• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Hal yang Bisa Memicu Terjadinya Anosmia

Ini 5 Hal yang Bisa Memicu Terjadinya Anosmia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar keluhan pada hidung bernama anosmia? Anosmia adalah kondisi yang menyebabkan hilangnya kemampuan indra penciuman. Kehilangan indra pencium akibat anosmia ini bisa terjadi sementara, berlangsung lama, bahkan hingga permanen. 

Hati-hati, anosmia bisa memengaruhi hidup seseorang dengan berbagai cara. Misalnya, tidak bisa mencium bebauan dan merasakan makanan, sehingga dapat memicu hilangnya nafsu makan. Hal ini yang bisa menyebabkan penurunan berat badan, malnutrisi, hingga depresi. Pertanyaannya, apa saja penyebab anosmia yang perlu diwaspadai? 

Baca juga: Adakah Cara Efektif untuk Mencegah Anosmia?

Sumbatan Hidung sampai Cedera Kepala

Anosmia terjadi ketika molekul kimia yang menimbulkan bau, terhalang untuk menempel pada ujung sel-sel saraf pembau di hidung. Kondisi ini yang membuat seseorang tak bisa mencium bau atau aroma. Lalu, apa saja penyebab anosmia yang bisa menimbulkan masalah pada indra penciuman ini? 

1.Sumbatan hidung

Sumbatan pada hidung bisa menjadi penyebab anosmia. Penyumbatan atau hambatan pada rongga hidung bisa disebabkan polip hidung, tumor, atau kelainan tulang hidung.

2.Penyakit bawaan lahir

Penyakit atau kondisi bawaan lahir yang bisa menyebabkan anosmia permanen di antaranya adalah sindrom Turner dan sindrom Kallman.

3.Masalah dinding hidung

Permasalahan pada dinding dalam hidung. Masalah yang muncul bisa disebabkan oleh iritasi atau penumpukan lendir akibat pilek, flu, rhinitis, atau sinusitis. 

4.Kerusakan saraf penciuman

Kerusakan pada saraf penciuman juga bisa memicu terjadi anosmia. Kerusakan saraf permanen ini bisa disebabkan oleh penuaan, diabetes, malnutrisi, tumor otak, menghirup atau menelan zat racun, atau efek samping radioterapi. 

5.Trauma kepala

Trauma kepala adalah penyebab anosmia lainnya yang perlu diwaspadai. Cedera kepala bisa mengakibatkan kerusakan pada hidung maupun sinus. 

Hal yang perlu digarisbawahi, bagi dirimu yang mengalami anosmia di tengah pandemi COVID-19, sebaiknya cobalah bertanya langsung pada dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Anosmia bisa menjadi salah satu gejala yang kini umumnya dialami oleh mereka yang terinfeksi SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Baca juga: Hidung Tersumbat, Gejala Sinusitis yang Mirip dengan Flu

Cara Mengobati Anosmia

Terdapat beragam cara mengobati anosmia yang bisa dilakukan oleh dokter. Namun, cara mengobati anosmia mesti disesuaikan dengan penyebabnya. Contoh, misalnya anosmia disebabkan oleh infeksi virus, maka pengobatannya bisa melalui terapi dengan dekongestan. Terapi ini bertujuan untuk melancarkan pernapasan. 

Contoh lainnya, bila disebabkan oleh infeksi bakteri maka dokter akan memberikan terapi antibiotik. Di samping itu, bila anosmia disebabkan oleh gangguan obstruksi akibat polip, kemungkinan diperlukan tindakan pengangkatan polip, jika terapi obat-obatan tidak membuahkan hasil. 

Baca juga: 7 Gangguan Hidung yang Perlu Kamu Ketahui

Selain hal-hal di atas, ada beberapa cara mengobati anosmia lainnya:

  • Operasi perbaikan rongga hidung.
  • Pembedahan endoskopik sinus untuk membersihkan sinus (penyebab anosmia) dari peradangan.
  • Pemberian antihistamin untuk meredakan anosmia akibat alergi.
  • Pembersihan rongga hidung.

Bagi dirimu atau terdapat anggota keluarga ada yang mengalami anosmia atau keluhan kesehatan lainnya, bisa kok memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit. Praktis, kan?

Referensi:
National Institutes of Health - Medlineplus. Diakses pada 2020. Smell Impaired
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Symptoms. Loss of Smell.  
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Anosmia.