Hidrosefalus Bisakah Ukuran Kepala Menjadi Normal?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Hidrosefalus Bisakah Ukuran Kepala Menjadi Normal?

Halodoc, Jakarta – Nyatanya, kesehatan akan menjadi prioritas utama dari orangtua. Sebaiknya perhatikan kondisi kesehatan anak dari berbagai gangguan penyakit yang dapat dialami oleh anak dari semenjak lahir atau penyakit yang didapat setelah bertumbuh. Salah satunya adalah penyakit hidrosefalus.

Baca juga: Ketahui Berbagai Faktor Risiko Hidrosefalus Sejak Dini

Penyakit hidrosefalus merupakan penumpukan cairan pada rongga otak, yang dikenal sebagai ventrikel sehingga tingkatkan tekanan pada otak. Gejala umum yang dialami bayi dan anak-anak dengan hidrosefalus adalah ukuran lingkar kepala yang membesar dengan cepat. Lalu apakah anak-anak dengan kondisi hidrosefalus dapat kembali menjadi normal? Simak ulasannya.

Bisakah Ukuran Kepala Pengidap Hidrosefalus Menjadi Normal?

Hidrosefalus adalah penyakit yang disebabkan produksi cairan serebrospinal pada ventrikel yang tidak seimbang dengan penyerapan cairan oleh pembuluh darah sehingga menyebabkan tekanan pada otak. Umumnya, kondisi ini dialami oleh bayi yang baru lahir maupun anak-anak. Namun, kondisi ini tidak menutup kemungkinan dapat dialami oleh orang dewasa.

Otak memroduksi cairan yang memiliki fungsi untuk melindungi otak dari cedera, menjaga tekanan pada otak, dan membuang limbah sisa metabolisme dari otak. Jika anak mengalami produksi dan penyerapan cairan yang tidak seimbang maka dapat menyebabkan anak alami hidrosefalus dengan beberapa gejala.

Umumnya, gejala yang umum terjadi munculnya benjolan yang terasa lunak pada area ubun-ubun anak dan lingkar kepala anak yang meningkat dengan drastis. Selain itu, anak pengidap hidrosefalus mengalami pertumbuhan yang terhambat, penurunan konsentrasi, mudah mengantuk, dan terkadang terjadi kejang pada anak.

Baca juga: Enggak Cuma Anak-Anak, Orang Dewasa Bisa Alami Hidrosefalus

Segera periksakan kondisi anak pada rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab gejala yang dialami oleh anak. Ibu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan secara online melalui aplikasi Halodoc.

Jika anak mengalami hidrosefalus, sebaiknya orangtua jangan panik dan tetap dampingi anak. Anak pengidap hidrosefalus dapat menjalani pengobatan dengan tindakan operasi. Ada beberapa jenis tindakan operasi yang bisa dilakukan, seperti:

1. Shunt

Tindakan ini dikenal dengan VP Shunt. Fungsinya untuk memasang shunt dalam kepala atau ventrikel yang berguna untuk mengalirkan cairan pada otak yang menumpuk ke bagian tubuh lain. Tujuan tindakan ini agar memudahkan proses penyerapan di dalam aliran darah. Umumnya, cairan dialirkan menuju rongga perut. Perlu diperhatikan, setelah pemasangan shunt kesehatan pengidap hidrosefalus harus dipantau oleh dokter untuk mencegah infeksi pada shunt dan memastikan shunt bekerja dengan baik. Alat ini memiliki katup yang berfungsi untuk mengatur aliran cairan serebrospinal agar tidak surut terlalu cepat.

2. Endoscopic Third Ventriculostomy

Proses pengobatan dengan menggunakan ETV dilakukan dengan membuat lubang baru pada rongga otak. Tujuannya agar cairan yang menumpuk dan menyebabkan tekanan mengalir ke luar. Umumnya, pengobatan jenis ETV dilakukan pada pengidap hidrosefalus yang disebabkan oleh penyumbatan dalam rongga otak.

Faktor Tingkatkan Risiko Hidrosefalus pada Bayi dan Anak

Selain ketidakseimbangan antara produksi dan penyerapan cairan pada otak, ketahui beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko bayi serta anak alami kondisi hidrosefalus, seperti adanya perdarahan pada otak bayi yang disebabkan karena kelahiran prematur. Bayi yang lahir secara prematur rentan terhadap berbagai penyakit yang dapat ganggu kesehatan.

Baca juga: 5 Kelainan Bawaan pada Bayi

Infeksi yang terjadi selama ibu menjalani masa kehamilan juga dapat menyebabkan peradangan pada otak janin. Tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan dengan rutin melakukan pemeriksaan kondisi kehamilan pada dokter kandungan. Rutin pemeriksaan mampu menurunkan risiko gangguan kesehatan yang terjadi pada ibu dan bayi dalam kandungan.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hydrocephalus

Medical News Today. Diakses pada 2019. Hydrocephalus