23 January 2019

Inilah 6 Makanan yang Paling Banyak Menyebabkan Alergi

Inilah 6 Makanan yang Paling Banyak Menyebabkan Alergi

Halodoc, Jakarta - ‘Alergi’ adalah sebutan untuk kondisi ketika seseorang mengalami reaksi abnormal terhadap sesuatu, dapat berupa makanan, obat, atau suhu dingin. Pada pembahasan kali ini, jenis alergi yang akan dibahas adalah alergi makanan. Secara sederhana, alergi makanan dijelaskan sebagai suatu kondisi ketika makanan tertentu memicu munculnya reaksi tak biasa.

Perlu diketahui bahwa reaksi tersebut muncul karena sistem kekebalan tubuh salah mengenali beberapa protein dalam makanan, sebagai zat berbahaya. Kemudian, tubuh pun meluncurkan serangkaian tindakan perlindungan, termasuk melepaskan bahan kimia seperti histamin yang menyebabkan peradangan.

Baca juga: Benarkah Alergi Makanan Bisa Mengintai Seumur Hidup?

Reaksi alergi pun dapat terjadi dalam beberapa menit hingga jam, setelah mengonsumsi makanan pemicu alergi. Reaksi tersebut dapat berupa pembengkakan pada mulut dan wajah, sesak napas, tekanan darah rendah, muntah, diare, serta gatal-gatal. Dalam kasus yang lebih parah, alergi makanan juga dapat menyebabkan syok anafilaktik, yang berujung fatal.

Makanan Apa Saja?

Jika makanan tertentu dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang, lantas makanan apa saja sih yang sering menyebabkan alergi? Berikut beberapa di antaranya:

1. Susu Sapi

Alergi terhadap susu sapi paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak, terutama ketika mereka terpapar protein susu sapi sebelum berusia 6 bulan. Namun, pada kebanyakan kasus, alergi susu sapi akan membaik seiring bertambahnya usia, dan menguatnya sistem kekebalan tubuh. Itulah mengapa alergi susu sapi ini cukup jarang ditemui pada orang berusia dewasa.

2. Telur

Telur menempati posisi kedua sebagai makanan yang paling sering menyebabkan alergi, setelah susu sapi. Seperti alergi susu sapi, alergi telur juga lebih banyak dialami oleh anak-anak ketimbang orang dewasa. Menariknya, alergi telur dapat terjadi pada salah satu bagian telur saja. Hal ini karena protein dalam putih dan kuning telur sedikit berbeda. Namun, sebagian besar protein yang memicu alergi ditemukan pada putih telur, sehingga alergi terhadap putih telur lebih sering terjadi.

Baca juga: Cara Tepat Menangani Alergi Makanan Pada Balita

Kendati demikian, beberapa pengidap alergi telur mungkin tidak harus menghindari semua makanan yang berhubungan dengan telur, karena memanaskan telur dapat mengubah bentuk protein penyebab alergi. Hal ini dapat menghentikan tubuh untuk melihatnya sebagai zat berbahaya, sehingga reaksi alergi pun tidak akan terjadi.

3. Kacang Pohon

Alergi kacang pohon adalah alergi yang terjadi karena beberapa jenis kacang dan biji yang berasal dari pohon. Beberapa jenis kacang yang dimaksud adalah:

  • Kacang brazil.

  • Kacang almond.

  • Kacang mete.

  • Kacang macadamia.

  • Kacang pistasi.

  • Kacang pinus.

  • Kacang kenari.

Orang dengan alergi kacang pohon juga akan alergi terhadap produk makanan yang dibuat dengan kacang ini, seperti mentega kacang dan minyak. Mereka juga biasanya disarankan untuk menghindari semua jenis kacang pohon, meskipun hanya alergi terhadap satu atau dua jenis kacang pohon saja. Hal ini dikarenakan alergi terhadap satu jenis kacang pohon dapat meningkatkan risiko alergi terhadap jenis kacang pohon lainnya.

4. Kacang Tanah

Seperti alergi kacang pohon, alergi kacang juga terbilang cukup umum dan dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah dan berpotensi fatal. Namun, kedua kondisi tersebut dianggap berbeda, karena kacang tanah adalah kacang-kacangan. Meskipun demikian, mereka yang alergi kacang sering juga alergi terhadap kacang pohon.

Baca juga: Adakah Cara Menghilangkan Alergi Makanan?

5. Makanan Laut

Alergi terhadap makanan laut biasanya terjadi ketika tubuh menyerang protein dari jenis ikan krustasea dan moluska. Beberapa jenis makanan laut yang umum menyebabkan alergi adalah udang, lobster, cumi-cumi, dan kerang. Pemicu alergi makanan laut yang paling umum adalah protein yang disebut tropomyosin. Protein lain yang mungkin berperan dalam memicu respons imun adalah arginine kinase dan rantai cahaya myosin.

Gejala alergi makanan laut biasanya muncul dengan cepat dan mirip dengan alergi makanan lainnya. Namun, alergi makanan laut terkadang sulit dibedakan dari reaksi keracunan makanan laut yang telah terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Hal ini karena gejalanya bisa serupa, yaitu keduanya dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti muntah, diare dan sakit perut.

6. Gandum

Meski memiliki kandungan karbohidrat kompleks dan tinggi serat yang baik untuk tubuh, bagi sebagian orang, makanan berbahan dasar gandum dapat menjadi musuh. Ya, itulah yang disebut alergi gandum. Alergi ini biasanya terjadi pada anak-anak, dan akan membaik seiring bertambahnya usia. Seperti alergi lainnya, alergi gandum dapat menyebabkan gangguan pencernaan, gatal-gatal, muntah, ruam, bengkak, dan, dalam kasus yang parah, anafilaksis.

Itulah sedikit penjelasan tentang makanan yang sering menyebabkan alergi. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!