Hati-Hati, Stres Bisa Sebabkan Alopecia Areata

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Hati-Hati, Stres Bisa Sebabkan Alopecia Areata

Halodoc, Jakarta – Stres adalah kondisi psikologis normal seiring dengan banyaknya tuntutan hidup. Kondisi ini menjadi berbahaya jika berlangsung jangka panjang dan seseorang tidak mampu mengendalikan emosi negatif yang muncul. Pasalnya stres jangka panjang berpotensi menyebabkan gangguan kecemasan hingga depresi. Misalnya, stres akibat kehilangan pekerjaan, perceraian, keluarga sakit parah, dan sebagainya.

Baca Juga: Inilah 7 Hal yang Bisa Menyebabkan Kebotakan

Kerontokan rambut dianggap normal jika hanya 50-100 helai rambut per hari. Seiring dengan kerontokan rambut, helai rambut baru tumbuh pada waktu bersamaan untuk menggantikannya. Namun, jika jumlah rambut yang rontok lebih dari 100 helai per hari, kondisi ini bisa memicu kebotakan.

Stres Jangka Panjang Sebabkan Alopecia Areata

Dampak stres jangka panjang lainnya adalah kebotakan rambut. Salah satunya alopecia areata, kondisi jumlah rambut rontok lebih banyak dibandingkan rambut yang tumbuh. Kebotakan akibat alopecia areata bisa berupa titik tertentu di kepala, rambut botak plontos, hingga hilangnya semua rambut di tubuh. Selain alopecia areata, kebotakan rambut akibat stres terdiri dari telogen effluvium dan trikotilomania. Ini perbedaannya:

  • Alopecia areata. Terjadi ketika sel darah putih menyerang folikel rambut, sehingga pertumbuhan rambut terhenti dan menyebabkan kebotakan. Stres memicu peradangan yang berdampak pada ketidakmampuan sistem imun mengenali sumber bahaya dengan benar (penyakit autoimun).

  • Telogen effluvium. Ketika tubuh mengalami stres atau emosi negatif, sebagian besar rambut masuk ke dalam fase istirahat lebih cepat sebelum waktunya. Tiga bulan kemudian, rambut menjadi rontok. Jika stres berlangsung lama, fase ini terus terjadi sehingga rambut rontok banyak hingga menyebabkan kebotakan.

  • Trikotilomania, gangguan psikologis yang membuat pengidapnya ingin terus menarik rambut untuk mengatasi stres dan kebiasaan ini meningkatkan risiko kebotakan.

Baca Juga: Enggak Cuma Rambut, Alopecia Areata Bikin Kumis dan Alis Rontok

Cara Mencegah Rambut Rontok Saat Stres Melanda

Kunci utamanya adalah mengelola stres dengan baik. Misalnya dengan melakukan kegiatan positif untuk menyalurkan emosi negatif seperti membaca buku, mendengarkan lagu, menulis, atau pergi ke wisata alam. Perubahan gaya hidup juga bisa mencegah stres dan kerontokan rambut, meliputi tidur cukup, konsumsi makanan sehat, perbanyak minum air putih, dan rutin berolahraga. Beberapa jenis makanan yang bagi rambut adalah sayur bayam, tahu, kacang-kacangan, susu, dan teh hijau.

Penyebab Lain Kerontokan Rambut yang Bisa Picu Kebotakan

Selain stres jangka panjang, ini penyebab kerontokan rambut lain yang perlu diwaspadai:

  • Kekurangan protein. Asupan rendah protein melemahkan struktur rambut dan memperlambat pertumbuhannya. Pasalnya protein berfungsi sebagai zat pembangun utama tubuh, termasuk sel rambut.

  • Anemia akibat kekurangan zat besi. Kondisi ini menghambat suplai oksigen yang memadai ke sel-sel tubuh lewat darah, termasuk ke folikel rambut.

  • Kulit kepala tidak sehat. Biasanya terjadi akibat jarang keramas. Kondisi ini menyebabkan peradangan yang menyulitkan rambut tumbuh dengan baik.

  • Terlalu sering menata rambut menggunakan hairdryer dan catokan. Kebiasaan ini berpotensi merusak sifat alami rambut, apalagi jika suhu yang digunakan terlalu panas. Alat ini menghilangkan kelembapan alami rambut dengan mengurangi kandungan airnya. Akhirnya, rambut menjadi kering, rusak, dan bercabang.

Baca Juga: Kenali Tandanya, Ini 4 Cara Mudah Atasi Stress

Itulah fakta kebotakan akibat stres. Kalau kamu sering menarik rambut tanpa sadar, segera bicarakan kebiasaan ini pada dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi psikolog atau psikiater kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!