• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Manfaat Puasa untuk Kesehatan Otak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Manfaat Puasa untuk Kesehatan Otak

Ketahui Manfaat Puasa untuk Kesehatan Otak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 16 April 2021
Ketahui Manfaat Puasa untuk Kesehatan Otak

Halodoc, Jakarta - Menahan lapar dan haus saat puasa sesungguhnya bukanlah hal yang sia-sia. Nyatanya puasa dapat membawa banyak manfaat bagi tubuh, tak terkecuali bagi organ vital seperti otak. Lho kok bisa? Kira-kira, apa saja manfaat puasa untuk kesehatan otak, ya?

Saat puasa selama satu bulan penuh, tubuh mendapatkan manfaat luar biasa. Salah satunya disebabkan oleh satu hal penting yaitu asupan makanan dan minum yang terbatas. Kondisi ini memberikan manfaat pada organ tubuh secara umum, karena kerja metabolisme tubuh menjadi berkurang atau tubuh bisa beristirahat.

Baca juga: Mau Tahu Jenis Olahraga Terbaik Untuk Otak? Ini Penjelasannya

Manfaat Puasa untuk Otak

Saat suplai makanan menjadi terbatas selama menjalani ibadah puasa, maka ini juga akan memberikan efek positif untuk otak. Beberapa manfaat tersebut antara lain: 

1. Sumber Energi pada Otak Didapatkan dari Organ Hati

Tahukah kamu bahwa selama puasa, glukosa sebagai salah satu zat gizi penting untuk otak hanya mampu memenuhi tidak sampai separuh kebutuhan otak? Hal ini akhirnya memaksa tubuh memecah cadangan energi yang ada pada organ hati, berupa glikogen dan asam lemak.

Kondisi ini cukup baik untuk tubuh karena energi cadangan untuk otak yang ada pada organ hati akan digunakan, sehingga tubuh memiliki kesempatan untuk meregenerasi atau memperbarui cadangan energi dalam tubuh, utamanya yang ada pada organ hati. Kondisi ini membuat cadangan energi dalam tubuh menjadi lebih baik karena selalu beregenerasi.

2. Memperbaiki Sel-Sel dalam Otak

Berkaitan dengan poin sebelumnya, asupan energi berbeda selama berpuasa, berupa asam lemak, untuk otak ternyata memberikan manfaat luar biasa, lho. Kondisi ini tercipta karena asam lemak yang akan digunakan sebagai energi untuk otak mengalami proses ketosis yang akhirnya memaksa otak untuk melakukan proses perombakan atau autofagi pada sel lama dalam otak.

Singkatnya, penggunaan sumber energi baru pada otak, berupa asam lemak, akan memberikan manfaat, yaitu sel lama otak yang dirombak. Kondisi ini sangat baik, karena akan mendukung sel otak selalu bekerja optimal.

Baca juga: Waspada, Ini Gejala Pikun Dini yang Sering Tidak Disadari

3. Rasa Lapar Menstimulasi Sel Baru untuk Otak

Apakah kamu menganggap rasa lapar pada tubuh adalah hal yang kurang baik? Jangan salah, otak sebagai pusat pengatur rasa lapar juga mendapatkan manfaat akibat munculnya rasa lapar saat seharian berpuasa.

Hormon lapar, yaitu ghrelin, akan memicu tubuh mengalami proses autofagi. Proses ini yang akan mendukung terjadinya penghancuran sel-sel tua yang pada otak, sehingga sel yang ada pada otak dapat dirombak dan menghasilkan sel baru yang masih berkualitas untuk menjalankan fungsi vital otak.

4. Mencegah Penyakit Alzheimer

Kombinasi ketiga manfaat tadi akan memberikan manfaat super untuk tubuh berupa mencegah terjadinya penyakit alzheimer. Penyakit otak yang dapat menyerang siapa saja ini akan bisa dicegah karena sel dalam organ otak telah mengalami perbaikan, perombakan, dan pembaruan sel.

Sel lama yang tidak segera dirombak oleh otak menjadi salah satu pencetus terjadinya penyakit alzheimer. Dengan berpuasa selama sebulan penuh, maka risiko penyakit ini juga dapat ditekan dengan cukup baik.

5. Meningkatkan Fungsi Otak

Manfaat puasa lainnya untuk kesehatan otak adalah meningkatkan fungsi otak. Perubahan sumber energi untuk otak selama puasa, ternyata meningkatkan fungsi otak dalam menghantarkan sinyal-sinyal tertentu. Hal ini dibuktikan dengan dilepaskannya lemak sebagai keton ke dalam darah untuk energi.

Selain itu, puasa yang dikombinasikan dengan olahraga juga menunjukkan manfaat yang baik untuk otak. Keduanya dapat meningkatkan jumlah mitokondria dalam neuron. Mitokondria adalah organel sel yang menjadi tempat respirasi untuk menghasilkan energi.

Tidak hanya itu, jumlah protein di otak yang disebut BDNF (Brain Derived Neurotrophic Factor) juga meningkat. Meningkatnya protein tersebut dapat meningkatkan fungsi otak yang mengatur perilaku, sensorik, dan motorik, motivasi, daya ingat, dan pembelajaran.

Baca juga: Membaca Buku Malam Hari Baik untuk Otak

Itulah sedikit penjelasan tentang manfaat puasa untuk otak. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc. Ambil smartphone kamu dan nikmati kemudahan bicara dengan dokter, kapan dan di mana saja! 


Referensi:
Society for Neuroscience. Diakses pada 2021. How Does Fasting Affect the Brain?
Mark's Daily Apple. Diakses pada 2021. How Fasting Improves Brain Function.
David Perlmutter. Diakses pada 2021. Benefits of Intermittent Fasting for Your Brain and Body.