Ini Tanda Keputihan yang Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
tanda keputihan

Halodoc, Jakarta -  Keputihan merupakan hal yang wajar terjadi pada wanita. Keputihan sendiri merupakan lendir yang dihasilkan dalam leher rahim dan dinding vania dengan fungsi alami, yaitu mencegah infeksi dan menjaga kebersihan vagina. Keputihan yang normal akan ditandai dengan warna bening, bertekstur licin dan sedikit lengket, tidak bau, serta tidak terasa gatal.

Baca juga: Ini Cara Mengatasi Keputihan Sebelum Haid

Namun, jika keputihan muncul disertai dengan gejala-gejala lain, sebaiknya kamu selalu berhati-hati. Pasalnya, hal tersebut merupakan tanda keputihan yang berbahaya. Berikut beberapa gejala keputihan yang perlu kamu waspadai:

  • Keputihan Disertai dengan Rasa Gatal

Rasa gatal yang muncul bersamaan dengan keputihan ini merupakan tanda adanya jamur Candida albicans dalam vagina. Tak hanya rasa gatal, pengidap bahkan akan mengalami pembengkakan pada vagina, kemerahan pada vulva, serta rasa nyeri saat buang air kecil.

  • Keputihan Berwarna Kuning atau Hijau

Hati-hati, keputihan yang berwarna kuning atau hijau bisa jadi pertanda penyakit pada kelamin, seperti gonore, klamidia, dan trikomoniasis. Selain warna yang berbeda, keputihan akan ditandai dengan tekstur yang lebih encer, nyeri saat buang air kecil, bau pada vagina, pendarahan setelah berhubungan, serta sakit pada perut bagian bawah atau nyeri panggul.

  • Keputihan Berwarna Abu-Abu dan Sangat Berbau

Tanda-tanda tersebut bisa jadi ciri jika kamu tengah mengidap infeksi bakteri. Kondisi ini dikenal dengan sebutan vaginosis bakterialis yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan bakteri dalam vagina. Selain keputihan yang keabu-abuan, vaginosis bakterialis ditandai dengan nyeri saat buang air kecil yang disertai dengan rasa gatal pada vagina.

  • Keputihan Disertai Demam pada Tubuh

Kedua kondisi tersebut merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Pasalnya, munculnya demam pada tubuh merupakan tanda adanya reaksi perlawanan tubuh terhadap kuman penyebab infeksi. Untuk hal yang satu ini, perawatan medis diperlukan untuk menghindari komplikasi yang bisa saja membahayakan.

Dalam hal ini, periksakan diri pada dokter ahli di rumah sakit terdekat dengan membuat janji melalui aplikasi Halodoc. Munculnya tanda yang satu ini jangan disepelekan, ya. Pasalnya, hal yang satu ini perlu mendapatkan penanganan medis.

  • Keputihan Disertai dengan Darah

Keputihan yang disertai dengan darah dan terjadi diluar masa menstruasi atau terjadi setelah menopause merupakan ciri keputihan yang berbahaya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi, seperti infeksi, kanker serviks, atau radang panggul.

Baca juga: Begini Ciri Keputihan yang Normal

Bagaimana Cara Mengatasi Keputihan dengan Tepat?

Langkah pengobatan yang dilakukan akan disesuaikan pada penyebab yang mendasari terjadinya keputihan. Untuk menentukan penyebabnya, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan khusus. Namun, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu meringankan gejala keputihan yang dapat kamu lakukan sendiri di rumah, seperti:

  • Bersihkan selalu vagina setelah selesai buang air kecil atau buang air besar. 

  • Basuh vagina dari arah depan ke belakang atau dari arah vagina menuju anus, agar bakteri dari anus tidak masuk ke vagina dan menyebabkan infeksi.

  • Hindari produk kebersihan yang mengandung parfum, karena dapat mengiritasi.

  • Hindari pakaian dalam yang terlalu ketat. Dalam hal ini, sebaiknya pilih pakaian dalam berbahan katun.

Baca juga: Ini Hal yang Dapat Menyebabkan Terjadinya Keputihan 

Jika kamu mengalami sejumlah tanda-tanda tersebut, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Apalagi, jika volume keputihan lebih banyak dari biasanya, disertai mudah lelah, dan turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Vaginal Discharge: What’s Abnormal?
NHS. Diakses pada 2019. Vaginal discharge.