• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hubungan Ejakulasi Dini dengan Infertilitas pada Pria

Hubungan Ejakulasi Dini dengan Infertilitas pada Pria

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Ejakulasi dini masih menjadi momok yang menghantui banyak pria sampai saat ini. Selain mengurangi performa seks di atas ranjang, hal yang paling dikhawatirkan adalah ejakulasi dini dapat memengaruhi kesuburan pria dalam menghasilkan anak. Yuk, simak penjelasan lebih lanjut tentang hubungan antara ejakulasi dini dengan infertilitas pria di bawah ini.

Memahami Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini terjadi ketika seorang pria berejakulasi lebih cepat selama hubungan seksual daripada yang ia atau pasangannya harapkan. Ejakulasi dini adalah keluhan seksual yang umum. Sebanyak 1 dari 3 pria mengungkapkan bahwa mereka mengalami masalah ini pada waktu tertentu.

Sebenarnya selama kondisi tersebut jarang terjadi, hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Namun, kamu mungkin bisa didiagnosis ejakulasi dini bila:

  • Selalu atau hampir selalu ejakulasi dalam satu menit penetrasi.

  • Tidak dapat menunda ejakulasi selama berhubungan intim sepanjang atau hampir sepanjang waktu.

  • Merasa tertekan dan frustrasi, serta cenderung menghindari melakukan hubungan seksual sebagai hasilnya.

Baik faktor psikologis maupun biologis dapat berperan dalam ejakulasi dini. Meskipun banyak pria yang malu membicarakannya, tetapi sebenarnya ejakulasi dini adalah kondisi umum yang dapat diobati.

Baca juga: Gejala Ejakulasi Dini yang Harus Pria Tahu

Pengaruh Ejakulasi Dini Terhadap Kesuburan Pria

Tidak hanya dapat membuat seorang pria menjadi stres dan memiliki masalah dengan pasangan, ejakulasi dini kadang-kadang juga dapat membuat pembuahan menjadi sulit bagi pasangan yang mencoba untuk memiliki anak. Namun, perlu diingat, ejakulasi dini tidak memengaruhi kesuburan pria, kecuali dalam kasus parah di mana ejakulasi terjadi sebelum penetrasi. 

Jadi, meskipun dapat menyulitkan pembuahan dalam upaya memiliki anak, ejakulasi dini tidak menyebabkan infertilitas pada pria.

Baca juga: Ini Hal-Hal yang Memengaruhi Kesuburan Pria

Cara untuk Mengatasi Ejakulasi Dini

Bila kamu mengalami ejakulasi dini hampir setiap kali berhubungan intim, jangan malu untuk membicarakannya pada dokter untuk mendapatkan pengobatan. Pilihan pengobatan umum untuk ejakulasi dini meliputi teknik perilaku, anestesi topikal, obat-obatan, dan konseling. Perlu diingat bahwa mungkin memerlukan waktu untuk menemukan perawatan atau kombinasi perawatan yang cocok untuk kamu. Namun biasanya, terapi perilaku plus obat-obatan merupakan program yang paling efektif.

1. Terapi Perilaku

Dalam beberapa kasus, terapi untuk ejakulasi dini mungkin melibatkan langkah-langkah sederhana, seperti masturbasi satu atau dua jam sebelum melakukan hubungan seksual, sehingga kamu dapat menunda ejakulasi saat berhubungan seks. 

Dokter mungkin juga akan menganjurkan untuk menghindari hubungan intim dulu untuk sementara dan berfokus pada jenis permainan seksual lainnya, sehingga rasa stres atau tertekan akibat masalah seksual tersebut dapat dihilangkan. 

2. Obat-obatan

  • Anestesi Topikal

Krim dan semprotan anestesi yang dapat membuat mati rasa, seperti benzocaine, lidocaine, atau prilocaine, kadang-kadang digunakan untuk mengobati ejakulasi dini. Produk ini diaplikasikan pada Mr. P 10–15 menit sebelum berhubungan seks untuk mengurangi sensasi dan membantu menunda ejakulasi.

Meskipun obat-obatan ini efektif dan biasanya dapat ditoleransi dengan baik, tetapi efek samping juga dapat terjadi. Misalnya, beberapa pria melaporkan hilangnya sensitivitas sementara dan merasa kurang menikmati hubungan seksual akibat kepekaan Mr.P yang berkurang.

  • Obat Oral

Banyak obat mungkin dapat mengobati ejakulasi dini. Meskipun tidak satu pun dari obat-obatan tersebut secara khusus disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA), tetapi beberapa obat tetap digunakan untuk mengatasi masalah seksual tersebut, seperti antidepresan, analgesic, dan inhibitor phosphodiesterase-5. Obat-obatan tersebut mungkin diresepkan untuk penggunaan sehari-hari atau dalam kombinasi dengan perawatan lain.

3. Konseling

Pendekatan pengobatan yang satu ini melibatkan berbicara dengan ahli kesehatan mental tentang hubungan dan masalah yang kamu alami. Sesi konseling dapat membantu kamu mengurangi kecemasan akibat performa seksual dan menemukan cara yang lebih baik untuk mengatasi stres.

Dengan ejakulasi dini, kamu mungkin merasa kehilangan keintiman dengan pasangan. Kamu mungkin merasa marah, malu dan kesal, serta menjauh dari pasangan. Pasangan kamu mungkin juga kesal dengan perubahan keintiman seksual. 

Nah, membicarakan masalah ini adalah langkah penting dari pengobatan, dan konseling hubungan atau terapi seks mungkin bisa membantu. Konseling kemungkinan besar akan membantu ketika digunakan dalam kombinasi dengan obat-obatan.

Baca juga: Ejakulasi Dini Bikin Susah Klimaks, Atasi dengan Teknik Relaksasi Ini

Kamu juga bisa membicarakan masalah kehidupan seksual kamu pada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Video Call dan Chat, kamu bisa berdiskusi dan minta saran kesehatan dari dokter kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Premature ejaculation.
Baby Centre. Diakses pada 2020. Common causes of fertility problems in men.