Idap Kista Baker, Waspadai Komplikasi Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Idap Kista Baker, Waspadai Komplikasi Ini

Halodoc, Jakarta - Bukan hanya di rahim, kista atau benjolan berisi cairan juga bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh. Salah satunya pada lutut bagian belakang. Kondisi ini disebut kista baker atau kista popliteal. Ketika mengalaminya, pengidap kista baker akan merasakan nyeri saat menggerakkan lutut, dan pergerakannya pun menjadi terbatas. 

Meski tidak berbahaya, pengobatan diperlukan saat ukuran kista sudah membesar dan menimbulkan rasa sangat nyeri. Jika tidak segera ditangani dengan baik, akan ada komplikasi yang mengintai, seperti pecahnya kista, yang menyebabkan peradangan pada betis. Selain itu, kista baker juga berisiko mengakibatkan cedera pada sendi lutut, misalnya robekan tulang rawan.

Baca juga: Kenali Berbagai Langkah Penanganan Kista Baker

Oleh karena itu, kamu perlu memeriksakan diri ke dokter jika menemukan adanya benjolan di tubuh, termasuk di bagian belakang lutut. Sebab, bisa saja benjolan tersebut disebabkan oleh penyakit lain yang berbahaya. Sekarang, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call.

Penyebab dan Cara Mendeteksi Kista Baker

Kista baker dapat terjadi karena terlalu banyaknya produksi cairan sendi (sinovial), sehingga tertimbun di bagian belakang lutut. Produksi cairan sendi yang berlebihan tersebut dapat terjadi karena:

  • Peradangan pada sendi lutut, contohnya karena osteoarthritis.

  • Cedera pada lutut, misalnya robekan pada tulang rawan.

Untuk bisa mengetahui apakah seseorang mengidap kista baker atau tidak, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik. Pertama-tama, pasien diminta berbaring dalam posisi tengkurap, lalu dokter akan memeriksa lutut pasien dalam kondisi lutut diluruskan atau ditekuk.

Baca juga: 3 Pengobatan untuk Atasi Kista Baker

Untuk memastikan keberadaan kista, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan pemindaian yang meliputi:

  • USG lutut. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah benjolan tersebut berisi zat cair atau padat, serta untuk memastikan lokasi dan ukuran kista.

  • MRI. Bertujuan untuk memeriksa adanya cedera yang terkait dengan kista Baker.

  • Rontgen lutut. Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat kondisi tulang di dalam sendi lutut.

Jika kamu mencurigai adanya gejala kista baker, segera temui dokter untuk melakukan pemeriksaan dan penetapan diagnosis. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Pengobatan untuk Kista Baker

Pada kasus yang ringan, kista baker dapat diatasi dengan penanganan mandiri di rumah, dengan tujuan untuk meredakan bengkak dan nyeri, serta membuat pengidapnya merasa lebih nyaman. Berikut langkah-langkah penanganan rumahan yang bisa dilakukan:

  • Kompres area yang terasa nyeri dengan air dingin.

  • Kurangi aktivitas berdiri dan berjalan.

  • Posisikan tungkai agar tidak menggantung dengan menggunakan penyangga.

  • Saat istirahat, posisikan tungkai agar tidak menggantung dengan menggunakan penyangga.

  • Gunakan tongkat saat berjalan.

  • Konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Untuk mendapatkan obat pereda nyeri yang dijual bebas, kamu bisa memesannya melalui aplikasi Halodoc, lho. Kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. 

Baca juga: Osteoarthritis Sebabkan Kista Baker, Ini Alasannya

Jika penanganan di rumah masih belum meredakan keluhan, diskusikanlah dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan untuk kista baker yang biasanya diberikan adalah:

  • Suntik kortikosteroid. Dokter dapat menyuntikkan obat kortikosteroid langsung ke sendi lutut untuk mengurangi nyeri dan bengkak, tetapi tidak menjamin kista tidak akan timbul lagi. Suntikan kortikosteroid ini membutuhkan waktu beberapa hari atau beberapa minggu untuk menghilangkan keluhan.

  • Pengeluaran cairan dalam kista. Upaya ini dilakukan dokter dengan menggunakan jarum yang dibantu USG untuk menentukan letak kista dan tempat menusuknya. 

  • Fisioterapi. Terapi fisik atau atau fisioterapi dilakukan untuk meningkatkan jangkauan gerak lutut, yaitu dengan melatih kekuatan dan kelenturan otot-otot di sekitar lutut.

  • Operasi pengangkatan kista. Prosedur ini dilakukan oleh dokter ortopedi jika kista baker membuat pengidap kesulitan menggerakkan lutut dan untuk mencegah kista tersebut tumbuh kembali. 

Referensi:

Mayo Clinic (2019). Baker's Cyst

NHS (2019). Baker's Cyst

WebMD (2019). Baker’s Cyst (Popliteal Cyst)