Ini Kata Ahli Tentang Toxic Jealousy pada Pasangan Menikah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Kata Ahli Tentang Toxic Jealousy pada Pasangan Menikah

Halodoc, Jakarta - Pada titik tertentu, kamu pasti pernah merasakan yang namanya iri hati. Mungkin, saat teman mendapat kenaikan gaji ketika kamu berjuang untuk memenuhi kebutuhanmu yang semakin menggunung saja rasanya. Bisa jadi pula, pasangan sedang mengobrol tentang suatu hal dengan orang lain tetapi cukup lama sehingga membuat kamu merasa cemburu.

Untungnya, rasa sakit yang membuat iri biasanya menghilang setelah beberapa saat. Namun, apa yang terjadi ketika hal itu tidak menghilang? Bagaimana jika kecemburuan terus menjadi-jadi dan semakin intens, bahkan lebih buruknya, memengaruhi hubungan kamu dengan pasangan? Ini artinya, sudah saatnya kamu mengetahui. Toxic jealousy bukan menjadi hal yang baik. 

Normalkah Merasa Cemburu?

Setiap orang sesekali merasa cemburu, dan ini adalah hal yang normal terjadi. Secara biologis dan emosional, mekanisme bertahan hidup kamu yang paling awal adalah keterikatan terhadap orang lain. Kecemburuan membuat kamu merasa keterikatan dengan orang yang disayangi terancam, yang pada gilirannya menjadi ancaman sendiri buatmu. 

Baca juga: Ini Bahayanya Cemburu yang Berlebihan

Cemburu memang normal terjadi, terlebih ketika itu sudah menjadi kebiasaan yang sudah lama kamu lakukan bersama teman atau pasangan dan tiba-tiba dia memilih jalur lain. Namun, kecemburuan mengacaukan suasana hati kamu dan mencuri fokus kamu dari tugas atau tanggung jawab yang lebih penting. Ketika hal tersebut kamu biarkan, bisa jadi ini bisa merusak hubungan kamu dengan pasangan. 

Menghadapi Toxic Jealousy 

Mungkin, kamu merasa cara paling baik untuk mengatasi toxic jealousy adalah meninggalkannya dan melupakan. Namun, pura-pura tidak pernah menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah. Untuk mengendalikan emosi, mulailah dengan menarik napas panjang. Luangkan waktu untuk memikirkan bagaimana perasaan kamu yang sebenarnya, bagaimana kamu ingin merespon masalahnya. 

Baca juga: Punya Pasangan yang Disukai Banyak Orang?

Kalau kamu mengalami masalah, kamu bisa bercerita langsung pada pakarnya. Bisa melalui fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc atau membuat janji langsung dengan dokter langganan di rumah sakit mana saja yang terdekat dengan lokasi tempat tinggalmu. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan penanganan terbaik langsung dari ahlinya. Namun, tidak ada salahnya juga mencoba beberapa tips berikut ini. 

  • Jangan termakan perasaan. Pisahkan diri kamu dari perasaan kamu. Ingatlah bahwa pikiran kamu hanya membuat kamu merasa cemburu pada saat itu saja. Jadi, kamu tidak terseret arus kecemburuan ini berlarut-larut.

  • Kenali dari mana asal kecemburuan ini. Apakah perasaan cemburu kamu berasal dari sesuatu yang sudah dilakukan orang lain, atau berasal dari diri kamu sendiri? Mencari tahu jawabannya bisa memberi tahu kamu bagaimana menemukan solusinya. 

  • Tulis apa yang membuat kamu cemburu, jadi kamu bisa meredam sedikit emosi yang telah meluap dan membantumu berpikir lebih jernih sebelum mengambil keputusan.

  • Bicarakan dengan orang lain tentang apa yang membuat kamu merasa cemburu. Mintalah bantuan padanya bagaimana untuk mengatasinya. Kamu mungkin terkejut ketika menemukan fakta bahwa mereka pun memiliki perasaan iri dan cemburu yang sama terhadapmu atau orang lain. 

Baca juga: 5 Ciri Pasangan yang Posesif

Referensi: 
Psychology Today. Diakses pada 2019. What Toxic Jealousy Reveals.
Prevention. Diakses pada 2019. How to Deal with Jealousy in A Healthy Way, According to Therapists.
TheHopeLine. Diakses pada 2019. The Toxic Poison of Jealousy.