Alami Selulit saat Kehamilan, Ini yang Harus Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Alami Selulit saat Kehamilan, Ini yang Harus Dilakukan

Halodoc, Jakarta – Sedang hamil dan mengalami selulit? Tidak perlu khawatir, selulit adalah masalah kulit yang umum terjadi saat hamilDalam kondisi tidak sedang hamil, wanita juga jauh lebih mungkin memiliki selulit ketimbang pria.

Meski sering dianggap sepele, sebagian ibu hamil merasa tidak percaya diri karena keberadaan selulit, sehingga perlu dicari cara untuk menghilangkannya. Terus, kenapa selulit bisa muncul ya?

Baca Juga: Yang Terjadi saat Ibu Hamil Terlalu Percaya Mitos

Perubahan Ukuran dan Struktur Sel Lemak 

Selulit dipicu oleh perubahan ukuran dan struktur sel-sel lemak yang menumpuk di bawah permukaan kulit. Kondisi ini menyebabkan kulit terdorong hingga menciptakan bentuk tonjolan yang tidak beraturan di kulit. Penyebab lainnya adalah faktor genetik, pola makan yang buruk, metabolisme tubuh melambat, perubahan hormon, dan perubahan sirkulasi darah.

Sejatinya wanita memiliki lebih banyak lemak tubuh. daripada pria, terutama di sekitar perut, paha dan pantat. Tetapi wanita dari semua berat dan ukuran bisa mendapatkan selulit, karena memang memiliki sel lemak di kulit.

Kehamilan bisa membuat selulit terlihat lebih buruk untuk sementara waktu, karena kenaikan berat saat kehamilan bisa membuatnya lebih terlihat. Pun, perubahan hormon dalam kehamilan juga bisa berperan.

Hingga saat ini belum ada perawatan yang terbukti efektif dalam menghilangkan selulit. Menurut jurnal kesehatan yang dipublikasikan oleh US National Library of Medicine, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyamarkan selulit saat hamil, yaitu:

  1. Pantau Pertambahan Berat Badan

Pastikan penambahan berat badan saat hamil tidak berlebih. Alasannya karena berat badan yang bertambah secara berlebihan rentan membuat kulit ketarik hingga “pecah”. Berikut ini pertambahan berat badan yang dianggap normal sesuai IMT sebelum hamil:

  • Bagi wanita yang memiliki IMT di bawah 18,5 (underweight) sebelum hamil, disarankan untuk menaikkan berat badan sampai 12,5-18 kilogram (kg).

  • Bagi wanita dengan IMT 25-29,9 (overweight) sebelum kehamilan, disarankan untuk menjaga kenaikan berat badan sekitar 7-11,5 kg.

  • Bagi wanita yang memiliki IMT lebih dari 30 (obesitas) sebelum kehamilan, pastikan berat badan hanya bertambah sekitar 5-10 kg.

Baca Juga: Tips Mengatasi Masalah Kulit yang Dialami Bumil

  1. Oleskan Pelembap dan Losion

Gunakan pelembap khusus secara rutin untuk menjaga elastisitas dan kekencangan kulit, terutama di area tubuh yang mengalami peregangan selama kehamilan. Misalnya, perut, pinggul, bokong, dan payudara. 

Atau, ibu bisa mengoleskan lotion yang mengandung kolagen ke seluruh tubuh (terutama setelah mandi) minimal dua kali sehari. Tujuannya untuk mencegah sobeknya kolagen akibat peregangan lapisan dermis ketika kulit meregang. Bisa juga mengoleskan minyak zaitun atau baby oil ke kulit.

  1. Olahraga

Lakukan olahraga ringan saat hamil, seperti jalan kaki atau berenang, setidaknya dua kali seminggu. Hal ini berguna untuk melancarkan sirkulasi darah dan oksigen, sehingga risiko munculnya selulit saat hamil menjadi berkurang. Namun, pastikan ibu berbicara pada dokter sebelum berolahraga untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

  1. Jalani Pola Hidup Sehat

Hal lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi selulit saat hamil adalah menerapkan gaya hidup sehat. Di antaranya dengan perbanyak minum air putih, batasi konsumsi lemak, kelola stres, serta perbanyak konsumsi buah dan sayuran selama kehamilan.

Baca Juga: Ganggu Penampilan, Ini Tindakan untuk Hilangkan Selulitis

Punya keluhan selulit yang mengganggu saat hamil? Sampaikan keluhan tersebut kepada dokter ahli. Tanpa harus antre, ibu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan di sini. Tidak hanya itu, ibu dan keluarga juga bisa melakukan tanya jawab dokter dengan download aplikasi Halodoc via fitur Tanya Dokter.