13 November 2018

Ini Bedanya Batu Empedu dan Batu Ginjal

Ini Bedanya Batu Empedu dan Batu Ginjal

Halodoc, Jakarta – Batu empedu dan batu ginjal adalah dua jenis penyakit yang menyebabkan tubuh manusia mengeluarkan batu. Meski terdengar serupa, tapi kedua kondisi ini ternyata sangat berbeda, baik dari penyebab, lokasi terjadi, dan dampaknya.

Pada dasarnya, kedua jenis batu ini memang dihasilkan oleh dua organ berbeda dan dengan fungsi yang berbeda pula. Ginjal dalam tubuh manusia merupakan organ yang berfungsi untuk menyaring darah dan menghasilkan urine. Sedangkan kantong empedu, adalah bagian tubuh yang memiliki tugas menyimpan empedu yang dihasilkan organ hati. Lalu, membantu dalam pencernaan dan penyerapan lemak.

Kedua bagian tubuh ini sama-sama akan menghasilkan batu jika terjadi gangguan terhadap kerja organ tersebut. Agar lebih jelas, yuk simak apa sih perbedaan antara batu ginjal dan batu empedu!

1. Dilihat dari Penyebab Batu Terbentuk

Salah satu perbedaan yang cukup mendasar pada kedua kondisi ini adalah zat pembentuknya. Batu ginjal terbentuk dari kumpulan kristal kecil dari mineral, kalsium, oksalat, dan asam urat. Sedangkan batu empedu, batu yang muncul karena adanya endapan kolesterol pada kantong empedu. Batu yang terbentuk dalam tubuh bisa berukuran seperti batu pasir, yang jumlahnya bisa satu maupun lebih.

2. Proses Terbentuknya Batu

Proses terbentuknya batu pada kedua kondisi ini juga berbeda. Batu ginjal terbuat ketika ginjal kekurangan cairan, sehingga tidak bisa memproses mineral secara normal. Padahal tanpa cairan yang cukup, ginjal tidak dapat mengolah tumpukan mineral maka terjadilah penumpukan yang menyebabkan batu.

Sedangkan batu empedu, terbentuk karena adanya tumpukan kolesterol di dalam kantong empedu. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kolesterol atau bilirubin menumpuk di organ tersebut yang pada akhirnya memicu terbentuknya batu.

3. Perbedaan pada Gejala

Batu ginjal dan batu empedu juga cenderung menunjukkan gejala yang berbeda. Pada batu ginjal, ada banyak gejala yang sering muncul, terutama saat batu melewati ureter. Gejalanya mulai dari rasa nyeri di beberapa bagian, yaitu di bawah tulang rusuk, di perut bagian bawah dan pangkal paha, serta rasa sakit saat buang air kecil. Kondisi ini juga bisa menyebabkan urine berwarna pink, merah, ataupun cokelat dan cenderung berbau. Pengidapnya mungkin juga akan merasakan mual hingga muntah serta demam dan menggigil.

Sedangkan pada batu empedu, gejala yang muncul biasanya tidak terlalu banyak, kecuali rasa sakit yang muncul karena batu menyebabkan penyumbatan pada saluran. Biasanya rasa sakit ini akan berlangsung selama beberapa menit atau beberapa jam.

Beberapa gejala yang muncul karena batu empedu, di antaranya nyeri tiba-tiba di perut bagian kanan dan atas, muncul rasa sakit di bawah tulang dada, sakit punggung, hingga nyeri di bahu kanan. Jika mengalami gejala ini, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar segera mendapat penanganan medis.

4. Pengobatan yang Berbeda

Saat seseorang diduga memiliki batu ginjal, dokter biasanya akan menyarankan untuk banyak minum air putih agar batu terdorong ke luar. Namun pada tingkat yang lebih parah, tindakan operasi mungkin perlu dilakukan untuk mengeluarkan batu.

Sedangkan batu empedu, biasanya harus ditangani dengan cara operasi. Tujuannya untuk mengeluarkan batu dari kantong empedu dan membersihkan bagian tersebut, terutama dari tumpukan zat yang bisa berbahaya.

Meski terdengar serupa, nyatanya kedua penyakit ini sangat berbeda. Karena itu, sangat penting untuk mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab sakit pada tubuh. Pemeriksaan kesehatan bisa membantu untuk mengetahui kondisi tubuh secara keseluruhan. Kamu bisa memanfaatkan aplikasi Halodoc untuk bicara dengan dokter dan melakukan pemeriksaan rutin. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: