Ini Tips untuk Mencegah Cutaneous Larva Migrans

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Tips untuk Mencegah Cutaneous Larva Migrans

Halodoc, Jakarta - Kamu pernah mengalami rasa gatal pada kaki atau bagian tubuh lainnya yang terasa mengganggu? Sebagian dari kamu mungkin pernah menyepelekannya, hingga kemudian muncul gejala lain, seperti permukaan kulit berubah menjadi kasar, kulit memerah, berubah warna, atau muncul benjolan. Kondisi ini dikenal dengan creeping eruption atau penyakit cutaneous larva migrans. 

Sayangnya, gejala ini tidak selalu muncul, apalagi kalau kasus yang terjadi pada kamu terbilang ringan. Biasanya, kamu mengalami sensasi seperti rasa geli, seperti ditusuk, dan gatal, setidaknya 30 menit setelah kamu terkontaminasi. Ketika permukaan kulit telah berubah menjadi kasar, kondisi ini semakin memburuk. Pada beberapa kasus, larva yang masuk bisa menyebar hingga ke paru-paru dan berkembang menjadi penyakit lainnya. 

Tips Mencegah Cutaneous Larva Migrans

Masuknya larva ke kulit ini terjadi melalui kontak langsung dengan pasir atau tanah yang sudah terkontaminasi kotoran kucing maupun anjing yang memiliki larva maupun cacing tambang di dalamnya. 

Kontak langsung ini bisa terjadi melalui sentuhan. Jadi, kalau kamu merasakan adanya gejala, terutama gatal yang begitu mengganggu dan sensasi tidak nyaman lainnya, segera buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan. 

Baca juga: 7 Jenis Cacing Tambang yang Menyebabkan Cutaneous Larva Migrans

Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kontaminasi atau penularan cutaneous larva migrans. Berikut di antaranya: 

  • Mencuci tangan dan kaki dengan menggunakan sabun sampai bersih setelah kamu beraktivitas di luar rumah, sebelum makan, dan setelah menggunakan toilet. 

  • Selalu pakai alas kaki kalau kamu keluar rumah, atau gunakan sarung tangan jika kamu membersihkan kotoran hewan peliharaan.

  • Kalau kamu ingin berjemur di area berpasir, sebaiknya pakai alas berupa matras atau kursi untuk menghindari kontaminasi. 

  • Hindari membawa hewan peliharaan kalau kamu sedang bermain di pasir atau taman, karena risiko kontaminasi yang lebih besar. 

  • Jangan lupa, berikan obat cacing pada hewan peliharaan secara teratur.

Baca juga: Waspadai Komplikasi Berbahaya Akibat Cutaneous Larva Migrans

Memang, cutaneous larva migrans bisa membaik dengan sendirinya meski membutuhkan waktu yang tidak sebentar, sekitar 4 hingga 8 minggu. Meski begitu, ada pula kasus penyakit kulit ini yang tidak kunjung sembuh dan semakin memburuk gejalanya. Kalau sudah begitu, mungkin kamu akan dianjurkan untuk mengonsumsi beberapa jenis obat untuk membantu mengurangi rasa gatal dan mengurangi gejalanya. 

Cutaneous Larva Migrans Lebih Berisiko Terjadi pada Anak

Ternyata, dibandingkan dengan orang dewasa, kelainan kulit ini berisiko terjadi pada anak-anak. Pasalnya, anak lebih sering bermain di luar rumah tanpa menggunakan alas kaki, dan cenderung senang bermain di pasir atau tanah yang bisa saja sudah terkontaminasi. Tidak hanya itu, anak-anak yang orang tuanya berprofesi sebagai petani, tukang kebun, tukang kayu dan tukang listrik, serta pembasmi hama jauh lebih berisiko mengalaminya. 

Baca juga: Mengapa Anak Rentan Terkena Cutaneous Larva Migrans

Jika cutaneous larva migrans yang menyerang sudah semakin buruk, kamu harus segera mendapatkan pengobatan. Pasalnya, ada beberapa komplikasi yang mengancam jika kelainan kulit ini tidak segera ditangani, termasuk infeksi kulit sekunder, berpindahnya parasit menuju organ tubuh lainnya, dan penyakit Loeffler yang terjadi karena infeksi cacing dalam jumlah yang banyak. 

Referensi: 
Patient. Diakses pada 2019. Cutaneous Larva Migrans.
DermNet New Zealand. Diakses pada 2019. Cutaneous Larva Migrans.
Centers for Disease Control and Prevention. Cutaneous Larva Migrans.