14 March 2019

Kenali Anosmia, Salah Satu Gejala Mengidap Meningioma

Kenali Anosmia, Salah Satu Gejala Mengidap Meningioma

Halodoc, Jakarta – Meningioma adalah kondisi terbentuknya tumor pada meninges, yaitu selaput pelindung otak dan tulang belakang. Karena itu, tumor ini biasanya muncul di otak, namun bisa juga ditemukan pada tulang belakang. Kabar buruknya, kondisi ini biasanya tidak menunjukkan gejala hingga bertahun-tahun.

Pada dasarnya, meningioma tergolong tumor jinak yang berkembang sangat lambat, sehingga tidak memicu gejala sampai waktu yang cukup lama. Tapi, dampak yang serius bisa muncul karena kondisi ini, terutama pada jaringan otak, saraf, dan pembuluh darah. Penyakit ini bisa menyebabkan kecacatan yang serius.

Baca juga: Kelompok Usia yang Rentan Terserang Meningioma

Hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab seseorang bisa terserang meningioma. Tapi, ada faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit ini, di antaranya:

  • Jenis Kelamin, penyakit ini disebut lebih rentan menyerang wanita dibanding pria. Hal itu berkaitan dengan hormon yang ada di dalam tubuh wanita.

  • Obesitas. Orang yang mengalami obesitas alias kelebihan berat badan disebut dapat meningkatkan risiko meningioma menyerang.

  • Radioterapi. orang yang pernah menjalani radioterapi disebut lebih rentan terserang penyakit ini. Meningioma disebut lebih mengintai orang yang pernah menjalani radioterapi di bagian kepala.

  • Penyakit tertentu. Orang yang mengidap penyakit neurofibromatosis tipe 2 disebut memiliki risiko mengalami meningioma. Neurofibrosis tipe 2 merupakan kelainan genetik yang mengakibatkan pertumbuhan tumor di berbagai jaringan saraf.

Anosmia dan Gejala Meningioma Lain yang Perlu Diketahui

Ada berbagai gejala yang bisa muncul sebagai tanda dari penyakit ini. Umumnya, gejala meningioma yang muncul tergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Gejala bisa muncul pada awal penyakit menyerang atau bisa juga muncul secara bertahap. Beberapa gejala yang sering muncul adalah sakit kepala yang semakin memburuk, mual dan muntah, gangguan ingatan, gangguan bicara, hingga hilangnya pendengaran.

Penyakit ini juga bisa menyebabkan kelemahan anggota tubuh, kejang, serta munculnya perubahan perilaku. Selain itu, meningioma juga bisa ditandai dengan gangguan pada indera penciuman alias anosmia.

Anosmia merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana seseorang kehilangan kemampuan dalam mencium aroma atau bau-bauan. Ini bisa terjadi sebagai gejala dari gangguan kesehatan, salah satunya meningioma. Gejala ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari karena bisa membuat seseorang kesulitan dalam mengenali bau.

Baca juga: 10 Penyebab Anosmia yang Perlu Kamu Ketahui

Gangguan pada indera penciuman juga bisa memengaruhi kemampuan seseorang dalam merasakan masakan atau makanan. Dengan kata lain, orang yang mengalami gejala ini akan kesulitan untuk membedakan rasa asin, manis, asam, atau pahit. Jika dibiarkan dalam jangka waktu panjang, hal itu bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan yang berujung pada penurunan berat badan, malnutrisi, hingga depresi akibat tidak bisa mengenali aroma sesuatu.

Kebanyakan kondisi ini hanya terjadi dalam waktu yang singkat, karena penyakit flu. Anosmia karena flu biasanya akan hilang setelah penyakit tersebut sembuh. Tapi, ada beberapa kasus yang menyebabkan anosmia berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.

Baca juga: 5 Langkah Mencegah Penurunan Kemampuan Indera Penciuman

Cari tahu lebih lanjut seputar anosmia dan gejala penyakit meningioma lain dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!