Harus Tahu, Ini Jenis-Jenis Perawatan dalam Fisioterapi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Fisioterapi

Halodoc, Jakarta - Fisioterapi merupakan salah satu jenis terapi yang dilakukan guna memulihkan bagian tubuh seseorang pasca terjadinya cedera atau kecelakaan. Fisioterapi tidak hanya dilakukan oleh seseorang dengan kondisi kesehatan tertentu, terapi ini juga dapat dilakukan oleh semua orang untuk mencegah timbulnya penyakit di hari esok.

Baca juga: Perlu Tahu, Terapi Fisik untuk Atasi Sakit Lutut

Fisioterapi Merupakan Pelayanan Kesehatan Rehabilitasi Fungsional

Rehabilitasi fungsional dalam fisioterapi diterapkan dengan penggabungan teknik sebagai upaya untuk mengembalikan kondisi peserta cedera ke performa yang optimal. Tujuan dilakukannya fisioterapi adalah sebagai penanganan cedera atau kecacatan seseorang melalui peningkatan gerakan dan perbaikan fisik. 

Fisioterapi akan berfokus untuk memaksimalkan fungsi gerak dan kualitas hidup peserta dengan berbagai kondisi kesehatan yang tengah dialami. Pada terapi ini, peserta akan dinilai dari kemampuan melakukan gerakan dari tujuan yang telah ditetapkan bersama sebelum dilakukannya terapi. Prosesnya meliputi mendorong dan melatih peserta dalam memaksimalkan kemampuan gerak agar dapat berfungsi dengan maksimal.

Baca juga: Bantu Obati Frozen Shoulder, Apa Itu Prosedur Manipulasi Bahu?

Ini Jenis-Jenis Perawatan dalam Fisioterapi

Fisioterapi merupakan salah satu terapi yang dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu jenis perawatan. Nah, jenis-jenis perawatan yang dilakukan dalam fisioterapi, antara lain:

  • Terapi manual, yaitu terapi yang dilakukan manual menggunakan tangan. Terapi ini berfokus pada sistem dan struktur dalam tubuh, seperti persendian, tulang, jaringan lunak, peredaran darah, saraf, dan limfe.

  • Stimulasi saraf transkutan listrik, yaitu terapi yang dilakukan dengan menggunakan arus listrik bertenaga rendah guna menghilangkan rasa sakit. Stimulasi ini dilakukan dengan perangkat kecil dan digerakkan oleh baterai. Perangkat kecil ini kemudian ditempatkan pada titik tekanan dan menciptakan rangkaian impuls listrik yang getarannya dapat bergerak sepanjang serabut saraf.

  • Terapi magnetik, yaitu terapi dengan menggunakan magnet sebagai upaya penyembuhan berbagai penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada peredaran darah, sistem metabolisme, sistem hormon, enzim, dan gangguan sel sel pada tubuh manusia. Terapi ini juga bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit yang tengah dialami.

  • Taping, yaitu terapi yang dilakukan dengan bantuan pemberian plester elastis guna menyangga dan menstabilkan otot dan sendi tanpa membatasi gerak sendi. Taping bekerja dengan menyangga dan mengangkat kulit sehingga membebaskan dari tekanan, serta meningkatkan sirkulasi aliran darah yang kaya akan oksigen yang dapat mempercepat pemulihan cedera.

  • Diathermy, yaitu terapi yang dilakukan dengan menggunakan panas yang dialirkan melalui arus elektromagnetik berfrekuensi tinggi untuk menyembuhkan berbagai kondisi. Alat ini dapat menyembuhkan otot yang tegang, meningkatkan metabolisme tubuh, serta meningkatkan aliran darah ke jaringan tubuh yang rusak.

Baca juga: Ketahui Terapi Fisik untuk Menangani Tendinitis

Setelah Melakukan Fisioterapi, Hal Apa yang Harus Dilakukan?

Setelah menyelesaikan program terapi fisik, peserta kemudian akan bertemu dengan dokter yang melakukan fisioterapi guna melihat perkembangan peserta. Selain itu, dokter juga akan melakukan evaluasi pada peserta. Jika dirasa perkembangan kesehatan baik, dokter biasanya tidak akan melakukan fisioterapi ulang. Namun, peserta harus menerapkan saran dan latihan di rumah guna memperbaiki fungsi tubuh dan mencegah cedera lebih lanjut.

Fisioterapi dilakukan guna mengembalikan fungsi tubuh setelah terkena penyakit atau cedera. Jika tubuh mengalami cedera permanen, fisioterapi dapat dilakukan guna mengurangi dampaknya. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa berdiskusi langsung dengan membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu melalui Halodoc. Yuk,  download aplikasinya segera!