07 December 2018

Inilah 5 Faktor Pemicu Radang Usus

Inilah 5 Faktor Pemicu Radang Usus

Halodoc, Jakarta - Sakit perut bisa menjadi gejala yang mengindikasikan berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya adalah radang usus, peradangan atau inflamasi pada usus yang menjadi bagian dari saluran pencernaan. Gangguan pencernaan ini mengarah pada dua jenis, yaitu penyakit Crohn dan ulseratif kolitis. Jika ulseratif kolitis hanya terjadi pada bagian kolon atau usus besar, penyakit Crohn bisa menyerang seluruh saluran pencernaan.

Tidak hanya sakit perut yang terasa mengganggu, gangguan pencernaan ini ditandai dengan terjadinya penurunan nafsu makan, diare yang bisa bercampur dengan darah, penurunan berat badan, mual, demam, muntah, dan tubuh yang mudah lelah. Gejala ini tidak sama pada setiap orang, karena beberapa pengidap mengakui mengalami gejala kurang darah dan demam tinggi kala mengalami radang pada usus.

Namun, penyebab radang usus belum dapat diketahui dengan pasti. Para ahli berpendapat gaya hidup yang tidak sehat terkait dengan pola makan dan pengelolaan stres adalah penyebab terjadinya peradangan pada saluran pencernaan. Ada pula yang beranggapan terjadinya malfungsi pada sistem imunitas tubuh menyebabkan terjadinya peradangan, juga faktor keturunan.

Selain gejala dan penyebab terjadinya peradangan pada usus, kamu juga perlu tahu apa saja faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kesehatan ini, seperti:

  • Lingkungan

Lingkungan menyumbang peran dalam terjadinya inflamasi pada usus. Daerah padat industri atau lingkungan tempat tinggal kumuh yang tidak terjaga kebersihannya menyebabkan kuman dan bakteri mudah menyerang sistem imunitas tubuh.

  • Kebiasaan Tidak Sehat

Jika kamu adalah perokok, maka hentikan kebiasaan buruk ini. Kamu pasti sudah mengetahui berbagai kandungan pada sebatang rokok yang menimbulkan dampak buruk pada tubuh kamu. Tidak hanya menyebabkan kanker paru dan rusaknya tenggorokan, merokok juga meningkatkan risiko tubuh terserang penyakit Crohn.

  • Usia

Mayoritas pengidap radang usus masih berusia di bawah 30 tahun. Kondisi ini dapat terjadi karena pola hidup yang tidak sehat, terutama yang berkaitan dengan pola makan. Meski begitu, ada pula beberapa orang berusia lebih dari 50 tahun yang terkena penyakit ini.

  • Penggunaan Obat Antiinflamasi Nonsteroid

Obat selalu memiliki efek samping, meski sifatnya menyembuhkan jenis penyakit tertentu. Seperti misalnya obat-obat yang termasuk ke dalam kategori antiinflamasi nonsteroid (OAINS), yaitu naproxen, diclofenac, atau ibuprofen.

  • Penggunaan Obat Isotretinoin

Selain obat-obatan jenis OAINS, penggunaan obat jenis isotretinoin juga disinyalir mampu meningkatkan risiko terkena radang usus. Kalau kamu belum tahu, isotretinoin merupakan obat yang sering digunakan untuk mengatasi jerawat. Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk keakuratan hal ini.

Nah, itu tadi beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya radang usus. Tentu saja, kamu harus menghindari hal-hal di atas supaya tidak mudah terserang gangguan inflamasi pada usus. Kalau ingin tahu lebih banyak lagi seputar kesehatan, kamu bisa download dan pakai layanan Tanya Dokter dari aplikasi Halodoc. Siapapun dokternya, tanya jawab tidak dipungut biaya, lho. Yuk, pakai Halodoc!

Baca juga: