Inilah 7 Penyebab Kehamilan Ektopik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Inilah 7 Penyebab Kehamilan Ektopik

Halodoc, Jakarta - Kehamilan ektopik adalah suatu hal yang terjadi ketika telur yang dibuahi tertanam dan tumbuh di luar rongga uterus. Kehamilan dimulai dengan sel telur yang telah dibuahi. Biasanya, sel telur yang dibuahi menempel pada lapisan rahim.

Kehamilan ektopik paling sering terjadi pada saluran tuba, yang membawa telur dari ovarium ke rahim. Gangguan tersebut disebut juga dengan kehamilan tuba. Kadang-kadang, kehamilan ektopik terjadi di area lain pada tubuh wanita, seperti ovarium, rongga perut atau bagian bawah rahim (serviks), yang terhubung langsung ke Miss V.

Kehamilan ektopik tidak dapat berjalan secara normal. Telur yang dibuahi tidak dapat bertahan hidup, dan jaringan yang tumbuh dapat menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa, jika tidak segera mendapat pengobatan.

Pada kehamilan normal, pembuahan terjadi pada saluran tuba, yaitu ketika sel telur bertemu dengan sel sperma. Telur yang telah dibuahi kemudian bergerak ke rahim dan menjadi tertanam di lapisan rahim. Embrio berkembang menjadi janin dan tetap di dalam rahim sampai kelahiran.

Kehamilan ektopik bisa berakibat fatal tanpa perawatan segera. Sebagai contoh, tuba falopi dapat pecah, sehingga menyebabkan pendarahan perut bagian dalam, syok, dan kehilangan darah yang serius.

Baca juga: Inilah Fakta Mengenai Kehamilan Ektopik

Apakah yang Menjadi Penyebabnya?

Seseorang yang mengalami gangguan kehamilan ektopik mungkin tidak mengetahui hal yang menjadi penyebabnya. Walau begitu, salah satu penyebabnya bisa berupa tuba falopi yang rusak. 

Hal tersebut bisa mencegah telur yang dibuahi masuk ke dalam rahim dan membiarkannya tertanam di tuba fallopi atau di tempat lain. Seseorang lebih cenderung mengalami kehamilan ektopik jika memiliki salah satu dari gangguan berikut:

  1. Penyakit radang panggul.

  2. Penyakit menular seksual.

  3. Bekas luka dari operasi panggul sebelumnya.

  4. Riwayat kehamilan ektopik.

  5. Ligasi pengikatan tuba yang gagal.

  6. Gunakan obat kesuburan.

  7. Perawatan infertilitas seperti fertilisasi in vitro.

Baca juga: 4 Macam Kelainan dalam Kehamilan

Gejala Kehamilan Ektopik

Seseorang yang terserang gangguan tersebut mungkin tidak merasakan apapun pada awalnya. Namun, beberapa wanita dengan kehamilan ektopik memiliki gejala awal kehamilan yang biasa terjadi, seperti menstruasi yang terlewat, nyeri payudara, dan mual.

Jika kamu mengikuti tes kehamilan, hasilnya akan positif. Meski demikian, kehamilan ektopik tidak dapat berlanjut seperti kehamilan umumnya. Tanda dan gejala meningkat saat telur yang dibuahi tumbuh di tempat yang tidak tepat.

  1. Peringatan Dini terhadap Kehamilan Ektopik

Sering kali tanda peringatan pertama kehamilan ektopik adalah nyeri panggul. Pendarahan Miss V ringan juga dapat terjadi. Jika darah bocor dari tuba falopii, kamu mungkin merasakan peningkatan nyeri perut, dorongan untuk buang air besar, atau ketidaknyamanan panggul. 

Jika pendarahan hebat terjadi, kamu mungkin merasakan sakit bahu saat darah mengisi panggul dan perut. Gejala spesifik yang terjadi bergantung pada tempat pengumpulan darah dan saraf yang teriritasi.

  1. Gejala yang Darurat

Jika telur yang dibuahi terus tumbuh di tuba falopi, hal tersebut dapat menyebabkan tabung pecah. Kemungkinan besar terjadi pendarahan di dalam perut. Gejala dari gangguan yang darurat, termasuk sakit kepala ringan, pingsan, sakit perut yang parah, dan syok.

Baca juga: Mengalami Kehamilan Ektopik, Apakah Berbahaya?

Lakukan Hal-Hal ini untuk Mencegahnya

Tidak ada cara untuk mencegah kehamilan ektopik, tetapi hal-hal berikut dapat menjadi cara untuk mengurangi risiko tersebut:

  • Batasi jumlah pasangan seksual kamu.

  • Selalu gunakan kondom saat berhubungan intim untuk membantu mencegah infeksi menular seksual dan mengurangi risiko penyakit radang panggul.

  • Berhenti merokok, terutama jika kamu sedang dalam masa percobaan hamil.

Itulah beberapa hal yang dapat menjadi penyebab kehamilan ektopik. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter dapat dengan mudah dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call  kapan dan di mana saja. Ayo, download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!