Inilah 6 Penyebab Sering Pingsan Tiba-Tiba

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Inilah 6 Penyebab Sering Pingsan Tiba-Tiba

Halodoc, Jakarta - Pingsan bukanlah penyakit. Melainkan suatu gejala atau kondisi ketika seseorang mengalami hilang kesadaran dalam waktu sementara, dan umumnya terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, dari beragam kalangan usia. Namun, bagaimana jika seseorang terlalu sering pingsan tiba-tiba? Apa penjelasan medis yang dapat menjelaskan alasan dari kondisi ini?

Sebelum membahas lebih lanjut soal apa yang menjadi penyebab seseorang sering mengalami pingsan tiba-tiba, perlu diketahui bahwa otak memiliki beberapa bagian atau belahan. Agar bisa bekerja dengan baik, otak membutuhkan aliran darah untuk menyediakan oksigen dan glukosa untuk sel-sel di dalam otak. Nah, pingsan akan terjadi ketika sistem pengaktif retikuler atau kedua belahan otak, mengalami kekurangan darah, oksigen, atau glukosa.

Pingsan umumnya bukan suatu hal yang serius. Namun, jika seseorang mengalaminya terlalu sering, apalagi jika yang mengalaminya berusia di atas 40 tahun, bisa jadi hal ini menandakan adanya gangguan kesehatan yang cukup serius. Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang pingsan.

1. Reaksi pada Saraf Vagus

Pingsan sering kali disebabkan oleh reaksi saraf vagus yang menghubungkan sistem pencernaan menuju ke otak, dan memiliki peran mengelola aliran darah ke otak dan juga usus. Stimulasi saraf vagus yang berlebih akan menyebabkan denyut jantung melambat dan tekanan darah mengalami penurunan. Akibatnya, suplai darah ke otak akan menurun dan menyebabkan seseorang pingsan. Reaksi saraf vagus ini biasanya akan dipicu oleh beberapa kondisi, seperti stres, rasa cemas berlebih, panik, takut, serta rasa sakit yang terlalu kuat.

2. Anemia

Salah satu penyebab paling sering dari pingsan adalah anemia atau kekurangan darah. Tubuh yang tidak memiliki jumlah darah yang cukup akan menyebabkan suplai darah yang membawa nutrisi dan oksigen ke otak akan berkurang. Akibatnya, kerja otak akan terganggu dan menyebabkan pengidap anemia mudah pingsan. Anemia bisa disebabkan karena kurangnya asupan zat besi, penyakit, atau karena cedera yang menyebabkan tubuh kehilangan banyak darah.

Jika anemia disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, kamu bisa mengatasi kondisi tersebut dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan kandungan zat besi seperti bayam, kacang hijau, dan juga berbagai jenis sayuran hijau lainnya. Sedangkan pada kondisi anemia yang disebabkan oleh cedera atau penyakit, maka seseorang biasanya harus melakukan transfusi darah agar kondisi tubuh tidak memburuk.

3. Tekanan Darah yang Berubah Secara Mendadak

Sering pingsan juga bisa disebabkan oleh tekanan darah yang mengalami perubahan. Pada kondisi tertentu, jantung dan juga pembuluh darah tidak mampu bereaksi secara cepat ketika kebutuhan oksigen bagi tubuh berubah secara mendadak. Hal tersebut menyebabkan seseorang pingsan. Kondisi tersebut biasanya dialami oleh orang-orang yang berusia lanjut dan juga orang-orang yang memiliki riwayat gangguan medis tertentu, seperti terkena diabetes. Selain itu, bekerja terlalu keras melebihi kemampuan juga bisa menyebabkan kebutuhan oksigen tubuh berubah secara mendadak dan menyebabkan pingsan.

4. Dehidrasi

Kekurangan cairan atau dehidrasi juga bisa menyebabkan pingsan. Tubuh yang kekurangan cairan bisa disebabkan oleh aktivitas berlebih atau karena kondisi medis tertentu, seperti muntah, diare, diabetes, dan lain sebagainya. Kurangnya asupan cairan akan menyebabkan reaksi pada saraf vagus. Selain itu, jantung juga tidak bisa memompa darah secara optimal, sehingga kebutuhan otak akan suplai darah akan berkurang.

5. Syok

Syok bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti terjadinya pendarahan, reaksi alergi, atau karena infeksi yang parah. Kondisi seperti ini biasanya akan menyebabkan tekanan darah menurun secara drastis, sehingga suplai darah ke otak menjadi kurang. Sebelum kehilangan kesadaran atau pingsan, biasanya pengidap akan merasa kebingungan atau linglung.

6. Hipoglikemia

Hipoglikemia merupakan suatu kondisi medis ketika tubuh kekurangan kadar gula darah. Akibatnya, kebutuhan glukosa bagi tubuh (yang digunakan sebagai sumber energi) akan berkurang, sehingga tubuh menjadi lemas dan menyebabkan pingsan. Kondisi hipoglikemia bisa disebabkan oleh diabetes dan juga diet yang salah karena asupan nutrisi yang tidak tepat atau kurang.

Seseorang yang pingsan karena hipoglikemia biasanya ditandai dengan gejala kepala terasa pusing, keringat dingin, telinga berdenging, dan juga tubuh terasa lemas. Jika merasakan gejala tersebut, segeralah berbaring atau duduk dan berjongkoklah dengan meletakkan kepala di antara kedua lutut. Cara tersebut efektif untuk mengalirkan darah ke otak, sehingga kebutuhan otak akan oksigen dan glukosa segera terpenuhi.

Itulah sedikit penjelasan tentang pingsan dan hal-hal yang dapat menyebabkannya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: