Hindarkan Anak dari Tinea Capitis dengan 4 Langkah Pencegahan Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Hindarkan Anak dari Tinea Capitis dengan 4 Langkah Pencegahan Ini

Halodoc, Jakarta – Tinea capitis merupakan penyakit yang menyerang kulit kepala. Kondisi ini terjadi karena infeksi jamur dermatofit pada kulit kepala dan batang rambut. Tinea capitis sering ditandai dengan gejala yang khas, yaitu kulit kepala bersisik, muncul pitak, peradangan, dan terjadinya kebotakan yang meluas.

Kabar buruknya, gangguan ini paling sering menyerang anak-anak. Tinea capitis paling sering terjadi pada anak laki-laki berusia tiga sampai tujuh tahun. Penyakit ini sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Penyebaran tinea capitis bisa terjadi melalui benda yang sudah terkontaminasi jamur dermatofit dan kontak langsung dengan binatang atau orang yang sebelumnya sudah terinfeksi.

Gejala yang muncul sebagai tanda penyakit ini bisa berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Ada berbagai gejala yang mungkin muncul, antara lain:

  • Muncul kulit bersisik atau luka yang berbentuk seboroik di kulit kepala. Biasanya, kondisi ini juga disertai dengan kerontokan rambut yang tidak terlalu terlihat.

  • Terdapat nanah yang muncul dari kerak di kulit kepala. Kondisi ini bisa berada pada satu lokasi saja atau menyebar hampir di seluruh kulit kepala.

  • Muncul titik hitam di kulit kepala. Tanda ini muncul karena kerontokan rambut dari kulit kepala yang bersisik.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di bagian belakang leher. Selain itu, infeksi jamur juga sering ditandai dengan demam ringan.

Dalam kondisi yang lebih parah, biasanya muncul gejala lain, yaitu munculnya koreng. Pada tinea capitis, koreng yang muncul di kulit kepala memiliki pola kulit bersisik, melingkar, serta timbulnya favus atau kerak kulit berwarna kuning dengan rambut yang kusut.

Baca juga: Bahaya Tinea Capitis Bisa Bikin Kepala Pitak

Mencegah Tinea Capitis dengan Mengetahui Penyebabnya

Kondisi ini muncul karena adanya infeksi yang disebabkan oleh jamur dermatofit yang berkembang di jaringan kulit. Infeksi menjadi lebih mudah menyerang kulit yang berkeringat dan lembap. Jenis jamur dermatofit yang menyerang rambut adalah Trichophyton (T) dan Microsporum (M). Gangguan kulit kepala ini sangat mudah menular.

Penyebaran bisa terjadi karena kontak langsung antara manusia dan manusia, melalui benda yang sudah terpapar jamur serta penyebaran jamur dari hewan ke manusia. Untuk mendiagnosis penyakit ini, biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan kulit kepala.

Baca juga: Cara Penanganan Pertama Ketika Anak Mengidap Tinea Capitis

Kondisi ini bisa sangat mengganggu dan bahkan bisa memicu komplikasi berupa kerontokan rambut dan kebotakan. Tinea capitis juga bisa memicu bekas luka pada jaringan parut yang bersifat permanen. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini, antara lain:

1. Menjaga Kebersihan Tangan

Ajarkan anak untuk selalu menjaga kebersihan tangan, yaitu dengan selalu mencuci tangan setiap habis beraktivitas atau sebelum makan. Pasalnya, tangan manusia menjadi bagian tubuh yang paling banyak mengandung jamur dan bakteri yang bisa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit.

2. Rutin Mencuci Rambut

Rutin mencuci rambut anak bisa menjadi pencegahan terbaik serta menghindari infeksi jamur terjadi. Agar kebersihan kulit kepala terjaga, biasanya untuk mencuci rambut dan kulit kepala dengan sampo, kemudian bilas hingga bersih dengan air.

3. Hindari Berbagi Barang Pribadi

Jamur penyebab tinea capitis bisa menyebar melalui benda yang sudah terkontaminasi sebelumnya. Maka dari itu, hindari kebiasaan bertukar barang pribadi, seperti sisir, handuk, serta baju dengan orang lain.

4. Hindari Hewan yang Terinfeksi

Penularan jamur penyebab penyakit ini juga bisa terjadi dari hewan ke manusia. Maka dari itu, mencegah tinea capitis bisa dilakukan dengan membatasi kontak anak dengan hewan. Selain itu, hindari melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi jamur.

Baca juga: Faktor yang Menjadi Risiko Terkena Tinea Capitis

Cari tahu lebih lanjut seputar tinea capitis dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!