Ini Pengobatan untuk Pneumotoraks yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Pengobatan untuk Pneumotoraks yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Pneumothoraks adalah kondisi saat berkumpulnya udara pada rongga pleura, yaitu rongga tipis yang dibatasi dua selaput pleura di antara paru-paru dan dinding dada. Udara tersebut terkumpul pada rongga pleura akibat adanya celah yang terbentuk akibat cedera pada dinding dada atau robekan pada jaringan paru-paru. Kondisi ini menyebabkan udara menekan paru-paru sehingga paru-paru pengidapnya menjadi mengempis (kolaps) dan dapat menyebabkan kematian.

Baca Juga: Ketahui Penanganan Pneumotoraks Berdasar Tingkat Keparahannya

Beberapa hal bisa menyebabkan seseorang mengalami pneumothorax, antara lain:

  • Cedera Dada. Cedera tumpul yang tembus ke dada bisa menyebabkan kolaps paru. Beberapa cedera atau bula paru terjadi akibat cedera misal disebabkan tabrakan mobil, sementara kasus lain mungkin secara tidak sengaja terjadi saat dilakukan prosedur medis yang menggunakan jarum ke dalam dada.

  • Penyakit Paru-paru. Jaringan paru-paru yang mengalami kerusakan dapat menyebabkan kondisi ini. Kerusakan paru-paru ini dapat disebabkan oleh beberapa jenis penyakit, termasuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), fibrosis kistik, dan pneumonia.

  • Lepuh. Lepuh karena udara kecil (blebs) dapat berkembang di bagian atas paru-paru. Bleb ini terkadang pecah sehingga memungkinkan udara bocor ke ruang yang mengelilingi paru-paru.

  • Ventilasi Mekanis. Pneumotoraks yang parah dapat terjadi pada orang yang membutuhkan penanganan mekanis untuk bernapas. Ventilator bisa digunakan untuk menciptakan ketidakseimbangan tekanan udara di dalam dada. Namun perlu diperhatikan karena hal ini dapat menyebabkan paru-paru kolaps seutuhnya.

Baca Juga: Perbedaan Pneumotoraks Traumatik dan Pneumotoraks Nontraumatik

Langkah Pengobatan Pneumothorax

Dalam mengobati penyakit ini, tujuan utamanya adalah mengurangi tekanan pada paru-paru sehingga organ ini dapat mengembang. Pengobatan juga penting untuk mencegah penyakit ini datang kembali. Tindakan pengobatan pun akan dilakukan berdasar tingkat keparahan.

Jika kasusnya tergolong ringan, artinya hanya sebagian kecil paru-paru yang kolaps dan tanpa gangguan pernapasan yang berat, kondisi pasien akan dipantau terus.

Selama masa pemantauan ini, dokter paru meminta pasien menjalani foto Rontgen secara berkala hingga bentuk paru-paru pulih. Pemberian oksigen melalui masker oksigen akan dilakukan jika pasien mengalami kesulitan bernapas atau kadar oksigen dalam tubuhnya menurun.

Sementara jika kondisi kolaps paru-paru sudah lebih luas, penanganan dibutuhkan berfokus untuk mengeluarkan timbunan udara. Jarum dimasukkan untuk membantu memasukkan selang ke rongga dada melalui sela antara tulang iga, agar tekanan berkurang dan bentuk paru-paru kembali seperti semula.

Selain itu, pengobatan juga bisa dilakukan dengan cara operasi. Prosedur ini biasanya disarankan jika metode penanganan lainnya tidak menunjukkan hasil yang baik. Operasi dilakukan untuk memperbaiki bagian paru-paru yang pecah dan menutupnya kembali. Selain itu, dokter dapat juga melakukan pleurodesis, terutama untuk pneumothorax berulang. Dalam prosedur ini, dokter mengiritasi pleura sehingga kedua pleura melekat,  dan rongga pleura menutup. Tujuannya agar udara tidak dapat lagi masuk ke rongga pleura.

Baca Juga: Pria Berisiko Lebih Tinggi Terkena Pneumotoraks Dibanding Wanita, Benarkah?

Itulah beberapa langkah pengobatan untuk pneumotoraks yang bisa dilakukan. Bila kamu ingin mengetahui penyakit ini lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya ke dokter lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.