Idap ARDS, Tubuh akan Alami Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Idap ARDS, Tubuh akan Alami Hal Ini

Halodoc, Jakarta -  Oksigen adalah senyawa yang diperlukan dalam sistem pernapasan manusia. Tanpa oksigen, manusia tidak dapat mampu bertahan hidup. Masuknya oksigen kedalam tubuh manusia perlu melalui beberapa proses. Terganggunya proses penyerapan oksigen dalam tubuh tentu menimbulkan gangguan pernapasan. 

Baca Juga: Ini Tes untuk Diagnosis Acute Respiratory Distress Syndrome

Acute Respiratory Distress Syndrome atau ARDS adalah kondisi yang menyebabkan cairan bocor ke paru-paru. Akibatnya, oksigen terhalang masuk ke organ tubuh manusia. Tanpa penanganan segera, ARDS mengancam jiwa pengidapnya.

Tanda Tubuh yang Mengalami ARDS

Bocornya  pembuluh darah kecil di paru-paru menyebabkan penumpukan di dalam paru-paru. Karena kondisi tersebut, paru-paru tidak mampu menghirup cukup udara. Kurangnya oksigen membuat darah tidak dapat menyerap dan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini menyebabkan organ-organ vital seperti ginjal atau otak tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Berikut tanda dari seseorang yang mengalami ARDS, yaitu:

  • Sesak napas;

  • Mudah merasa kelelahan;

  • Tekanan darah rendah;

  • Perubahan warna kulit dan kuku;

  • Mengalami batuk kering terus menerus;

  • Demam;

  • Sakit kepala;

  • Jantung berdetak lebih cepat;

  • Kebingungan mental.

Kalau kamu sering mengalami batuk yang disertai sesak nafas, segera tanya dokter Halodoc untuk cari tahu penyebabnya. Sekarang, bicara dengan dokter bisa langsung dari smartphone kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc. Agar kamu lebih mewaspadai kondisi ini, berikut faktor-faktor risiko yang bisa memicu terjadinya ARDS.

Baca Juga: Mengidap ARDS, Apakah Bisa Sembuh?

Penyebab ARDS yang Wajib Diwaspadai

ARDS dipicu oleh kondisi atau penanganan di rumah sakit yang tidak tepat, kecelakaan, menghirup zat berbahaya atau kondisi gangguan pernapasan yang diperoleh sebelumnya. Penyebab ARDS paling umum meliputi:

  • Penggunaan ventilator atau pemasangan kateter vena sentral yang tidak tepat. Penggunaan ventilator yang tidak tepat sebabkan pneumotoraks (kolaps) akibat tekanan dari ventilator;

  • Trombosis vena dalam akibat tinggal terlalu lama di rumah sakit;

  • Mengalami infeksi dalam aliran darah dan sistem kekebalan tubuh yang overdrive. Kondisi ini disebut sepsis. Sepsis menyebabkan peradangan, pembekuan darah atau pendarahan hebat;

  • Cedera akibat kecelakaan yang mengakibatkan rusaknya paru-paru atau bagian otak yang mengatur pernapasan;

  • Menghirup zat berbahaya;

  • Mengidap pneumonia;

  • Peradangan pankreas;

  • Overdosis pada kokain dan obat-obatan terlarang lainnya.

Perawatan ARDS difokuskan agar pengidap mendapatkan oksigen dalam darah yang cukup. Kondisi ini bisa dilakukan dengan memberikan masker udara atau memasang ventilator. Perawatan lainnya bisa berupa pemberian nutrisi melalui intravena, pemberian obat pengencer darah dan obat penenang.

Baca Juga: Pola Hidup Sehat Cegah Acute Respiratory Distress Syndrome

Apakah Ada Cara untuk Mencegah ARDS?

Melihat gejalanya dan komplikasi yang membahayakan, adakah cara untuk mencegah ARDS? Sebenarnya, ARDS tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, kamu dapat menurunkan risiko ARDS dengan melakukan tips berikut ini:

  • Segera cari bantuan medis saat mengalami cedera, infeksi, atau penyakit;

  • Berhenti merokok dan jauhi asap rokok;

  • Hindari konsumsi alkohol secara berlebihan karena bisa memengaruhi fungsi paru-paru;

  • Melakukan vaksin flu dan vaksin pneumonia untuk mengurangi risiko infeksi paru-paru.

Cegah kondisi ARDS dengan beberapa tindakan di atas sehingga kesehatan tubuhmu tetap terjaga dengan baik, ya.

Referensi:
Web MD (2019). What Is Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS)?: Symptoms, Causes, Treatment.
Healthline (2019). Acute Respiratory Distress Syndrome. Prevention.
Cleveland Clinic (2019). Complications.