Beberapa Hal yang Perlu Diketahui tentang Kanker Darah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Beberapa Hal yang Perlu Diketahui tentang Kanker Darah

Halodoc, Jakarta - National Foundation for Cancer Research, sebuah badan penelitian kanker di Amerika Serikat, mengungkapkan kanker darah adalah salah satu jenis kanker yang cukup banyak diderita penduduk Amerika. Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa kanker darah diidap setidaknya oleh 1,2 juta penduduknya. Kanker darah menyumbang hampir 10 persen dari kasus kanker baru di AS setiap tahunnya. Cukup mencengangkan, bukan?

Tidak hanya itu, di Indonesia, kanker darah telah merenggut nyawa mantan Ibu Negara, Ani Yudhoyono. Ibu Ani dilaporkan hanya bisa bertahan hidup selama beberapa bulan setelah dokter di Singapura memvonisnya alami kanker darah. Ini berarti, kamu tidak bisa menganggap enteng kanker darah. 

Baca Juga: Leukemia Menyerang Sejak Kecil, Bisakah Disembuhkan? 

Mengenal Lebih Dalam Tentang Kanker Darah

Kanker darah atau kanker hematologi, adalah kanker yang menyebabkan gangguan dalam produksi dan fungsi sel darah. Pada banyak kasus, kanker darah dimulai dari sumsum tulang, tempat darah diproduksi. Sel-sel kanker kemudian mencegah sel-sel darah normal untuk menjalankan fungsi mereka sehingga tubuh akan mengalami beberapa gejala.

Gejala dari kanker darah bisa berupa gangguan pembekuan darah, munculnya darah saat buang air besar, atau perdarahan berlebihan saat menstruasi. Beberapa organ bisa terpengaruh karena kanker ini, seperti ginjal, jantung, paru, bahkan tulang.

Jika kamu mengalami gejala yang mencurigakan, kamu bisa segera melakukan tanya jawab dengan dokter tentang penyakit ini melalui aplikasi Halodoc. Kamu hanya perlu download aplikasi ini di smartphone, untuk menikmati kemudahan diskusi dengan dokter terpercaya.

Sementara itu, pada kondisi normal, sel-sel darah di dalam tubuh biasanya mengikuti jalur pertumbuhan teratur, pembelahan, dan kematian. Namun, sel-sel kanker darah tidak demikian. Sel-sel penyebab kanker darah tidak mati secara otomatis, bahkan mereka bisa menyebar ke daerah lain, menekan sel darah normal dan menghambat fungsinya.

Hingga kini para ilmuwan masih belum mengetahui secara pasti penyebab kanker darah. Namun, para ahli menduga perubahan dalam DNA bisa membuat sel-sel darah yang sehat menjadi kanker.

Baca Juga: Kanker Darah Bisa Sembuh dengan Donor Sumsum?

Fakta Tentang Kanker Darah

Untuk mengetahui lebih lanjut, ketahui beberapa hal ini tentang mengenai kanker darah yaitu:

  • Kanker darah memiliki kecenderungan genetik. Apabila keluarga terdekat kamu seperti orangtua, saudara kandung, kakek, ataupun nenek memiliki riwayat penyakit ini, maka risiko untuk memilikinya juga akan tinggi. 

  • Selain itu, ada juga faktor-faktor lain yang menjadi penyebab kanker darah, di antaranya paparan bahan kimia berbahaya, paparan radiasi, serta infeksi virus tertentu.

  • Leukemia, sebagai salah satu jenis kanker darah adalah kanker paling umum yang menyerang anak-anak dan menyumbang sekitar 30% dari semua kanker anak-anak.

  • Pada 2017, diperkirakan bahwa 58.300 orang diperkirakan meninggal akibat kanker darah. Namun, jangan khawatir karena tingkat kelangsungan hidup pengidapnya meningkat secara signifikan dalam 20 tahun terakhir.

  • Sayangnya, tidak ada tes skrining yang efektif untuk deteksi dini kanker darah. Meskipun para ilmuwan sedang meneliti cara untuk mencegah atau mendeteksi semua kanker pada tahap awal mereka, belum ada cara pasti untuk deteksi dini penyakit ini. Akibatnya, orang tidak tahu ada yang salah sampai mereka mengalami gejala atau sudah masuk ke dalam stadium yang berat.

Meski tidak memiliki tes skrining yang efektif, kamu bisa mencurigai gejala kanker darah melalui beberapa tanda, antara lain:

  • Demam, menggigil;

  • Kelelahan terus-menerus;

  • Kehilangan nafsu makan dan mual;

  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan;

  • Berkeringat di malam hari;

  • Nyeri tulang / sendi;

  • Ketidaknyamanan perut;

  • Sakit kepala;

  • Sesak napas;

  • Infeksi yang sering;

  • Kulit gatal atau ruam kulit;

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau selangkangan.

Baca Juga: Anemia Parah Bisa Jadi Tanda Awal Kanker Darah?

Bicaralah dengan dokter segera jika kamu mengalami gejala-gejala ini agar risiko tidak semakin parah.