• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hindari Konsumsi Teh saat Bangun Tidur, Ini Alasannya

Hindari Konsumsi Teh saat Bangun Tidur, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Sebagian besar orang memulai hari dengan mengonsumsi secangkir kopi. Minuman yang disinyalir mampu membangkitkan semangat ini masih menjadi pilihan, terlebih remaja dan dewasa muda. Sementara, sebagian memilih mengawali hari dengan secangkir teh hangat untuk mendapatkan suasana hati yang lebih baik lagi.

Namun, ternyata, tahukah kamu bahwa mengonsumsi teh selepas bangun tidur tidak dianjurkan? Padahal, tes sering dianggap menjadi minuman yang sangat baik untuk mengawali hari. Lalu, mengapa justru kamu disarankan untuk menghindarinya?

Dampak Konsumsi Teh saat Bangun Tidur

Dilansir dari laman NDTV Food, Pooja Makhija, ahli nutrisi dan makanan, mengungkapkan bahwa kamu tidak dianjurkan untuk memulai hari dengan mengonsumsi kafein, baik itu kopi maupun teh, terlebih jika perut dalam keadaan kosong. Setidaknya, kamu perlu mengonsumsi beberapa makanan padat sebelum mengonsumsi kafein. 

Baca juga: 7 Manfaat Kafein untuk Kesehatan

Masih ada lagi beberapa dampak yang mungkin terjadi jika kamu mengonsumsi teh setelah bangun tidur, yaitu:

  • Mengganggu Aktivitas Metabolisme

Minum teh di pagi hari setelah bangun tidur akan mengganggu sistem metabolisme karena terjadi ketidakseimbangan zat asam dan basa dalam perut. Akibatnya, aktivitas metabolisme tidak optimal, yang memicu terjadinya masalah pencernaan.

  • Membuat Tubuh Dehidrasi

Teh memiliki sifat diuretik, yang artinya mengeluarkan air dari tubuh. Sebenarnya, tubuh mengalami dehidrasi ketika tidur selama 8 jam, dan mengonsumsi teh setelah kamu terbangun hanya membuat kamu semakin merasa haus dan keadaan dehidrasi menjadi lebih buruk. Dehidrasi berlebihan pada akhirnya menyebabkan ketidakseimbangan mineral yang menyebabkan kram otot. 

Baca juga: di antara Banyak Jenis Teh, Mana yang Lebih Sehat?

  • Mengurangi Kesehatan Gigi

Ketika kamu mengonsumsi teh di pagi hari, bakteri yang ada di mulut akan memecah gula, sehingga mengakibatkan peningkatan kadar asam di mulut dan terjadinya pengikisan enamel pada gigi. Bahkan, kondisi ini bisa memicu terjadi gingivitis karena penumpukan bakteri yang berlebihan. 

  • Menyebabkan Kembung

Beberapa orang mungkin menambahkan susu ke dalam tehnya. Namun, kandungan laktosa yang terbilang tinggi pada susu membuat perut mudah merasa kembung karena usus yang berada dalam kondisi kosong, sehingga kamu akan mudah mengalami sembelit.

Meski kopi dan teh sangat nikmat dinikmati pada pagi hari, lebih baik lagi kalau kamu menggantinya dengan asupan air putih. Laman Livestrong menyatakan, air putih jelas memberikan manfaat yang lebih baik untuk menghidrasi tubuh dibandingkan dengan kopi dan teh, karena dua pertiga tubuh memang terdiri dari air. 

Baca juga: Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Sehat?

Sementara itu, laman Harvard T.H. Chan menuliskan bahwa air menyediakan segala yang dibutuhkan tubuh untuk memulihkan cairan yang hilang melalui metabolisme, pernapasan, keringat, dan limbah sisa yang tidak lagi digunakan. Air menjadi pelepas dahaga paling sempurna dan baik untuk mendukung sistem metabolisme tubuh, sehingga asupannya harus terpenuhi, setidaknya 8-10 gelas per hari. 

Air putih menjadi minuman yang paling direkomendasikan oleh para ahli kesehatan. Kalau kamu membutuhkan informasi kesehatan lainnya, atau merasakan adanya gejala yang asing pada tubuh, segera tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kapan saja, melalui fitur chat dengan dokter, kamu bisa bertanya langsung pada dokter ahli. 


Referensi: 
NDTV Food. Diakses pada 2020. Why You Shouldn’t Start Your Day with a Cup of Tea
Livestrong. Diakses pada 2020. Which Helps You More in the Morning: Tea, Water, or Coffee?
Harvard T.C. Chan School of Public Health. Diakses pada 2020. Healthy Beverage Guidelines