Hindari 5 Makanan Ini untuk Mencegah Sindrom Iritasi Usus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
hindari-5-makanan-ini-untuk-mencegah-sindrom-iritasi-usus-halodoc

Halodoc, Jakarta – Sindrom iritasi usus atau dikenal juga dengan irritable bowel syndrome (IBS) merupakan gangguan pada sistem pencernaan yang umum terjadi, terutama pada wanita muda yang berusia kurang dari 50 tahun. Penyakit yang menyerang usus besar ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan menimbulkan sejumlah gejala tidak nyaman pada perut yang bisa kambuh dari waktu ke waktu. 

Beberapa makanan tertentu diketahui bisa membuat kondisi perut semakin parah. Karena itu, ketahui makanan apa saja yang perlu dihindari guna mencegah sindrom iritasi usus di sini.

Baca juga: Waspadai 5 Penyebab Sindrom Iritasi Usus

Gejala Sindrom Iritasi Usus 

Secara umum, berikut ini gejala sindrom iritasi usus yang bisa dialami pengidap:

  • Sakit perut atau kram perut. Gejala ini biasanya bisa membaik setelah BAB;

  • Mual;

  • Perut kembung;

  • Diare atau konstipasi. Kedua gejala tersebut kadang muncul secara bergantian;

  • Sering bersendawa atau buang gas;

  • Terdapat lendir pada feses;

  • Kelelahan;

  • Nyeri punggung;

  • Nafsu makan menurun;

  • Cepat kenyang; dan

  • Timbul rasa panas di dada.

Gejala sindrom iritasi usus bisa kambuh sewaktu-waktu dan semakin memburuk. Hal ini bisa dipicu oleh keadaan stres, makanan tertentu, atau perubahan hormon (seperti saat menstruasi). Setiap kambuh, sindrom iritasi usus bisa berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa bulan. Meski demikian, gejala sindrom iritasi usus juga bisa berangsur-angsur membaik dan hilang sepenuhnya dengan menerapkan pola makan yang sehat.

Baca juga: Depresi Bisa Tingkatkan Risiko Sindrom Iritasi Usus

Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Sindrom Iritasi Usus

Berikut ini daftar makanan yang menjadi pantangan bagi pengidap sindrom iritasi usus karena bisa memicu kambuhnya penyakit tersebut:

1. Roti, Pasta, dan Sereal

Makanan yang mengandung gluten, yaitu protein yang biasa ditemukan di dalam gandum bisa memicu terjadinya diare, sembelit, dan perut kembung pada pengidap sindrom iritasi usus besar. Karena itu, pengidap sebaiknya menghindari makanan bergluten, seperti roti, pasta, dan sereal.

2. Bawang Bombai dan Bawang Putih

Kedua jenis bawang ini adalah bagian dari kelompok karbohidrat yang sulit dicerna. Tubuh akan kesulitan mengurai senyawa dalam bawang. Akibatnya, karbohidrat ini akan berakhir di usus besar kamu, di mana bakteri bisa secara alami mengolah mereka.

3. Kacang-Kacangan

Kacang merah, buncis, dan lentil bisa menjadi sumber protein nabati yang sehat untuk jantung. Namun, mereka juga mengandung galakto-oligosakarida, yaitu karbohidrat yang sulit untuk melewati sistem pencernaan, sehingga juga akan berakhir di usus besar. Hal ini akan membuat sindrom usus besar semakin parah.

Selain itu, kacang-kacangan juga bisa mengakibatkan peningkatan gas dalam saluran cerna, sehingga menyebabkan pengidap mengalami perut kembung.

4. Sayur-Sayuran dan Buah

Kedua jenis makanan sehat ini sebenarnya bermanfaat untuk mengatasi gejala konstipasi yang bisa dialami oleh pengidap sindrom iritasi usus besar. Namun, sayur-sayuran, seperti brokoli, kubis brusel, serta buah-buahan, misalnya mangga, ceri, apel, dan pir mungkin akan menimbulkan masalah bagi usus besar kamu, karena mengandung senyawa yang tidak cocok dengan perut sensitif pengidap sindrom iritasi usus besar.

5. Kopi dan Alkohol

Minuman berkafein dan beralkohol bisa menstimulasi gerakan di dalam usus besar menjadi lebih cepat. Kopi adalah salah satu minuman yang paling sering menjadi pemicu kambuhnya sindrom iritasi usus besar. Begitu juga dengan alkohol yang bisa merusak lapisan saluran pencernaan, sehingga mengganggu pergerakan usus.

Baca juga: Ini Dampak Kebanyakan Minum Kopi pada Pencernaan

Nah, itulah 5 makanan yang harus kamu hindari untuk mencegah kambuhnya sindrom iritasi usus besar. Kamu juga bisa bertanya-tanya pada dokter mengenai makanan apa yang baik untuk dikonsumsi pengidap sindrom iritasi usus besar lewat aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui melalui fitur Talk to A Doctor untuk bertanya-tanya seputar kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.