• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Perlu Tahu, Ini Cara Atasi Neutropenia pada Bayi

Ibu Perlu Tahu, Ini Cara Atasi Neutropenia pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mendengar neutropenia? Neutropenia terjadi ketika seseorang memiliki kadar neutrofil yang lebih rendah dari normal. Neutrofil adalah bagian dari sel darah putih yang dapat membantu tubuh untuk melawan segala bakteri dalam darah dan mencegah dari infeksi.

Baca juga: Alami Neutropenia, Ini Jenis Pengobatan yang Bisa Dilakukan

Namun, neutropenia tidak hanya dialami oleh orang-orang dewasa dengan beberapa faktor risiko. Bayi juga dapat mengalami neutropenia dan bisa membahayakan kesehatannya. Ada beberapa gejala yang sebaiknya ibu waspadai dan ketahui cara atasi neutropenia pada bayi.

Kenali Neutropenia pada Anak

Dilansir dari Medical News Today, orang dewasa yang memiliki kurang dari 1.500 neutrofil per mikroliter darah dapat dikategorikan sebagai neutropenia. Pada anak-anak, jumlah neutrofil yang menandakan gejala neutropenia disesuaikan dengan usia dan kondisi anak.

Neutrofil memiliki fungsi yang cukup baik untuk tubuh seperti melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri dalam darah. Dengan begitu, tubuh anak yang memiliki kadar neutrofil lebih rendah dari normal akan rentan mengalami infeksi.

Dilansir dari Healthline, umumnya pengidap leukemia, penyakit kanker, dan orang-orang yang memiliki gangguan pada sistem kekebalan tubuh rentan alami neutropenia. Neutropenia dipicu oleh pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi beberapa penyakit tersebut, seperti kemoterapi, radiasi, dan penggunaan beberapa jenis obat-obatan.

Lalu, bagaimana neutropenia dapat dialami oleh bayi? Kelainan kongenital atau adanya kelainan bawaan lahir pada fungsi tulang belakang meningkatkan risiko bayi mengalami kondisi neutropenia.

Baca juga: Perlu Tahu, Inilah 4 Jenis Neutropenia

Neutropenia yang dialami pada bayi jarang menimbulkan gejala. Namun, ada beberapa tanda yang perlu ibu waspadai pada kesehatan Si Kecil. Studi dari UCSF Benioff Children’s Hospital mengungkapkan, beberapa gejala bayi mengalami neutropenia seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan, batuk atau sesak napas, pembengkakan yang tidak biasa di bagian tubuh. Infeksi yang dialami juga berkembang lebih cepat dan menjadi cukup parah, hingga dapat mengancam jiwa.

Segera periksakan kondisi kesehatan anak pada rumah sakit terdekat jika mengalami infeksi yang sulit disembuhkan. Terlebih lagi ketika kondisi ini disertai gejala lain, seperti demam. Ibu bisa membuat janji terlebih dulu dengan dokter melalui aplikasi Halodoc.

Penanganan Bayi yang Mengidap Neutropenia

Sebaiknya lakukan penanganan yang tepat pada bayi yang mengalami neutropenia. Dilansir dari Kids Health, anak yang mengalami demam karena neutropenia memerlukan penanganan tim medis. Perawatan utama untuk neutropenia adalah antibiotik untuk melawan infeksi dan obat-obatan yang membantu sumsum tulang agar dapat membuat neutrofil. Pada beberapa kasus, transplantasi sumsum tulang mungkin menjadi pilihan.

Baca juga: Cegah Neutropenia dengan Lakukan 7 Langkah Pencegahan Ini

Sebaiknya, orangtua jangan lupa untuk memberikan obat secara rutin dan tepat waktu. Jangan lupa untuk perhatikan suhu tubuh bayi. Ibu bisa memeriksa suhu tubuh Si Kecil setiap empat jam sekali untuk memastikan suhu tubuh tidak semakin memburuk.

Selain penggunaan obat-obatan, ibu jangan lupa berikan bayi waktu istirahat yang cukup. Jika bayi sudah memasuki masa MPASI, perhatikan kandungan gizi yang dikonsumsinya. Penuhi kebutuhan gizi dan nutrisi agar sistem imunitasnya lebih optimal. Jangan lupa berikan ASI secukupnya agar bayi terhindar dari dehidrasi.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Neutropenia
About Kids Health. Diakses pada 2020. Fever and Neutropenia
Medical News Today. Diakses pada 2020. Neutropenia
Healthline. Diakses pada 2020. Neutropenia
UCSF Benioff Children’s Hospital. Diakses pada 2020. Neutropenia