Idap Gagal Hati, Bisakah Organ Hati Tumbuh Kembali?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Idap Gagal Hati, Bisakah Organ Hati Tumbuh Kembali?

Halodoc, Jakarta - Kerusakan organ hati yang terjadi secara luas adalah kondisi yang cukup berbahaya dan menyebabkan kematian. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut gagal hati atau liver failure. Bila gagal hati sudah dideteksi sejak dini, maka pengobatan yang dilakukan berfokus mengatasi penyebabnya.

Namun, bila gagal hati baru terdeteksi pada tahap lanjut, pengobatan yang dilakukan adalah transplantasi hati. Namun, hati yang didonorkan dari pendonor yang masih hidup ternyata hanya butuh sebagian saja. Pasalnya, organ hati memiliki kemampuan untuk tumbuh kembali.

Fakta organ hati yang bisa tumbuh kembali ternyata diketahui sejak lama dalam dunia kedokteran. Organ hati manusia bisa tumbuh lagi kalau ada kerusakan atau jika kamu mendonorkan sebagian organ hatimu untuk orang lain.

Secara sederhana, proses pembaruan ini mirip seperti proses autotomi pada buntut cicak yang bisa lepas dan kemudian tumbuh lagi kalau putus.

Baca Juga: 8 Orang Ini Berpotensi Terkena Gagal Hati

Bagaimana Bisa Organ Hati Tumbuh Kembali?

Organ hati kamu memang bisa tumbuh lagi walaupun hanya ada 25 persen sisa organ yang masih berfungsi. Proses regenerasi ini terjadi karena hepatosit, sel utama yang membentuk organ hati, mampu menggandakan diri. Hepatosit ini bekerja mirip sel induk (sel punca) dalam artian hepatosit dapat menggandakan diri. Setelah hepatosit menggandakan diri, sel lainnya juga mengikuti dan memecah jadi banyak sel yang berbeda. Sel-sel baru tersebut lantas membentuk sebuah struktur baru, menyerupai organ hati manusia yang asli.

 

Namun, meski bisa tumbuh lagi, hati yang mengalami regenerasi memang tidak akan sama persis seperti sebelumnya. Ukurannya bisa saja, tetapi bentuknya mungkin berbeda. Kinerjanya dalam menjalankan fungsi metabolisme juga tidak bisa jadi sehebat organ asli. Ini semua tergantung pada seberapa kuat penggandaan dan pemecahan sel-sel yang terjadi selama proses regenerasi. Pasalnya, sel hepatosit belum secanggih sel induk.

Baca Juga: Tindakan Medis Ini Harus Dilakukan untuk Atasi Gagal Hati

Adakah Bagian Tubuh Lain yang Memiliki Kemampuan yang Sama?

Sayangnya hanya hati manusia saja yang mampu beregenerasi. Bagian tubuh yang lain, seperti tulang dan kulit, memang memiliki kemampuan memperbaiki diri. Namun mereka tidak memiliki kemampuan regenerasi. Sel hepatosit hanya beregenerasi menjadi sel hepatosit, bukan sel-sel lainnya dalam tubuh.

Hal ini juga karena hati manusia adalah organ cukup penting untuk menampung dan membuang racun-racun dalam tubuh. Organ ini dikenal paling rawan mengalami kerusakan. Faktanya, manusia masih bisa bertahan hidup tanpa bagian tubuh tertentu, misalnya kaki atau tangan. Namun, jika hati kamu berhenti berfungsi, seseorang bisa langsung kehilangan nyawanya. Oleh karena, hati manusia memiliki sistem khusus untuk beregenerasi. Jadi ketimbang membuang energi terlalu banyak untuk meregenerasi bagian tubuh yang kurang vital, tubuh manusia lebih mementingkan regenerasi organ vital.

Kiat Mencegah Gagal Hati

Meskipun hati bisa tumbuh kembali, bukan berarti kamu jadi menganggap enteng penyakit gagal hati. Berikut ini adalah cara yang dilakukan guna mengurangi risiko gagal hati:

  • Menerapkan pola makan dan hidup sehat.

  • Menggunakan parasetamol sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

  • Mengurangi konsumsi alkohol.

  • Menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan sebelum makan atau setelah dari kamar mandi.

  • Mendapatkan vaksin hepatitis atau immunoglobulin untuk mencegah hepatitis A atau B.

  • Tidak berbagi-pakai alat suntik, untuk menghindari penularan hepatitis B dan hepatitis C

Baca Juga: Alasan Gagal Hati Sebabkan Penurunan Fungsi Otak

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai penyakit gagal hati dan proses transplantasi hati, kamu bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to a Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.