10 January 2019

Inilah 7 Hal yang Bisa Menyebabkan Kebotakan

inilah 7 hal yang bisa menyebabkan kebotakan

Halodoc, Jakarta – Rambut adalah mahkota tidak hanya bagi wanita, tapi juga pria. Rambut yang tebal, halus, dan berkilau tentunya akan menambah rasa percaya diri bagi siapa saja yang memilikinya. Namun sayangnya, rambut yang sempurna hanya impian belaka buat sebagian orang. Jangankan memiliki rambut yang tebal, mempertahankan agar rambut tidak rontok saja sulit sekali.

Setiap hari, saat keramas atau saat menyisir rambut, selalu saja ada rambut yang rontok. Akibatnya, sebagian orang sudah mengalami kebotakan di usia tertentu. Apakah kamu juga termasuk salah satu orang yang mengalami masalah ini? Ketahui dulu hal-hal yang bisa menjadi penyebab kebotakan berikut agar kamu bisa mencegah kondisi tersebut terjadi.

Botak atau yang dalam istilah medisnya disebut juga dengan alopecia adalah kondisi di mana rambut pada kulit kepala atau seluruh tubuh mengalami kerontokan rambut. Hampir seluruh kulit kita memiliki rambut, kecuali di telapak tangan dan telapak kaki. Hal ini karena kulit kita memiliki folikel rambut yang dapat menghasilkan protein keratin yang menumbuhkan rambut. Secara alami, rambut kita akan mengalami 4 fase siklus pertumbuhan berikut:

  • Fase tumbuh aktif (anagen) yang berlangsung selama 2–6 tahun.

  • Fase transisi (catagen) yang berlangsung selama 2–3 minggu.

  • Fase istirahat (telogen) yang berlangsung selama 2–3 bulan.

  • Fase eksogen, yaitu masa ketika rambut terlepas dari folikel rambut atau rambut rontok.

Bila jumlah rambut yang rontok masih dalam kisaran 50–100 helai per hari, maka kondisi tersebut masih normal. Namun, bila jumlah rambut yang rontok terbilang sangat banyak dan tidak dibarengi dengan tumbuhnya rambut baru, maka lama-kelamaan bisa menyebabkan kebotakan. Jadi, kebotakan sebenarnya terjadi ketika siklus pertumbuhan rambut terganggu. Kondisi ini bisa dialami oleh pria dan wanita dari segala usia. Berikut 5 hal yang bisa menjadi penyebab kebotakan dan rambut rontok:

1. Faktor Keturunan

Faktor keturunan ditambah dengan pengaruh dari hormon androgen sering menyebabkan kebotakan pada pria dan wanita. Faktor penyebab ini disebut juga dengan androgenetik alopecia. Jadi, bila kebanyakan pria di keluarga besar kamu rata-rata botak, maka tidak heran bila kamu pun juga lebih mudah mengalami kebotakan. Hal tersebut karena adanya kelebihan hormon pria dan folikel rambut yang terlalu sensitif yang diduga bisa diturunkan melalui keluarga, sehingga menjadi penyebab kebotakan pada pria.

Sedangkan pada wanita, kebotakan seringkali tidak diketahui penyebabnya. Namun, kondisi tersebut diduga karena hormon wanita yang terlalu sedikit. Androgenetik alopecia pada wanita biasanya terjadi setelah menopause.

Baca juga: Kebotakan pada Pria, Penyakit atau Hormon?

2. Penyakit Kulit

Penyakit kulit, seperti skleroderma, lupus, dan lichen planus bisa menyebabkan tumbuhnya jaringan parut. Kulit yang terkena jaringan parut akan mengalami perubahan dan menyebabkan folikel rambut menjadi rusak, sehingga rambut tidak bisa tumbuh kembali. Penyebab kebotakan karena jaringan parut disebut juga dengan scaring alopecia.

3. Kondisi Autoimun

Kelainan pada sistem imun yang malah berbalik menyerang tubuhnya sendiri juga bisa menyebabkan seseorang mengalami kebotakan. Kondisi ini dinamakan alopecia areata. Namun kebanyakan kasus alopecia areata, rambut dapat tumbuh kembali beberapa bulan kemudian.

Baca juga: Penyebab Gangguan Autoimun dan Cara Mencegahnya

4. Tindakan Medis dan Obat-obatan

Tindakan medis, seperti kemoterapi dan radioterapi memiliki efek samping, salah satunya adalah kebotakan. Selain dua tindakan medis tersebut, obat-obatan tertentu, seperti bismuth, levodopa, colchicine, dan cyclosporine juga bisa menjadi penyebab kebotakan. Pengobatan dan tindakan medis tersebut mengakibatkan gangguan pertumbuhan sel rambut, bahkan sudah menjadi rusak dan rontok pada masa awal pertumbuhan yaitu fase anagen. Itulah mengapa kondisi ini disebut juga dengan anagen effluvium.

Baca juga: Inilah 6 Efek Kemoterapi yang Belum Banyak Orang Tahu

5. Perubahan Hormon

Kehamilan bisa membuat perubahan hormon yang drastis pada tubuh seorang wanita. Hal ini bisa memengaruhi siklus pertumbuhan rambut, di mana jumlah rambut yang berada dalam fase telogen (istirahat menjadi 10–15 persen lebih banyak, sehingga menjadi penyebab rambut rontok dalam jumlah banyak. Namun, jangan khawatir. Pada kondisi ini, rambut bisa tumbuh kembali dalam waktu 6 bulan setelah kerontokan berhenti.

6. Kebiasaan Mencabuti Rambut

Hal ini tentunya juga bisa menyebabkan kebotakan. Akan tetapi, kebotakan biasanya hanya terjadi di satu tempat tertentu, yaitu pada area di mana kamu mencabuti rambut.

7. Sering Menata Rambut

Kebanyakan wanita sering menata rambutnya atau menguncirnya. Namun, tahukah kamu, kebiasaan ini bisa menyebabkan kebotakan lho. Menarik rambut saat mengikat rambut dengan gaya kuncir kuda atau mengepang rambut bisa menyebabkan banyak rambut menjadi rontok, sehingga lama-kelamaan menjadi botak.

Itulah 7 hal yang menjadi penyebab kebotakan. Kalau kamu khawatir dengan kerontokan rambut yang banyak dan tidak kunjung membaik, coba tanyakan saja kepada dokter lewat aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa curhat dan minta saran kesehatan pada dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.