• Home
  • /
  • Hiperparatiroidisme Bisa Sebabkan Depresi?

Hiperparatiroidisme Bisa Sebabkan Depresi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hiperparatiroidisme Bisa Sebabkan Depresi?

Halodoc, Jakarta – Kalsium adalah zat yang dibutuhkan tubuh dalam pertumbuhan tulang. Ketika kalsium dalam darah jumlahnya tidak seimbang, maka bisa berkembang menjadi hiperparatiroidisme. Hiperparatiroidisme timbul ketika kelenjar paratiroid menghasilkan hormon paratiroid terlalu banyak. Nah, hormon paratiroid ini yang membantu tubuh dalam menjaga keseimbangan kalsium di dalam aliran darah. 

Baca Juga: Hiperparatiroidisme Juga Bisa Muncul Akibat Gagal Ginjal?

Kelebihan hormon paratiroid ini disebabkan karena terlalu aktifnya satu atau lebih dari empat kelenjar paratiroid tubuh. Kelenjar yang terletak di leher kita ini kira-kira berukuran sebutir beras. Hiperparatiroidisme dibagi atas dua jenis, yaitu hiperparatiroidisme primer dan sekunder. Hiperparatiroidisme primer disebabkan oleh pembesaran kelenjar paratiroid. Sedangkan yang sekunder disebabkan dari penyakit lain yang menyebabkan rendahnya kadar kalsium dalam tubuh. Muncul anggapan bahwa, kondisi ini dapat memicu depresi. Benarkah demikian? Begini penjelasannya.

Benarkah Hiperparatiroidisme Bisa Sebabkan Depresi?

Sebenarnya, gejala hiperparatiroid tampak ringan dan tidak spesifik bahkan tidak berhubungan dengan fungsi paratiroid.  Depresi adalah salah satu gejala yang timbul akibat kerusakan atau disfungsi pada organ atau jaringan lain. Disfungsi organ disebabkan karena kadar kalsium dalam darah terlalu tinggi dan terlalu sedikit kadar kalsium dalam tulang. Hiperparatiroidisme sering didiagnosis sebelum tanda atau gejala terlihat jelas. Selain depresi, tanda dan gejala lain yang ditimbulkan oleh hiperparatiroidisme, yaitu:

  • Tulang rapuh (osteoporosis);
  • Batu ginjal;
  • Buang air kecil berlebihan;
  • Sakit perut;
  • Mudah lelah atau lemah;
  • Sering lupa;
  • Nyeri tulang dan sendi;
  • Keluhan penyakit tanpa penyebab yang jelas;
  • Mual, muntah atau kehilangan nafsu makan.

Baca Juga: Hiperparatiroidisme Juga Bisa Mengakibatkan Hiperkalemia

Apabila kamu mengalami tanda dan gejala di atas, periksakan lebih lanjut untuk mengetahui diagnosis yang jelas. Kalau kamu berencana memeriksakan diri, kini kamu bisa membuat janji dengan dokter sebelum mengunjungi rumah sakit. Lewat aplikasi Halodoc,  kamu dapat mengetahui estimasi waktu giliran masuk, sehingga kamu tidak harus duduk lama-lama di rumah sakit. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Siapa yang Berisiko Mengidap Kondisi Ini?

Hiperparatiroidisme primer rentan diidap oleh wanita menopause atau seseorang yang pernah mengalami defisiensi kalsium parah. Selain individu-individu tersebut, hiperparatiroidisme juga rentan dialami oleh:

  • Seseorang yang mengidap sejumlah penyakit langka yang berhubungan dengan kelenjar;
  • Terkena paparan radiasi di bagian leher akibat pengobatan radiasi untuk kanker;
  • Telah menggunakan lithium, obat yang sering digunakan untuk mengobati gangguan bipolar.

Baca Juga: Adakah Cara untuk Cegah Hiperparatiroidisme?

Ketika hiperparatiroidisme tidak diobati dengan baik atau tidak diobati sama sekali, kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti osteoporosis, batu ginjal, penyakit kardiovaskular dan hiperparatiroidisme neonatal yang dapat terjadi pada ibu hamil.  Cara mencegah timbulnya berbagai komplikasi tersebut adalah penuhi asupan kalsium dan vitamin D setiap hari. Pengidap hiperparatiroidisme harus rutin minum air putih serta rutin berolahraga.

Hentikan kebiasaan merokok yang dapat memperparah osteoporosis serta meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan serius. Bicarakan dengan dokter tentang cara terbaik untuk menghentikan kebiasaan ini. Obat-obatan tertentu, termasuk beberapa diuretik dan litium juga harus dihindari karena dapat meningkatkan kadar kalsium. Jika kamu diharuskan menggunakan obat tersebut, tanyakan kepada dokter apakah ada obat lain yang lebih aman.

Referensi :
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hyperparathyroidism.
Endocrine Web. Diakses pada 2019. Depression and Anxiety in Patients with Hyperparathyroidism.