07 June 2017

Inilah 5 Penyebab Rematik di Usia Muda

Inilah 5 Penyebab Rematik di Usia Muda

Halodoc, Jakarta – Rematik merupakan penyakit yang memunculkan rasa sakit yang disebabkan karena otot atau persendian mengalami peradangan dan juga pembengkakan. Biasanya penyakit ini dianggap sebagai penyakit yang sering diidap orang usia lanjut. Rematik sendiri terbagi atas beberapa jenis dan bisa menjangkiti persendian mana pun di tubuh. Salah satu jenis rematik yang paling sering dialami yakni reumatoid artritis. Penyakit rematik ini justru bisa juga dialami oleh orang yang berusia muda dan lebih banyak menyerang wanita usia muda yang masih produktif.

Reumatoid artritis adalah kondisi di mana kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan-jaringan sendi. Hal ini berakibat sendi-sendi yang terserang akan berpotensi mengalami peradangan. Rematik jenis ini biasanya memberikan gejala awal seperti nyeri dan kaku sendi yang sering muncul di pagi hari saat bangun tidur, merah dan terasa panas. Bahkan yang lebih parah sendi bisa menjadi bengkak. Sebagian orang ada yang mengeluhkan mengalami nyeri dan kaku yang sangat berat sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Makanya tak heran jika penyakit rematik memiliki potensi untuk mengganggu produktivitas orang di usia muda yakni usia 20-40 tahun. Biasanya sendi yang terkena adalah sendi-sendi kecil yang menyerang jari-jari tangan, kaki, lutut, dan kedua sisi tubuh kanan dan kiri, misalnya pergelangan tangan dan kiri.

Penyebab Rematik Reumatoid Artritis
Sebenarnya penyebab rematik di usia muda jenis reumatoid artritis masih belum diketahui secara pasti, tapi ada 5 faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan terkenanya reumatoid artritis, yakni:

1.  Jenis kelamin
Lebih banyak dialami oleh wanita dibandingkan pria. Hal ini karena wanita memiliki hormon estrogen. Hormon ini bisa menimbulkan sistem imun yang tidak baik. Auto-imun sendiri adalah kondisi di mana sistem imun salah mengenali dan menyerang jaringan tubuh sendiri. Sehingga imun yang seharusnya bertugas melindungi tubuh, malah menyerang balik, termasuk menyerang sendi.

2.  Genetika
Penyebab rematik selanjutnya yakni karena keturunan. Bila kamu memiliki keluarga yang mengidap reumatoid artritis, bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini juga.

3.  Obesitas
Orang yang memiliki berat badan berlebih (obesitas) lebih rentan terkena berbagai macam penyakit, salah satunya penyakit radang sendi. Perlu diketahui, sendi seperti lutut dan pinggul bekerja untuk menopang berat badan. Sendi di bagian ini akan merasakan tekanan lebih besar ketika seseorang sedang beraktivitas. Obesitas bisa menyebabkan sakit atau radang pada sendi karena adanya beban atau tekanan berlebihan yang harus ditahan oleh sendi.

4.  Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan bisa membuat seseorang terkena reumatoid artritis karena berhubungan dengan kekuatan daya tahan tubuh. Faktor lingkungan bisa memicu infeksi oleh virus atau bakteri pada individu yang lemah secara genetik. Hal ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh salah arah dan menyerang tubuh sendiri, sehingga terjadi peradangan sendi. Beberapa hal yang diduga menjadi pemicu yakni terkena  paparan mineral silika dan penyakit periodontal kronis bisa meningkatkan risiko terkena reumatoid artritis.

5.  Merokok
Penyebab rematik yang terakhir adalah merokok. Dengan merokok, bisa memicu berbagai macam penyakit dan meningkatkan risiko terjangkit reumatoid artritis.

Lakukanlah deteksi dini supaya rematik bisa mudah diatasi. Penting juga untuk menerapkan pola hidup sehat, dengan tidak merokok dan menerapkan pola makan sehat. Ditambah dengan rutin melakukan olahraga dan melakukan aktivitas fisik, karena persendian yang jarang digerakkan bisa membuat sendi menjadi  kaku. Bila sudah sering merasakan nyeri pada bagian sendi, jangan ragu untuk membicarakannya dengan dokter ahli. Karena dengan cepat mendeteksi keluhan yang dirasakan, tentunya reumatoid artritis bisa diminimalisir rasa sakitnya sehingga tidak mengganggu aktivitas kamu.

Gunakan saja aplikasi Halodoc untuk mempercepat penanganan reumatoid artritis yang kamu alami. Halodoc adalah startup Indonesia yang merupakan aplikasi kesehatan guna mempermudah masyarakat untuk menjaga dan memeriksakan kesehatan kamu dan keluarga secara praktis yang bisa diakses lewat smartphone atau komputer. Layanan yang diberikan berupa interaksi kesehatan kamu dengan ribuan dokter ahli dari berbagai spesialisasi di seluruh Indonesia. Cara menggunakan yaitu dengan buka aplikasi Halodoc, klik menu Contact Doctor, pilih dan hubungi dokter favorit kamu dengan menggunakan chat dan voice atau video call.

Lalu ada pula layanan praktis untuk  beli obat melalui smartphone   di lebih dari 1.000 apotek dengan cepat, aman dan nyaman. Cara menggunakannya  yaitu pilih produk yang kamu butuhkan, lalu tunggu penawaran dari apotek. Kemudian lihat detail pesanan kamu dan pesanan tiba di tempat tujuan. Kamu tak perlu khawatir dengan jadwal dokter karena dokter di Halodoc akan siap sedia melindungi kesehatan tubuh kamu selama 24 jam. Kamu bisa mengecek jadwal dokternya di situs resmi Halodoc. Ayo download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play.

LIHAT JUGA : 4 Latihan Perbaiki Struktur Tulang