05 October 2018

Ini Alasan Orang Bisa Pingsan Karena Denyut Jantung Menurun

Jantung,denyut jantung,pingsan

Halodoc, Jakarta – Di saat yang tidak terduga, kadang seseorang dapat mengalami pingsan secara mendadak. Pingsan merupakan kondisi tubuh yang tiba-tiba kehilangan kesadaran karena kurangnya aliran darah ke otak. Biasanya pingsan terjadi ketika seseorang mengalami kelemahan dan diikuti dengan hilangnya kesadaran.

Kebanyakan pingsan yang terjadi dipicu oleh saraf vagus, yaitu saraf yang menghubungkan sistem pencernaan ke otak dan mengelola aliran darah ke usus. Saat makanan masuk, saraf vagus akan mengarahkan darah ke perut dan usus, serta menariknya dari jaringan tubuh lain termasuk otak. Sayangnya, saraf vagus kadang terlalu bersemangat, sehingga menarik terlalu banyak darah ke otak. Kondisi ini bisa membuat tekanan darah turun akibat efek saraf vagus ini, sehingga memicu pingsan.

Penyebab pingsan lainnya yang sering terjadi yaitu malfungsi yang bersifat sementara pada sistem saraf otonom. Sistem saraf tersebut berfungsi otomatis, misalnya untuk mengatur detak jantung dan tekanan darah. Malfungsi pada sistem saraf ini merupakan penyebab di balik sebagian besar kasus pingsan. Gangguan fungsi tersebut dapat dipicu oleh stres, rasa sakit yang terjadi tiba-tiba terlalu lama, tertawa, bahkan bersin.

Berikut beberapa alasan orang bisa pingsan:

1. Gangguan Denyut Jantung

Jantung berfungsi untuk memompa darah melalui pembuluh darah serta arteri dan dibutuhkan tekanan tertentu untuk mempertahankan aliran darah. Jika jantung berdetak terlalu cepat atau lambat, tekanan darah tidak terjaga dengan baik. Akibatnya, aliran darah ke otak terganggu dan menyebabkan pingsan. Denyut jantung terlalu cepat jika lebih dari 150 denyut per menit dan terlalu lambat jika kurang dari 50 denyut per menit.

2. Shock

Shock adalah suatu kondisi yang ditandai dengan tekanan darah rendah yang sering menyebabkan hilangnya kesadaran. Korban shock kemungkinan besar akan mengalami kebingungan yang bisa memburuk jadi pingsan. Kondisi ini bisa terjadi akibat perdarahan, alergi parah, atau infeksi.

3. Dehidrasi

Kurang minum akan membuat air dalam aliran darah menjadi sedikit yang membuat tekanan darah menurun. Selain itu, saraf vagus akan terangsang dan menyebabkan sakit kepala, kemudian pingsan. Berbagai hal bisa menjadi penyebab dehidrasi seperti muntah, diare, luka bakar, kelelahan, dan udara panas.

4. Gangguan Psikologis

Kecemasan, panik, stres, atau efek psikologis ketika melihat darah bisa merangsang saraf vagus yang pada beberapa orang bisa mengakibatkan hilangnya kesadaran.

5. Konsumsi Alkohol

Banyak orang kehilangan kesadaran akibat alkohol. Selain efek sedatif (menenangkan), alkohol juga membuat orang sering buat air kecil yang memicu dehidrasi. Konsumsi alkohol juga bisa melebarkan pembuluh darah yang dapat menurunkan tekanan darah.

6. Konsumsi Obat

Beberapa obat bisa memicu seseorang pingsan, seperti obat nitrat (menurunkan tekanan darah dengan cepat), stimulan (menaikkan suhu tubuh), serta opiate (menurunkan tekanan darah dan memperlambat pernapasan).

Biasanya kamu akan merasakan tanda-tanda sebelum pingsan, seperti sakit kepala, ruangan seperti berputar, mual, dan berkeringat dingin. Kamu juga mungkin mengalami penglihatan kabur atau pendengaran berdesing. Jika kamu merasakan tanda-tanda tersebut, berbaringlah.

Jika kondisi kamu tidak memungkinkan untuk berbaring, kamu juga bisa duduk atau berjongkok dengan meletakkan kepala kamu di antara lutut kamu. Hal ini akan membantu mengalirkan darah ke otak kamu. Tunggulah sampai kamu merasa lebih baik sebelum mencoba berdiri. Saat kamu berdiri, lakukan secara perlahan.

Apabila kamu sering mengalami pingsan dengan tanda-tanda di atas, sebaiknya kamu segera berdiskusi dengan dokter di Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa berdiskusi dengan dokter via Chat atau Voice/Video Call kapan pun dan di mana pun. Yuk, segera download aplikasinya sekarang!

Baca juga: