Ini Hal yang Dapat Menyebabkan Terjadinya Keputihan

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ini Hal yang Dapat Menyebabkan Terjadinya Keputihan

Halodoc, Jakarta - Sebagian wanita pasti pernah mengalami kondisi saat vagina mengeluarkan cairan atau lendir yang disebut keputihan. Ada berbagai banyak faktor penyebab keputihan dan kondisinya bisa berbeda pada setiap wanita.

Kondisi ini tidak berbahaya dan merupakan salah satu cara alami tubuh dalam menjaga kebersihan dan kelembapan organ kewanitaan. Cairan yang diproduksi dari kelenjar vagina dan leher rahim akan keluar membawa sel mati dan bakteri sehingga vagina terlindung dari infeksi. 

Pada kondisi normal, cairan keputihan memiliki karakteristik seperti tidak berwarna, atau berwarna putih, tidak berbau, dan tekstur cairannya bisa berubah tergantung siklus menstruasi. Sementara kondisi keputihan yang tidak normal memiliki karakteristik cairan yang berwarna, jumlahnya yang banyak, menyebabkan rasa gatal, sensasi terbakar, dan terasa nyeri pada panggul

Baca Juga: Alami Keputihan dengan Tanda Ini? Bisa Jadi Kena Vaginitis

Apa Saja Penyebab Keputihan?

Penyebab keputihan pada setiap wanita bisa berbeda-beda, dan biasanya dikenali berdasarkan jumlah cairan yang keluar hingga warna dan tekstur cairan. Keputihan normal umum terjadi setidaknya 6 bulan sebelum seorang wanita mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Kondisi ini adalah akibat dari perubahan hormon di dalam tubuh. Tidak hanya itu, keputihan bisa muncul akibat rangsangan seksual, sedang menyusui, atau stres. Ada juga beberapa hal yang membuat seorang wanita rentan mengalami infeksi vagina dan menimbulkan keputihan, yaitu: 

  • Mengidap diabetes;

  • Konsumsi pil KB dan obat kortikosteroid;

  • Terdapat iritasi di dalam atau sekitar vagina;

  • Terlalu sering membersihkan area kewanitaan dengan semprotan air;

  • Menggunakan sabun atau losion yang mengandung parfum atau pewangi.

  • Melakukan hubungan seksual tanpa kondom dan sering berganti pasangan;

  • Menurunnya sistem kekebalan tubuh, misalnya akibat HIV;

  • Menipisnya dinding vagina akibat menopause.

Masih sangat mungkin terdapat penyebab keputihan lain yang tidak disebutkan di atas. Jika kamu memiliki pertanyaan terkait kondisi ini, tanyakan saja pada dokter ahlinya di Halodoc. Dokter akan memberikan informasi lengkap terkait masalah kesehatan yang kamu alami. 

Baca Juga: Inilah 4 Cara Mengatasi Keputihan

Lantas, Bagaimana Cara Mencegah Keputihan?

Selama keputihan yang dialami normal, maka kamu tidak perlu khawatir. Sementara itu, untuk keputihan yang tidak normal, maka terdapat beberapa langkah utama yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Cara yang bisa dilakukan tersebut, antara lain: 

  • Membersihkan vagina dengan sabun dan air hangat setelah buang air kecil atau besar, kemudian keringkan. Cara ini untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina dari dubur;

  • Hindari menyiram atau membersihkan vagina dengan semprotan air. Cara ini berisiko menghilangkan bakteri baik yang melindungi vagina dari infeksi;

  • Gunakan celana dalam berbahan katun untuk menjaga kelembapan pada area kewanitaan. Hindari memakai celana dalam yang terlalu ketat;

  • Hindari menggunakan sabun atau produk kewanitaan yang mengandung parfum, karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik pada vagina;

  • Jagalah kebersihan vagina selama menstruasi dengan mengganti pembalut setidaknya setiap 3-5 jam sekali;

  • Tidak berganti pasangan seksual atau menggunakan kondom agar terhindar dari risiko infeksi menular seksual;

  • Lakukan pemeriksaan kesehatan vagina secara rutin kepada dokter kandungan.

Baca Juga: Keputihan Saat Hamil, Wajar atau Masalah?

Pada kasus yang tidak normal, keputihan bisa muncul akibat infeksi, baik karena jamur, bakteri (vaginosis bakterialis, gonore, chlamydia), atau parasit (trikomoniasis). Tidak hanya itu, keputihan juga diduga tanda dari kanker rahim atau leher rahim. Selalu perhatikan kondisi organ kewanitaan agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Symptoms. Vaginal Discharge. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Symptoms. Vaginal Discharge