Ini Waktu yang Tepat Habiskan Waktu di Sosial Media per Hari

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Waktu yang Tepat Habiskan Waktu di Sosial Media per Hari

Halodoc, Jakarta - Kemajuan dan kecanggihan teknologi faktanya membawa kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Kamu bisa berbuat apa saja cukup hanya berbekal satu perangkat gawai. Terlebih untuk bersosialisasi, karena banyak sekali platform yang hadir sebagai wadah untuk kamu lebih luas menyapa dunia. Enaknya lagi, semuanya tidak berbayar alias gratis. 

Sayangnya, kemudahan ini sering disalahgunakan. Hal ini terbukti dengan banyaknya kabar-kabar yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Belum lagi unggahan-unggahan kebencian dan unggahan yang berkaitan dengan hinaan. Akibatnya, muncul kebencian pada orang yang bahkan mungkin belum pernah kamu temui. Namun, kamu semakin sulit untuk berhenti berinteraksi dengan media sosial ini. 

Waktu yang Tepat Habiskan Waktu Main Media Sosial

Kamu perlu tahu, bahwa terlalu lama menghabiskan waktu mengakses media sosial tidak pernah baik untuk kesehatan kejiwaanmu. Hal ini memicu terjadinya stres, depresi, dan berbagai masalah kejiwaan lainnya. Tidak mengherankan, kini banyak orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidup sebagai dampak dari media sosial yang buruk. 

Baca juga: Kapan Usia yang Tepat Si Kecil Boleh Punya Sosial Media?

Lalu, sebenarnya berapa lama sebaiknya kamu menghabiskan waktu mengakses media sosial setiap harinya? Ternyata, berdasarkan hasil penelitian dari University of Pennsylvania yang telah dipublikasikan dalam Journal of Social and Clinical Psychology, waktu terbaik untuk mengakses media sosial setiap harinya maksimal hanya selama 30 menit. Waktu yang begitu singkat, ya? Nah, bagaimana dengan kamu? Berapa lama waktu yang kamu gunakan hanya untuk berinteraksi di media sosial?

Dari sebanyak 143 mahasiswa sarjana, didapatkan hasil bahwa membatasi akses media sosial hingga 30 menit setiap hari dapat mengarah pada hasil kesehatan mental yang lebih baik. Mereka yang terlalu aktif dalam menggunakan media sosial setiap hari cenderung berisiko alami depresi hingga tiga kali lebih besar dibandingkan dengan orang-orang yang jarang menggunakannya. 

Baca juga: Dampak Negatif Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental

Philip Cushman, seorang psikoterapis yang berasal dari California School of Professional Psychology pun turut menyarankan supaya masyarakat membatasi penggunaan media sosial setiap hari, antara 30 menit hingga 1,5 jam saja. Bukan tanpa alasan, setiap orang memiliki reaksi emosional dan psikologis yang berbeda terhadap konten yang terdapat di dalam media sosial. 

Jika sudah mengalami stres dan depresi, kecenderungan untuk melakukan hal-hal di luar nalar pun semakin tinggi. Seperti misalnya keinginan untuk bunuh diri. Jika hal ini terjadi, tentu kamu harus segera mendapatkan pertolongan. Jangan takut untuk bercerita pada dokter ahli kejiwaan alias psikiater asli, kamu bisa pakai aplikasi Halodoc. Cukup pilih dokternya dan chat langsung, ceritakan apa yang kamu rasakan. 

Keseimbangan Itu Perlu

Bukan berarti kamu dilarang untuk menggunakan atau mengakses media sosial. Sesekali tidak masalah, sebagai selingan di kala sedang penat dengan pekerjaan dan aktivitas. Namun, bukan berarti kamu harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengamati satu demi satu platform media sosial hingga mengganggu produktivitas. 

Baca juga: Jangan Terlalu Lama Main Media Sosial, Ini Alasannya

Kamulah yang mampu mengendalikan keinginan untuk selalu bermain dengan media sosial, bukan ponselmu. Jika diperlukan, kamu bisa menghilangkan nada atau notifikasi yang masuk, supaya kamu tidak selalu harus mengakses laman tersebut setiap kali ada bunyi atau pemberitahuan. 



Referensi: 
Huffpost. Diakses pada 2019. This is How Much Time You Should Spend on Social Media Per Day.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Social Media: How Does it Affect Our Mental Health and Well-Being?
Psychology Today. Diakses pada 2019. The Healthy Use of Social Media.