Sering Lalai di Kantor? Hati-Hati Silent Stroke

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Sering Lalai di Kantor? Hati-Hati Silent Stroke

Halodoc, Jakarta - Sering lalai atau sulit fokus di kantor? Hati-hati, bisa jadi itu tanda silent stroke. Stroke jenis ini menyebabkan perubahan aliran darah dan merusak materi putih pada otak. Seiring waktu, kondisi ini menyebabkan masalah memori dan menurunnya fungsi kognitif. Itulah sebabnya salah satu gejala silent stroke adalah sering lalai atau sulit fokus. 

Tidak seperti stroke pada umumnya, silent stroke tidak membuat pengidapnya mengalami kesulitan bicara dan kelumpuhan. Silent stroke biasanya baru dapat dideteksi melalui pemindaian MRI atau setelah kerusakan otak memburuk. Dengan kata lain, jika memiliki silent stroke, kamu mungkin tidak akan tahu, kecuali jika secara kebetulan melakukan scan otak dan dokter menemukan gangguan tersebut secara tidak sengaja. 

Baca juga: Mengapa Stroke Bisa Sebabkan Gangguan Bicara Disartria?

Padahal, deteksi awal silent stroke dan perubahan gaya hidup sangat dibutuhkan untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Dapat Memicu Gangguan Memori

Sebagai salah satu jenis stroke iskemik, silent stroke ditandai dengan terbentuknya gumpalan darah di pembuluh yang bertugas memasok darah ke otak. Kondisi ini lama-kelamaan bisa menyebabkan kerusakan bagian otak yang dalam jangka panjang bisa memicu gangguan memori. Jika berkembang menjadi semakin buruk dan menyebabkan Alzheimer, demensia, atau bahkan kehilangan memori. 

Lebih lanjut, gangguan memori dapat menimbulkan gejala-gejala berupa:

  • Linglung.

  • Kesulitan mengerjakan tugas sehari-hari, seperti menyiapkan makanan, memenuhi janji pertemuan, dan mengerjakan balance buku tabungan.

  • Tersesat atau salah menaruh barang.

  • Sering mengulang cerita atau pertanyaan yang sama.

  • Melupakan orang, fakta dan kejadian yang sebelumnya diketahui dengan baik.

  • Mudah marah.

  • Masalah dalam berbahasa, seperti mencampur kata-kata atau kesulitan mengingat kata.

  • Depresi.

Baca juga: Inilah 7 Gejala Umum Demensia Alzheimer

Oleh karena itu, jika pengidap stroke mulai menunjukkan gejala-gejala gangguan memori, sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan. Sekarang, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call.

Pengidap Silent Stroke Harus Apa?

Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi gangguan memori tergantung pada penyebabnya. Pada pengidap stroke yang mengalami gangguan memori, biasanya akan diberikan terapi yang bisa membantu untuk mengingat bagaimana cara melakukan tugas-tugas tertentu, seperti berjalan atau mengikat tali sepatu.

Namun, selain menjalani terapi, pengidap gangguan memori juga perlu menerapkan gaya hidup sehat yang bisa membantu mengatasi gangguan memori, seperti:

  • Berolahraga secara rutin. Tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, berolahraga rutin juga sangat membantu dalam menjaga keadaan pikiran tetap sehat.

  • Perbanyak melakukan aktivitas yang bisa merangsang baik tubuh dan pikiran, misalnya seperti hobi bermain catur atau memasak.

  • Batasi konsumsi minuman beralkohol. Ini penting karena kebiasaan minum yang berat dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.

  • Buatlah daftar hal-hal yang harus dilakukan. Bila perlu, gunakan notes atau agenda untuk membantu mengingat dan membuat perencanaan tugas.

Baca juga: 5 Tips Cegah Gangguan Memori di Usia Muda Hingga Tua

Namun, sebaik-baiknya mengobati, tentu lebih baik mencegah. Silent stroke bisa dicegah dengan menerapkan berbagai kebiasaan sehat seperti:

  • Selalu pantau dan kontrol tekanan darah, serta kolesterol.

  • Jaga gula darah agar selalu terkontrol.

  • Hindari rokok.

  • Makan makanan sehat, yang mencakup banyak buah-buahan segar, sayuran, dan biji-bijian.

  • Kurangi makan lemak, garam, dan gula.

  • Lakukan olahraga secara teratur.

  • Jaga berat badan agar tetap sehat.


Referensi:

Verywell Health (Diakses pada 2019). What It Means If You Have a Silent Stroke

WebMD (Diakses pada 2019). Silent Stroke: What You Need to Know

Healthline (Diakses pada 2019). How to Recognize a Silent Stroke