• Home
  • /
  • Ini Alasan Cacar Air Mudah Menular

Ini Alasan Cacar Air Mudah Menular

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ini Alasan Cacar Air Mudah Menular

Halodoc, Jakarta - Cacar air adalah salah satu penyakit yang mudah menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV), dan dapat menyebar dengan mudah dari orang yang terkena cacar air ke orang lain yang belum pernah mengidap penyakit ini atau belum pernah divaksinasi. 

Virus penyebab cacar air menyebar dengan mudah terutama melalui kontak dekat dengan seseorang yang tengah mengidap cacar air. Pengidap cacar air mudah menularkan virus ini sampai tidak ada lesi baru yang muncul selama 24 jam di kulitnya.

Baca juga: Ketahui 5 Fakta Mengenai Cacar Air

Mudah Menyebar  dan Lebih Sering Diidap Anak-Anak

Melansir WebMD, penyakit ini lebih umum menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa mendapatkannya. Gejala tanda cacar air adalah ruam kulit yang gatal dengan lepuh merah. Selama beberapa hari, lepuh muncul dan mulai bocor, dan di situlah virus dengan mudah menyebar, bahkan melalui udara. Seseorang bisa mendapatkan virus dengan menghirup partikel yang berasal dari lepuh cacar air atau dengan menyentuh sesuatu di mana partikel mendarat.

Oleh karena itu, kamu harus menghindari kontak langsung dengan pengidapnya. Virus akan berhenti menyebar saat lesi berubah menjadi kerak. Cacar air paling menular dari 1 hingga 2 hari sebelum ruam muncul sampai semua lepuh kering dan berkulit.

Cacar air pun gejalanya ringan, terutama pada anak-anak. Pada kasus yang parah, lepuh ini bisa menyebar lebih luas, seperti ke hidung, mulut, mata, dan alat kelamin. Kebanyakan pengidapnya membutuhkan waktu hingga dua pekan untuk bisa sembuh. Meski seseorang telah divaksinasi, sayangnya mereka masih dapat menularkannya ke orang lain. Namun beberapa orang yang sudah terkena cacar air, mereka mendapatkan kekebalan seumur hidup. 

Mereka yang Memiliki RIsiko Tinggi Tertular Cacar Air

Terdapat kondisi yang memudahkan seseorang untuk tertular cacar air, yaitu:

  • Belum pernah terinfeksi virus cacar air sebelumnya;

  • Belum pernah mendapatkan vaksin;

  • Bekerja di sekolah atau fasilitas penitipan anak;

  • Tinggal bersama anak-anak.

Segera periksakan diri ke rumah sakit jika kamu mengalami gejala yang diduga sebagai cacar air. Kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk mendapatkan perawatan yang tepat terkait gejala cacar air yang muncul.

Baca juga: Orang Dewasa Diberikan Vaksin Cacar, Seberapa Penting?

Langkah Mengobati Cacar Air 

Cacar air biasanya berlangsung 5 hingga 10 hari, tetapi jika kamu memiliki ruam gatal yang disebabkan oleh virus, kondisi ini bisa terasa sangat lama. Untungnya, ada hal-hal yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan gejala, antara lain: 

  • Gunakan Acetaminophen (Tylenol) untuk Atasi Nyeri

Jika kamu alami demam tinggi atau pegal-pegal akibat cacar air, kamu bisa gunakan Tylenol. Obat ini aman bagi kebanyakan orang, termasuk wanita hamil dan anak-anak di atas 2 bulan. Hindari obat penghilang rasa sakit antiinflamasi, seperti ibuprofen karena dapat membuat kamu tambah nyeri. Jangan memberikan aspirin kepada anak di bawah usia 16 tahun karena ini dapat menyebabkan komplikasi serius yang disebut sindrom Reye.

  • Jangan Menggaruk Ruam 

Menggaruk ruam dapat membuat kamu berisiko terkena infeksi bakteri kulit. Bekas luka garuk dapat menyebabkan jaringan parut. Coba beberapa tips untuk menenangkan kulit gatal, seperti mengetuk atau menepuk area gatal, atau menggosok oatmeal yang dingin ke kulit, kenakan pakaian katun yang longgar agar kulit bisa bernapas, dan mengoleskan lotion kalamin di tempat gatal. Kamu bisa mengonsumsi antihistamin untuk meringankan gejala. Panas dan keringat juga membuat kamu lebih gatal, maka gunakan waslap basah yang dingin di daerah yang gatal untuk menenangkan kulit.

  • Tetap Terhidrasi

Minum banyak cairan untuk membantu tubuh menghilangkan virus dengan lebih cepat. Itu juga dapat mencegah dehidrasi. Pilih minuman yang manis atau soda, terutama jika cacar air sudah menyerang area mulut. Hindari juga makanan keras, pedas, atau asin yang bisa membuat mulut sakit.

Nah, itu seputar informasi kesehatan tentang cacar air, penyakit yang mudah menular. Selalu jaga kesehatanmu dengan baik. Jika terjadi keluhan penyakit, kamu bisa bertanya langsung ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Chickenpox (Varicella).
Web MD. Diakses pada 2020. Chickenpox.