Hal yang Dapat Menyebabkan Keratosis Pilaris Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Hal yang Dapat Menyebabkan Keratosis Pilaris Terjadi

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu merasa bagian kulit tertentu menjadi kasar serta mulai muncul bentol kecil menyerupai jerawat? Bisa jadi itu adalah tanda penyakit keratosis pilaris alias penyakit kulit ayam. Meski tidak termasuk kondisi medis yang serius, tetapi penyakit ini bisa mengganggu penampilan dan peradangan yang dibiarkan cenderung sulit untuk sembuh. 

Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tanpa terbatas usia atau jenis kelamin. Meski begitu, penyakit ini paling banyak ditemukan pada anak-anak. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan gangguan kulit ini terjadi. Keratosis pilaris sering ditandai dengan gejala berupa muncul bentol-bentol kecil berwarna merah atau putih di bagian tubuh tertentu, serta kulit di sekitar benjolan menjadi lebih kasar, kering, dan terkadang terasa gatal. Kondisi ini sering memburuk saat cuaca dingin, kelembapan rendah, serta saat kulit kering. 

Baca juga: Kenali Keratosis Pilaris, Penyakit yang Disebut Kulit Ayam

Penyebab dan Faktor Risiko Keratosis Pilaris 

Keratosis pilaris ditandai dengan munculnya bentol-bentol kecil di permukaan kulit. Bagian kulit yang terserang juga akan terasa lebih kasar dan kering. Meski begitu, kondisi ini umumnya tidak menyebabkan rasa nyeri atau gatal. Bentol bisa muncul di sekitar lengan, paha, pipi, dan bokong. Selain itu, keratosis pilaris juga bisa menyerang area wajah, alis, atau kulit kepala. Kondisi ini tidak termasuk penyakit serius dan jarang menyebabkan kondisi yang berbahaya. 

Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi paling sering dialami oleh anak-anak dan remaja. Keratosis pilaris yang dialami anak-anak biasanya akan sembuh dengan sendirinya saat beranjak dewasa. Pada dasarnya, kondisi ini bisa terjadi akibat penumpukan keratin atau protein padat. Dalam kondisi normal, keratin berfungsi untuk melindungi kulit dari zat berbahaya dan infeksi. Keratin yang menebal di permukaan kulit disebut dengan keratosis. 

Penumpukan keratin kemudian menyebabkan penyumbatan lubang pori di mana terdapat folikel rambut yang mengakibatkan pori-pori melebar. Saat terdapat banyak sumbatan, permukaan kulit akan terasa lebih kasar, tidak rata, dan bersisik. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab keratin bisa menumpuk di permukaan kulit. 

Baca juga: 3 Gejala Keratosis Pilaris yang Perlu Diketahui

Ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko penumpukan keratin, salah satunya adalah penyakit yang bersifat keturunan atau kondisi-kondisi kulit lainnya. Selain itu, tiga kelompok orang berikut lebih rentan mengalami gangguan kulit yang satu ini, yaitu: 

  • Anak-Anak 

Usia menjadi salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Keratosis pilaris disebut lebih berisiko menyerang anak-anak dan remaja. Namun, penyakit ini biasanya akan mereda dan sembuh dengan sendirinya saat pengidapnya beranjak dewasa. 

  • Wanita

Selain faktor usia, jenis kelamin ternyata juga bisa meningkatkan risiko keratosis pilaris. Penyakit kulit yang satu ini disebut lebih rentan menyerang wanita dibandingkan pria. 

  • Riwayat Penyakit Kulit 

Orang dengan riwayat penyakit kulit tertentu juga berisiko mengalami keratosis pilaris. Penyakit ini disebut lebih rentan menyerang orang yang sebelumnya pernah atau tengah mengidap iktiosis dan eksim. 

Kondisi ini jarang diobati secara khusus, sebab kebanyakan kasus keratosis pilaris bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika peradangan terasa semakin parah dan tak kunjung menghilang, karena bisa jadi peradangan merupakan tanda penyakit lain yang lebih berbahaya. 

Baca juga: Adakah Pencegahan untuk Kondisi Keratosis Pilaris?

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Keratosis Pilaris
WebMD. Diakses pada 2019. Keratosis Pilaris