Ini Fakta Tendangan Bayi dalam Kandungan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 September 2018
Ini Fakta Tendangan Bayi dalam KandunganIni Fakta Tendangan Bayi dalam Kandungan

Halodoc, Jakarta - Takjub dan bahagia adalah perasaan yang dirasakan oleh wanita yang sedang hamil ketika baru saja “mendapatkan” tendangan bayi dalam kandungan untuk pertama kalinya. Beberapa wanita hamil merasakan Si Kecil mulai menendang antara usia kandungan 16 sampai 25 minggu.

Ibu dengan kehamilan pertama mungkin akan merasakan bayinya mulai menendang pada usia kehamilan 25 minggu. Sedangkan, ibu yang hamil anak kedua bisa merasakan pada usia kandungan 13 minggu.

Tendangan Si Kecil umumnya akan terasa jika ibu sedang duduk atau sedang dalam posisi relaks. Sebenarnya, apa yang membuat bayi dalam kandungan suka menendang-nendang?

Dr. Indu Taneja, konsultan senior, obstetrics & gynecology, di Fortis Escorts Hospital, Faridabad menjelaskan, “Tendangan pertama bayi dalam kandungan menunjukkan ia sudah berusia lima bulan. Ia sedang bertumbuh menuju tahap perkembangan selanjutnya.”

Arti Tendangan Bayi dalam Kandungan

Menurut Dr. Taneja, tendangan janin bisa mengungkap banyak hal selain tanda pertumbuhannya. Inilah beberapa di antaranya:

1. Indikasi Perkembangan dan Pertumbuhan

“Tendangan pertama bayi menunjukkan usia, perkembangan, dan kelangsungan hidupnya,” ujar Dr Taneja. Ini juga menunjukkan janin dalam rahim ibu ternyata aktif. Saat bayi sedang menggeliat, mungkin ibu akan merasa seolah perut kamu sedang bergetar.

2. Frekuensi Tendangan Meningkat jika Ibu Miring ke Kiri

Ibu hamil yang sedang berbaring miring ke kiri mungkin pernah dikejutkan dengan tendangan Si Kecil berulang kali. Jangan panik, karena berbaring ke kiri akan meningkatkan suplai darah ke dalam rahim, sehingga pergerakan bayi meningkat. Tendangan bayi dalam rahim juga menandakan tubuh Si Kecil sedang berenergi.

3. Tanda Perangai Si Kecil

Jika ibu punya bayi yang sangat aktif waktu ia masih dalam kandungan, ada kemungkinan ia akan senang berlari kesana kemari di masa awal masa pertumbuhannya saat ia sudah “keluar”. Ada juga kemungkinan ibu akan capek berkejar-kejaran dengannya.

4. Respon Terhadap Lingkungan

Kamu bisa merasakan bayi kamu menendang saat beraktivitas. Bayi juga bergerak sebagai responnya untuk menyuarakan makanan apa yang sebaiknya ibu makan. Ini adalah pola normal dalam perkembangan janin dan tak ada yang perlu dikhawatirkan.

5. Bayi yang Tidak Menendang Karena sedang Stres

“Jika tendangan bayi berkurang setelah usia 28 minggu, ibu harus segera ke dokter,” tegas Dr Taneja. Berkurangnya tendangan juga bisa jadi tanda bayi sedang stres. Jika ini terjadi, catatlah berapa lama yang dibutuhkan bayi untuk melakukan 10 kali tendangan.

“Bisa juga berarti aliran oksigen ke rahim berkurang, atau ada penurunan kadar gula darah ibu,” tambahnya.

Ia menyarankan agar ibu minum segelas air dan berjalan-jalan agak jauh. Jika bayi tidak bergerak sama sekali atau tidak menendang 10 kali dalam dua jam, ibu harus segera ke dokter dan melakukan pemeriksaan USG.

6. Tendangan Normalnya Dimulai Sesudah 9 Minggu

Mungkin bayi kamu sudah mulai menendang antara usia 16 sampai 25. Normalnya bayi dalam rahim mulai menendang di atas usia 9 minggu. Jadi, tidak perlu khawatir bila perut kamu mulai bergetar sebelum usia kandungan 16 minggu. Kamu akan merasakan Si Kecil di dalam sana semakin sering menendang di atas usia kandungan 24 minggu.

7. Tendangan Berkurang pada Usia 36 Minggu Itu Normal

Dr. Taneja juga mengatakan, tidak perlu khawatir jika tendangan bayi dalam rahim berkurang pada usia 36 minggu. Pada usia ini, ia tak terlalu banyak bergerak dan tendangan mungkin hanya akan kamu alami pada bagian tulang belakang.

“Tendangan bayi dalam rahim pada tahap ini kan membuat ibu bahagia. Ini karena sebentar lagi bayi akan lahir. Waspadalah jika ibu tak merasakan tendangan bayi sama sekali selama berjam-jam,” terang Dr Taneja.

Nah, di atas adalah penjelasan singkat dari arti tendangan bayi dalam kandungan. Jika kamu ingin bertanya-tanya dan ngobrol langsung, kamu dapat melakukan diskusi dengan dokter ahli di Halodoc dan mendapatkan solusinya. Kamu tidak hanya bisa mengobrol langsung dengan dokter ahli, tapi kamu juga bisa membeli obatnya langsung melalui apotik antar di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya di smartphone kamu!

Baca juga:

 

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan