Inilah Bagian Tubuh yang Sering Diperiksa dengan CT scan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Inilah Bagian Tubuh yang Sering Diperiksa dengan CT scan

Halodoc, Jakarta –  Pemindaian tomografi atau sering dikenal sebagai CT scan, merupakan prosedur pemeriksaan menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar organ tubuh yang dipindai. Berbeda dengan rontgen, pemeriksaan CT scan menggunakan mesin pemindai yang berbentuk lingkaran besar. Gambar yang dihasilkan memberikan informasi lebih rinci dibandingkan dengan rontgen.

Baca Juga : 6 Hal yang Mesti Dilakukan Sebelum Jalani Proses CT Scan

Selama prosedur CT scan berlangsung, kamu diminta berbaring pada mesin berbentuk seperti terowongan. Kemudian bagian dalam mesin akan berputar dan memancarkan serangkaian sinar-X dari berbagai sudut. Gambar hasil proses pemindaian langsung dikirim ke komputer dan digabungkan untuk membuat gambar irisan atau potongan melintang dari tubuh. Gambar yang digabungkan juga dapat menghasilkan gambar 3D dari area tubuh tertentu.

Berikut bagian tubuh yang sering diperiksa melalui prosedur CT scan:

  • Organ di rongga perut dan panggul seperti limpa, hati, pankreas, dan saluran empedu.
  • Bagian kepala yang bertujuan untuk mendeteksi jaringan mati akibat stroke dan tumor.
  • Bagian dalam paru-paru.
  • Bagian tulang akibat patah tulang kompleks, radang sendi, cedera ligamen, dan dislokasi.
  • Area jantung untuk melihat kondisi arteri koroner.

Pemeriksaan CT scan paling cocok untuk memeriksa orang yang mengalami luka dalam akibat kecelakaan mobil atau jenis trauma lainnya. CT scan bisa digunakan untuk  mendiagnosis penyakit atau cedera melalui gambar yang dihasilkan. Hal ini membantu dokter merencanakan perawatan medis yang akan dilakukan seperti bedah atau radiasi. Berikut fungsi dari pemeriksaan CT scan yag perlu diketahui:

  • Menunjukkan jaringan lunak, pembuluh darah, dan tulang di berbagai bagian tubuh.
  • Mendiagnosis kondisi kerusakan tulang, cedera pada organ dalam, masalah dengan aliran darah, stroke, dan kanker.
  • Menentukan lokasi, ukuran, dan bentuk tumor sebelum melakukan radioterapi. Atau, memungkinkan dokter mengambil biopsi jarum (di mana sampel jaringan kecil diambil menggunakan jarum) dan mengeringkan abses.
  • Memantau kondisi seperti memeriksa ukuran tumor selama dan setelah perawatan kanker.

Baca Juga : Beginilah Prosedur Saat Melakukan Pemeriksaan CT Scan

Risiko Pemeriksaan CT Scan

Risiko pemeriksaan CT scan tergolong rendah,  meski prosedur ini membuat seseorang lebih banyak terkena radiasi daripada rontgen. Risiko terkena kanker yang disebabkan oleh radiasi CT Scan sangat kecil jika hanya dilakukan satu kali pemindaian. Risiko meningkat dari waktu ke waktu jika CT scan dilakukan dalam jangka panjang. Efek samping CT scan lebih rentan terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa, terutama bila bagian dada dan perut yang dipindai.

Ada pula segelintir orang memiliki reaksi alergi terhadap bahan kontras yang disuntikan sebelum prosedur dimulai. Sebagian besar bahan kontras mengandung yodium, sehingga jika kamu memiliki riwayat alergi terhadap yodium, pastikan untuk memberi tahu dokter terlebih dahulu. Bila kamu diwajibkan untuk mendapat zat kontras, dokter mungkin akan memberi obat alergi atau steroid untuk menangkal efek samping jika kamu alergi terhadap yodium.

Penting juga untuk memberi tahu dokter jika sedang hamil, meski radiasi dari CT scan tidak berpotensi membahayakan bayi. Dokter biasanya merekomendasikan pemeriksaan lain seperti ultrasonografi (USG) atau MRI untuk meminimalkan risiko.

Baca Juga : MSCT Lebih Canggih dari CT Scan?

Jika kamu masih ragu untuk melakukan CT scan, silahkan tanya pada dokter untuk mendapat penjelasan lebih. Dengan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc , kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!