Ini Alasan Atlet Rentan Terkena Tarsal Tunnel Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Alasan Atlet Rentan Terkena Tarsal Tunnel Syndrome

Halodoc, Jakarta - Tunnel tarsal adalah ruangan sempit yang terletak pada bagian dalam pergelangan kaki, di sebelah tulang pergelangan kaki. Tunnel ini ditutupi oleh ligamen tebal yang bertugas untuk melindungi dan mempertahankan struktur yang terkandung di dalam tunnel tersebut, seperti arteri, vena, tendon, dan saraf.

Nah, tarsal tunnel syndrome merupakan kompresi pada saraf tibialis posterior yang berdampak pada bagian dalam pergelangan kaki. Sindrom ini sebenarnya mirip dengan carpal tunnel syndrome yang terjadi pada telapak tangan. Kondisi ini disebabkan karena cedera, penyakit tertentu, atau stres kronis yang terjadi berulang kali. 

Mengapa Tarsal Tunnel Syndrome Lebih Rentan Terjadi pada Atlet?

Sebenarnya, sindrom tarsal tunnel ini lebih sering terjadi pada orang dewasa dan berisiko menyerang atlet. Pasalnya, atlet menggunakan kaki lebih banyak daripada anggota tubuh lainnya. Para pelari, pesepak bola, pebasket, pebulu tangkis, dan olahraga lainnya semua menggunakan kaki sebagai tumpuan gerak paling utama. 

Baca juga: Kapan Atlet Harus ke Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga?

Jika saraf tibial atau percabangannya yang berada di sisi pergelangan kaki atau kaki bagian bawah terjepit, sindrom tarsal tunnel bisa terjadi. Biasanya, tekanan berlebihan, cedera retak, dan terkilir parah menjadi penyebab utamanya, dan para atlet rentan mengalami cedera-cedera demikian. 

Apa Saja Gejala dari Tarsal Tunnel Syndrome?

Gejala utama dari seseorang yang mengalami tarsal tunnel syndrome adalah kesemutan, rasa seperti terbakar atau sensasi yang mirip dengan tersengat listrik. Area yang terinfeksi mengalami mati rasa, dan muncul rasa nyeri mendadak. Gejala ini muncul pada bagian dalam pergelangan kaki atau bagian bawah kaki. Pada beberapa orang, gejalanya bisa menyebar hingga ke tumit, jari kaki, dan betis. 

Kamu perlu waspada karena gejala dari kelainan langka ini muncul secara mendadak dan semakin buruk dengan aktivitas yang melibatkan kaki terlalu sering, seperti berjalan, berlari, atau berolahraga. Jadi, kamu harus segera memeriksakan kondisi kaki ke dokter jika mengalami gejala tersebut. Tidak perlu mengantre, karena kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit yang terdekat. 

Baca juga: 4 Fakta Hamstring yang Sering Menimpa Atlet

Pasalnya, tanpa adanya pengobatan, tarsal tunnel syndrome akan berkembang dan menyebabkan kerusakan saraf permanen. Tidak hanya itu, karena gejalanya yang sering disalahartikan sebagai penyakit lain, perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh agar bisa didapatkan diagnosis yang tepat dan pengobatan pun bisa segera dilakukan. 

Perawatan Rumahan untuk Atasi Tarsal Tunnel Syndrome

Ada banyak pilihan pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi tarsal tunnel syndrome. Paling utama tentu saja beristirahat untuk mencegah kaki mengalami cedera lebih parah dan mempercepat penyembuhan. Lalu, mengompresnya dengan es selama sekitar 20 menit dan diamkan selama 40 menit sebelum kompres diulang. 

Jika muncul rasa sakit dan peradangan, kamu bisa mengonsumsi obat penghilang nyeri seperti ibuprofen untuk mengurangi rasa nyerinya. Namun, pastikan kamu membatasi aktivitas yang berhubungan dengan kaki. Jika diperlukan, kamu disarankan untuk menggunakan gips, sehingga jaringan dan saraf di sekitarnya kembali aktif. 

Terkadang, penanganan dengan cara pembedahan dilakukan untuk mengobati tarsal tunnel syndrome. Namun, tentu saja ada kondisi khusus yang membuat keputusan pembedahan ini dipilih, biasanya prosedurnya disesuaikan dengan penyebab yang mendasari terjadinya kelainan ini. 

Baca juga: Begini Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Terkilir

Referensi: 
Foot Health Facts. (Diakses pada 2019). Tarsal Tunnel Syndrome.
Sports Med Today. (Diakses pada 2019). Tarsal Tunnel Syndrome.
Healthline. (Diakses pada 2019). Recognizing and Treating Tarsal Tunnel Syndrome.