Ini Alasan Perdarahan Postpartum Sebabkan Kematian pada Ibu

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Alasan Perdarahan Postpartum Sebabkan Kematian pada Ibu

Halodoc, Jakarta - Terjadinya perdarahan tidak boleh dianggap remeh, apalagi kalau dialami ibu hamil yang baru saja melahirkan buah hatinya. Perdarahan postpartum, menjadi penyebab kematian paling tinggi pada ibu hamil. Penyebab utamanya adalah pembuluh darah pada bagian rahim yang terbuka, tempat melekatnya plasenta ketika ibu masih mengandung. 

Gejala yang mengikuti terjadinya perdarahan ini adalah detak jantung yang semakin meningkat sementara tekanan darah menurun dan timbulnya rasa nyeri pada vagina. Tidak hanya melalui pembuluh darah di rahim, darah bisa keluar melalui robekan jalan lahir ketika ibu bersalin. Kondisi ini disebut prosedur episiotomi. 

Baca juga: Kenali Pemeriksaan untuk Deteksi Perdarahan Postpartum

Mengapa Perdarahan Postpartum Sebabkan Kematian pada Ibu?

Ketika terjadi perdarahan, tubuh setiap orang memberikan respons yang tidak sama satu dengan lainnya. Pada kasus terjadinya perdarahan postpartum, respons yang diberikan bisa berbahaya dan mengancam nyawa. Lalu, apa penyebab terjadinya perdarahan setelah melahirkan ini? 

  • Plasenta previa, ketika plasenta bayi menutupi sebagian atau seluruh leher rahim yang menjadi penghubung dengan vagina bagian atas;

  • Ruptur rahim atau rahim pecah, namun kondisi ini jarang terjadi;

  • Atonia uteri, kondisi ketika rahim tidak mampu melakukan kontraksi karena tonus otot yang ada di rahim menghilang. Akibatnya, terjadi penekanan pada pembuluh darah yang membuat pasokan atau aliran darah berkurang. Atonia uteri menjadi penyebab perdarahan postpartum yang paling sering terjadi. 

  • Kurangnya enzim trombin yang memicu terjadinya gangguan perdarahan karena terjadi kegagalan dalam proses pembekuan darah. 

Perdarahan postpartum memang membahayakan, karena mengancam nyawa ibu saat melahirkan. Artinya, ibu harus rutin memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter kandungan, supaya komplikasi bisa dicegah dengan melakukan deteksi dini. Ibu bisa langsung membuat janji dengan dokter ahli kandungan di rumah sakit mana saja tanpa perlu lagi mengantre. Jika mengalami gejala yang tidak biasa, tanyakan pada dokter sesegera mungkin melalui layanan Tanya Dokter di aplikasi Halodoc

Pasalnya, perdarahan postpartum juga berisiko terjadi pada ibu hamil dengan kondisi golongan darah yang langka, memiliki riwayat kelainan darah atau perdarahan postpartum pada kelahiran sebelumnya. Selalu tanyakan pada dokter pilihan cara persalinan yang sesuai kondisi kandungan ibu sekarang demi mencegah terjadinya komplikasi yang membahayakan. 

Baca juga: Ini 3 Tahapan Persalinan Normal

Apa Saja Pilihan Pengobatannya?

Jika perdarahan postpartum terjadi karena kontraksi rahim yang buruk, dokter memberikan injeksi untuk membantu memperbaiki kontraksi rahim. Namun, jika tindakan penanganan tersebut tidak berhasil, kontraksi rahim bisa dilakukan dengan konsumsi obat-obatan. Jika perdarahan masih berlanjut, dokter akan mengambil tindakan operasi. 

Pada kasus perdarahan postpartum yang langka, ibu perlu mendapatkan tindakan histerektomi. Sementara apabila perdarahan terjadi karena tertahannya plasenta ditangani dengan pengangkatan sisa plasenta melalui vagina secara manual. Tindakan penjahitan dilakukan apabila perdarahan terjadi karena serviks dan vagina robek. Jika perdarahan terjadi karena infeksi, ibu diberikan obat-obatan jenis antibiotik untuk mengurangi dampak infeksi. 

Perdarahan yang terjadi pasti membuat tubuh menjadi lemas karena banyaknya darah yang terbuang dari tubuh. Sebagai tindakan darurat, ibu mendapatkan transfusi darah. Pada beberapa kasus, perdarahan bisa membuat ibu mengalami anemia, sehingga dibutuhkan banyak istirahat hingga benar-benar pulih. Biasanya, dokter membantu mempercepat pemulihan dengan meresepkan vitamin penambah zat besi dan asam folat. 

Baca juga: Ini Penyebabnya Perut Terasa Kencang Saat Hamil

Referensi: 
Emedicine Medscape. Diakses pada 2019. Postpartum Hemorrhage.
Healthline. Diakses pada 2019. Pregnancy Complications: Common Cause of Hemorrhage.
Baby Center. Diakses pada 2019. Postpartum Hemorrhage.