Ini Perbedaan Jahe Merah dan Jahe Biasa

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Perbedaan Jahe Merah dan Jahe Biasa

Halodoc, Jakarta - Pastinya, kamu sudah tidak asing lagi dengan jahe. Ya, bumbu rempah satu ini memang terkenal dengan rasanya yang pedas dan berbagai khasiat yang tidak diragukan lagi untuk kesehatan. Jahe tidak hanya digunakan untuk menyedapkan rasa masakan, tetapi juga sebagai minuman untuk menghangatkan badan dan mengusir masuk angin. 

Namun, jenis jahe yang ada di Indonesia nyatanya tidak hanya satu. Jahe berwarna putih pasti sudah sangat familiar dan mudah kamu jumpai di pasar tradisional. Jenis jahe ini lebih banyak digunakan untuk masakan. Ternyata, masih ada lagi jenis jahe lainnya, yaitu jahe merah. Jahe jenis ini lebih sering digunakan sebagai campuran minuman. 

Perbedaan Jahe Merah dan Jahe Biasa

Umumnya, jahe merah maupun jahe biasa punya kandungan nutrisi yang sama. Mineral dan vitamin yang ada di dalam jahe termasuk vitamin A, B1, B3, dan vitamin C, besi, fosfor, dan kalsium. Meski memiliki kandungan nutrisi yang terbilang sama, ternyata jahe merah dan jahe putih punya perbedaan dalam sisi khasiatnya. 

Baca juga: 7 Manfaat Jahe untuk Kesehatan

  • Jahe Merah dan Manfaatnya

Membicarakan jahe merah, rempah yang digunakan sebagai campuran minuman karena memiliki rasa pedas yang lebih kuat, sehingga manfaatnya untuk menghangatkan tubuh menjadi lebih terasa. Ternyata, jahe merah adalah jahe yang paling unggul dari jenis jahe lainnya yang tumbuh di Indonesia. 

Tidak heran, karena jahe merah mengandung minyak atsiri yang lebih banyak, begitu pula kandungan zat oleoresin, gingerol, dan zingeron. Kandungan minyak atsiri pada jahe merah efektif untuk meredakan batuk yang aman untuk dikonsumsi siapa saja, termasuk anak-anak. Lalu, zat zingeron pada rempah ini efektif untuk mencegah peradangan pada usus dengan bekerja secara aktif dalam menghambat enzim pemicu inflamasi. 

Tidak hanya itu, jahe merah aman dikonsumsi untuk ibu hamil. Manfaat jahe satu ini membantu meredakan mual dan muntah yang biasa dialami ibu hamil di trimester pertama. Namun, supaya tidak terlalu panas di perut, jahe bisa dicampurkan dengan teh dan tambahan madu. Jahe merah juga baik untuk menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan trigliserida dan kadar kolesterol di dalam darah. 

Baca juga: Khasiat Jahe untuk Redakan Nyeri Otot, Ini Buktinya

Bagi kamu yang menjalani program diet, jahe merah bisa menjadi salah satu menu yang tepat karena membantu membakar kalori dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Jika kamu sering mengalami sakit kepala, jahe merah bisa menjadi pilihan alternatif obat herbal yang baik untuk meredakan rasa sakit dan tidak nyaman. 

  • Jahe Putih/Jahe Biasa

Meskipun tidak seterkenal jahe merah, jahe putih memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Kandungan gingerol pada jahe putih diyakini mampu membantu mencegah infeksi, terutama infeksi bakteri pada mulut seperti pada radang gusi, juga infeksi pada saluran pernapasan. Jahe putih pun diyakini mampu meningkatkan fungsi otak dan mencegah terjadinya penyakit alzheimer

Jika kamu mengalami nyeri otot setelah berolahraga, jahe juga bisa membantu menenangkannya. Memang tidak menyembuhkan, tetapi setidaknya rasa nyeri yang dirasakan bisa sedikit berkurang. Tidak ketinggalan, jahe putih juga memiliki kandungan zat yang efektif untuk memerangi kanker. 

Baca juga: Inilah 7 Gejala Umum Demensia Alzheimer

Namun, tidak selalu semua penyakit bisa sembuh hanya dengan mengonsumsi jahe. Kamu tetapi perlu bantuan medis jika keluhan yang kamu alami tidak mereda meski kamu sudah minum jahe. Coba tanyakan pada dokter lewat aplikasi Halodoc, dokter ahli siap membantu mencarikan solusi untuk semua keluhan kesehatan kamu. 

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2019. Health Benefits of Ginger
Healthline. Diakses pada 2019. 11 Proven Benefits of Ginger.
WebMD. Diakses pada 2019. Ginger: Uses, Side Effects, Interactions, Dosage, and Warning.