24 October 2018

Hati-Hati Pola Asuh Seperti Ini Bisa Picu Peter Pan Syndrome

Hati-Hati Pola Asuh Seperti Ini Bisa Picu Peter Pan Syndrome

Halodoc, Jakarta - Pernah melihat seorang pria dewasa yang sangat bergantung kepada orang lain alias tak dapat hidup mandiri? Hmm, boleh dibilang mereka yang memiliki sifat ini bisa jadi mengidap peter pan syndrome. Ada banyak sebutan lain dari sindrom ini seperti king baby atau little prince syndrome.

Kata ahli, peter pan syndrome membuat pria tak bisa hidup mandiri meski mereka sudah memasuki usia dewasa. Lalu, seperti apa sih ciri-ciri pria yang mengidap sindrom ini?

Menurut psikolog klinis, pria yang mengidap kondisi ini akan sulit mengambil keputusan dan amat bergantung kepada orang lain, bahkan dalam hal kecil sekalipun. Tak cuma itu, pria tersebut juga takut untuk berkomitmen, tak bertanggung jawab, dan memiliki ambisi yang rendah. Singkatnya, mereka tak mau dan tak mampu untuk tumbuh secara dewasa dan memikul tanggung jawab lebih dalam hidupnya.

Pola Asuh dan Pengalaman

Sebenarnya ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan seseorang memiliki peter pan syndrome. Misalnya, cara pandang yang salah terhadap diri dan lingkungan sekitarnya. Namun, menurut ahli seperti dilansir Science Daily, pola asuh orangtua yang amat protektif bisa menyebabkan Si Kecil tumbuh dewasa dengan sindrom ini.

Ketika beranjak dewasa, mereka merasa tumbuh dewasa harus bisa membuat komitmen dengan diri sendiri dan orang lain, menghadapi tantangan, hingga memikul berbagai tanggung jawab. Akan tetapi, perasaan cemas, takut, tidak mampu, dan tak percaya diri akan hal-hal di atas, membuat mereka melindungi diri sendiri. Nah, caranya dengan bersikap layaknya anak kecil.

Kata ahli, tekanan mental berat inilah yang mungkin memicu rasa “ingin kabur dari tanggung jawab”, dan membuat seorang pria dewasa ingin kembali ke masa kanak-kanak yang tak memiliki beban hidup.

Menurut ahli, penyebab paling utama sindrom ini adalah faktor di masa kanak-kanak, yakni pola pengasuhan orangtua yang kurang tepat. Pola pengasuhan atau pengalaman tidak mengenakan di masa lalu pun bisa memicu timbulnya sindrom ini.

Gegara Otoriter dan Permisif

Dari berbagai jenis pola asuh, pola asuh otoriter merupakan pola asuh yang rentan memicu kondisi ini. Meski begitu, pola asuh permisif atau terlalu memanjakan anak juga bisa menjadi biang keladinya.

Orangtua yang menerapkan pola asuh otoriter, enggak memberikan ruang diskusi kepada anak. Dengan kata lain, peraturan dibuat untuk mengontrol anak, dan sering kali terbilang keras dengan alasan mendidik. Orangtua dengan pola asuh otoriter cenderung memberikan kontrol yang sangat kuat kepada perilaku anak.

Singkat kata, anak harus patuh dan mengikuti apa yang dikatakan orangtua. Boleh dibilang, orangtua disini mengecilkan peranan anak. Alhasil, mereka tumbuh dengan ketakutan dan rasa percaya diri yang rendah serta ragu dengan kemampuan dirinya.

Menurut ahli dari Department of Personality, Evaluation and Psychological Treatment, University of Granada, orangtua yang overprotektif bisa menyebabkan kecemasan berlebih kepada anak. Nah, ketika mereka tubuh dewasa, akhirnya muncullah sindrom ini.

Sementara pola asuh permisif lain ceritanya. Di sini orangtua terlalu membebaskan anak atau lebih seperti memanjakan. Dengan kata lain, orangtua akan menuruti segala keinginan anak tanpa adanya pemberian syarat daya juang dari anak.

Nah, pola asuh seperti ini akan membuat anak berpikir bahwa mereka bisa selalu mendapatkan apa yang mereka mau dengan mudah. Bahkan, tanpa harus kerja keras, tapi dengan mengandalkan orang lain.

Si Kecil atau anggota keluarga memiliki keluhan kesehatan? Ibu enggak perlu panik, ibu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: