Mengenal Lebih Jauh Jenis-Jenis Rematik

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mengenal Lebih Jauh Jenis-Jenis Rematik

Halodoc, Jakarta - Rematik adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan peradangan yang memengaruhi struktur penghubung atau pendukung tubuh. Penyakit tersebut paling sering terjadi pada persendian, tetapi juga terkadang menyerang tendon, ligamen, tulang, dan otot. Beberapa penyakit rematik juga dapat memengaruhi organ.

Penyakit-penyakit ini pada akhirnya dapat menyebabkan hilangnya fungsi pada bagian-bagian tubuh tersebut. Penyakit rematik termasuk radang sendi, dan tercatat jenis rematik yang dapat terjadi mencakup lebih dari 100 gangguan berbeda. Penyakit rematik yang dapat memengaruhi tulang belakang dianggap sebagai spondyloarthropathies.

Penyakit yang terkadang disebut dengan penyakit muskuloskeletal dapat menunjukkan gejala umum meliputi nyeri sendi, kehilangan atau kesulitan bergerak pada sendi yang terserang, dan mengalami peradangan seperti bengkak, kemerahan, dan kehangatan di sendi atau daerah yang terkena.

Penyakit rematik dapat berkembang pada orang-orang dari segala usia, jenis kelamin, atau ras. Terdapat beberapa jenis penyakit rematik yang berbeda, dan beberapa orang lebih rentan lebih rentan pada jenis rematik tertentu dibanding yang lain. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit ini, termasuk:

  • Genetik.
  • Faktor lingkungan.
  • Jenis kelamin.
  • Usia.

Baca Juga: Mandi Malam Hari Bisa Sebabkan Rematik?

Jenis Penyakit Rematik

Tercatat, lebih dari 200 penyakit turunan dari rematik yang dapat terjadi pada setiap orang. Gangguan tersebut dapat terjadi pada banyak bentuk, ukuran, dan tingkat keparahan. Berikut adalah beberapa jenis penyakit rematik yang dapat terjadi pada seseorang:

  1. Osteoartritis

Osteoartritis adalah sebuah jenis radang sendi yang paling umum dan menyerang banyak orang. Kondisi kronis ini ditandai dengan kerusakan tulang rawan sendi. Tulang rawan adalah bagian dari sendi yang sering terserang, terutama pada bantalan ujung tulang yang dapat memungkinkan pergerakan sendi menjadi mudah. Kerusakan tulang rawan menyebabkan tulang saling bergesekan, serta menyebabkan kekakuan dan rasa sakit pada sendi.

  1. Polymyalgia Rheumatica

Gangguan ini dapat menyebabkan kondisi yang menyebabkan nyeri, kekakuan otot yang parah, dan nyeri pada tendon, otot, ligamen dan jaringan di sekitar sendi di bahu, pinggul, leher, dan punggung bagian bawah. Hal ini bisa menjadi indikasi pertama arteritis sel raksasa, yang merupakan penyakit arteri.

Baca Juga: 5 Penyebab Rematik di Usia Muda

  1. Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis adalah sebuah penyakit kronis yang ditandai dengan peradangan pada lapisan di sendi. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan sendi jangka panjang, yang mengakibatkan rasa sakit kronis, kehilangan fungsi dan kecacatan. Gangguan ini paling sering memengaruhi persendian tangan dan kaki. Kondisi ini cenderung terjadi secara merata di kedua sisi tubuh. Gejala tersebut adalah faktor yang membedakan dari jenis rematik lainnya yang dapat terjadi.

  1. Spondyloarthropathies

Gangguan ini adalah penyakit rematik yang menyerang tulang belakang, tetapi bentuk-bentuk tertentu juga dapat memengaruhi pinggul, bahu, dan lutut. Ketika tendon dan ligamen meradang, kekakuan dan nyeri akan terjadi. Terdapat berbagai bentuk spondyloarthropathies yang dapat terjadi pada orang-orang dengan usia yang berbeda. Kondisi ini juga mungkin terkait dengan kondisi mendasar lainnya seperti masalah mata, ruam kulit, dan sariawan.

  1. Tendinitis

Tendinitis adalah suatu kondisi yang terjadi ketika peradangan menyerang tendon yang menghubungkan otot ke tulang. Gangguan ini umumnya berkembang ketika tendon ini digunakan secara berlebihan, cedera atau jika ada kondisi rematik yang sudah ada sebelumnya. Gejala biasanya termasuk rasa sakit, nyeri tekan, dan gerakan terbatas.

Baca Juga: Perbedaan Rematik dan Asam Urat

Itulah beberapa jenis rematik yang dapat terjadi pada seseorang. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan pada sendi tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!