berjongkok, gaya berjalan seperti gunting dengan persilangan lutut, gaya berjalan lebar, atau gaya berjalan asimetris.

  • Kesulitan dengan gerakan yang tepat, seperti mengambil sendok atau garpu.

Baca Juga: 5 Penyebab Cedera Kepala Berat yang Berakibat Trauma

Selain gejala gerakan yang telah disebutkan di atas, terdapat pula gejala lain yang mungkin dialami pengidap lumpuh otak, seperti:

  • Air liur berlebihan atau gangguan menelan (disfagia).

  • Kesulitan mengisap atau makan.

  • Keterlambatan perkembangan berbicara atau kesulitan berbicara.

  • Kejang-kejang.

  • Kesulitan dengan penglihatan dan pendengaran.

  • Penurunan kemampuan kognitif.

  • Kejang – kejang.

  • Sentuhan abnormal dan nyeri.

  • Penyakit mulut.

  • Masalah mental.

  • Sulit mengendalikan buang air kecil (inkontinensia urin).

Kecacatan yang terkait dengan cerebral palsy mungkin terbatas. Namun, kejadian yang sering terjadi menimpa pada satu anggota badan atau seluruh tubuh. Gangguan otak yang menyebabkan cerebral palsy tidak dapat berubah seiring waktu, sehingga gejalanya mungkin tidak semakin memburuk seiring bertambahnya usia. Pemendekan otot dan kekakuan otot dapat memburuk jika tidak ditangani secara agresif.

Baca Juga: Waspadai Vertigo Karena Trauma Kepala Ringan

Sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang cepat untuk gangguan gerakan atau kemungkinan keterlambatan perkembangan yang diakibatkan oleh kelumpuhan otak. Jika kamu pernah mengalami cedera pada kepala dan sering pusing setelah kejadian tersebut, segera bicara pada dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebabnya. Gunakan fitur Contact Doctor yang ada di Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan dimana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!